Oleh : Herik Sugeru, Evan Purnama Ramdan, Ratih Kurniasih, Adinda Nurul Huda M, Risnawati
DepokNews – Komitmen Universitas Gunadarma dalam mendukung pengembangan sektor pertanian berkelanjutan kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Dasar Produksi dan Budidaya Pertanian Berkelanjutan dengan Penerapan Teknologi Modern.” Kegiatan yang berlangsung di kawasan UG Technopark ini melibatkan mitra PNM Sukabumi, khususnya para pelaku usaha tani yang membudidayakan komoditas anggur, melon, dan cabai.
Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya petani, agar mampu menghadapi tantangan pertanian modern yang semakin kompleks. Perubahan iklim, meningkatnya kebutuhan pangan, efisiensi penggunaan sumber daya, hingga perkembangan teknologi digital menjadi alasan penting mengapa sektor pertanian perlu terus beradaptasi.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis mengenai konsep pertanian berkelanjutan, tetapi juga diperkenalkan secara langsung pada berbagai teknologi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani secara lebih efisien dan ramah lingkungan.

Gambar 1. Foto bersama tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gunadarma bersama peserta dari PNM Sukabumi di UG Technopark.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Herik Sugeru, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Gunadarma dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, hasil-hasil penelitian yang telah dikembangkan di lingkungan kampus perlu diterjemahkan menjadi solusi nyata yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
“Perkembangan teknologi saat ini memberikan banyak peluang untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Namun teknologi tersebut akan memberikan manfaat apabila dipahami dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan petani. Oleh karena itu kami berupaya menghadirkan pelatihan yang sederhana, aplikatif, dan mudah diimplementasikan oleh para peserta,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan masyarakat. Tim dosen Universitas Gunadarma tidak hanya hadir sebagai narasumber, tetapi juga sebagai pendamping yang siap berdiskusi dan memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat terdiri atas dosen dari berbagai bidang keilmuan sehingga mampu memberikan pendekatan yang komprehensif terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan. Tim pengusul dipimpin oleh Dr. Herik Sugeru bersama Dr. Evan Purnama Ramdan dan Ratih Kurniasih, SP. MSc. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh Dr. Cut Maisyarah Karyati, Dr. Aries Muslim, Prof. Dr. Budi Hermana, Dr. Supiani, Dr. Risnawati, dan Dr. Adinda Nurul Huda M. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan utama dalam menyelenggarakan pelatihan yang tidak hanya membahas aspek budidaya, tetapi juga pemanfaatan teknologi informasi, manajemen kegiatan, hingga dokumentasi dan evaluasi pelaksanaan.
Sebelum kegiatan dimulai, tim Universitas Gunadarma terlebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan pihak PNM Sukabumi. Tahap persiapan ini bertujuan untuk memastikan materi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta. Diskusi dilakukan untuk menentukan jadwal pelaksanaan, jumlah peserta, kebutuhan pelatihan, serta berbagai sarana pendukung agar kegiatan berlangsung secara efektif.
Selain menyiapkan modul pelatihan dan bahan presentasi, tim juga mempersiapkan perangkat demonstrasi teknologi, instrumen evaluasi, serta media pembelajaran yang dapat digunakan kembali oleh peserta setelah kegiatan selesai. Persiapan yang matang tersebut menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran pelaksanaan pelatihan.
Materi pertama yang disampaikan berfokus pada konsep dasar pertanian berkelanjutan. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas tanah sebagai fondasi utama keberhasilan budidaya tanaman. Tim pemateri menjelaskan bagaimana pengelolaan kesuburan tanah, penggunaan pupuk organik, pemupukan berimbang, konservasi sumber daya alam, hingga pengendalian hama dan penyakit secara terpadu mampu meningkatkan hasil produksi tanpa mengurangi kualitas lingkungan.
Peserta juga diajak memahami bahwa pertanian berkelanjutan bukan hanya tentang meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem sehingga lahan pertanian tetap produktif dalam jangka panjang.

Gambar 2. Penyampaian materi pelatihan mengenai pertanian berkelanjutan dan penerapan teknologi modern oleh tim dosen Universitas Gunadarma.
Memasuki sesi berikutnya, peserta diperkenalkan pada berbagai teknologi modern yang saat ini mulai banyak diterapkan dalam sektor pertanian. Tim dosen menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi petani untuk mengambil keputusan budidaya secara lebih tepat.
Beberapa contoh teknologi yang diperkenalkan antara lain penggunaan sensor sederhana untuk memantau kondisi tanah dan tanaman, sistem irigasi yang lebih hemat air, pemanfaatan aplikasi digital pertanian, hingga konsep smart farming yang mengintegrasikan data lapangan dengan teknologi informasi.
Melalui penjelasan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa teknologi modern tidak selalu identik dengan investasi yang mahal. Banyak perangkat yang kini telah tersedia dengan harga yang relatif terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan secara bertahap oleh kelompok tani maupun pelaku usaha pertanian skala kecil.
Komoditas yang menjadi fokus pembahasan dalam pelatihan ini adalah anggur, melon, dan cabai. Ketiga komoditas tersebut dipilih karena merupakan usaha tani yang sedang dikembangkan oleh anggota PNM Sukabumi. Oleh sebab itu, seluruh contoh kasus, metode budidaya, hingga solusi teknologi yang diberikan disesuaikan dengan karakteristik ketiga tanaman tersebut.
Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan beberapa teknologi yang dapat membantu proses budidaya. Peserta diajak melihat secara langsung bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pengambilan keputusan dalam kegiatan budidaya.
Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan berdasarkan pengalaman mereka selama mengelola lahan pertanian. Berbagai persoalan yang muncul di lapangan menjadi bahan diskusi bersama antara peserta dan narasumber.
Beberapa topik yang banyak dibahas antara lain pengelolaan air pada musim kemarau, strategi pemupukan yang lebih efisien, pengendalian serangan hama dan penyakit tanaman, hingga cara meningkatkan produktivitas tanaman tanpa meningkatkan biaya produksi secara signifikan.
Tim Universitas Gunadarma memberikan berbagai alternatif solusi berdasarkan hasil penelitian maupun pengalaman implementasi teknologi yang telah dilakukan sebelumnya. Pendekatan ini membuat diskusi terasa lebih praktis karena peserta memperoleh jawaban yang dapat langsung diterapkan sesuai kondisi lahan masing-masing.
Tidak hanya mendengarkan penjelasan, peserta juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai praktik budidaya yang selama ini mereka lakukan. Melalui proses diskusi dua arah tersebut, kegiatan pelatihan menjadi sarana saling belajar antara akademisi dan masyarakat.

Gambar 3. Sesi demonstrasi teknologi dan diskusi interaktif bersama peserta mengenai budidaya anggur, melon, dan cabai.
Pada akhir kegiatan, tim pelaksana melakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab, diskusi terbuka, serta pengisian kuesioner sederhana.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang sangat positif terhadap kegiatan pelatihan. Sebagian besar peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya penerapan teknologi dalam kegiatan budidaya pertanian. Mereka juga merasa lebih memahami konsep pertanian berkelanjutan serta berbagai teknik budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan dampak pada peningkatan keterampilan peserta dalam mengelola tanah, menyusun strategi pemupukan yang lebih tepat, menerapkan sistem irigasi yang efisien, serta melakukan pengendalian hama dan penyakit secara lebih terintegrasi.
Salah satu hasil penting lainnya adalah tersusunnya materi pelatihan yang dapat dimanfaatkan kembali oleh mitra sebagai bahan pembelajaran mandiri. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat terus digunakan sebagai referensi dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Kegiatan ini juga semakin memperkuat hubungan kerja sama antara Universitas Gunadarma dan PNM Sukabumi. Kedua pihak memiliki komitmen untuk terus menjalin kolaborasi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya pada bidang pertanian, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Bagi Universitas Gunadarma, kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat secara langsung, hasil penelitian dan inovasi yang dikembangkan di kampus diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.
Ke depan, Universitas Gunadarma berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas, melibatkan lebih banyak kelompok tani, serta memperkenalkan inovasi-inovasi terbaru di bidang smart farming, Internet of Things (IoT), sensor pertanian, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam budidaya tanaman.
Dengan semakin meningkatnya kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha, diharapkan transformasi menuju pertanian Indonesia yang modern, produktif, dan berkelanjutan dapat terwujud secara bertahap. Melalui kegiatan seperti ini, Universitas Gunadarma tidak hanya berbagi ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun semangat kolaborasi dan inovasi yang menjadi kunci kemajuan sektor pertanian Indonesia di masa depan.






