Depoknews.id – Sejumlah guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Depok mengikuti pelatihan penggunaan alat peraga dan software pembelajaran matematika, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini diselenggarakan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Ketua Tim Pengabdian, Dwi Antari Wijayanti, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Dalam pelaksanaannya, Dwi Antari didampingi oleh anggota tim dosen yang terdiri dari Dr. Aris Hadiyan Wijaksana, M.Pd., dan Dr. Mimi Nur Hajizah, M.Pd. Kegiatan ini juga turut melibatkan perwakilan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika UNJ, Azzam Tawaqqal Abdu, yang bertugas mendampingi para peserta selama sesi praktik penggunaan alat peraga dan software.
“Kami menekankan pentingnya integrasi antara alat peraga tradisional dengan teknologi digital agar pembelajaran matematika tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan siswa di abad ke-21 ini,” jelas tim penyelenggara.
Selama pelatihan, para peserta diajak bereksperimen dan diperkenalkan pada berbagai media konkret, mulai dari papan geometri hingga blok pecahan. Tidak hanya itu, para guru juga dilatih menggunakan aplikasi berbasis komputer dan teknologi Augmented Reality (AR). Melalui inovasi ini, konsep-konsep matematika yang selama ini dianggap abstrak dapat divisualisasikan dengan lebih mudah dan nyata.
Suasana penuh semangat tampak menyelimuti ruang pelatihan. Hal ini terlihat dari keaktifan para guru saat mencoba langsung berbagai alat peraga dan aplikasi pembelajaran digital yang disediakan.
“Dengan media ini, anak-anak bisa melihat pecahan bukan hanya sekadar angka, tapi menjadi bentuk nyata yang bisa disentuh dan dipahami secara langsung,” ujar salah satu peserta guru dengan antusias.
Selain mendapatkan pengalaman praktik langsung, para pendidik juga dibekali dengan modul panduan kelengkapan mengajar. Modul tersebut berisi panduan penggunaan software pembelajaran, strategi integrasi media ke dalam kurikulum, serta contoh konkret penerapan kelas berbasis proyek. Antusiasme peserta kian terlihat saat sesi diskusi aktif mengenai rencana tindak lanjut implementasi hasil pelatihan di sekolah mereka masing-masing.
Melalui program PkM ini, diharapkan dapat tercipta langkah nyata dalam mendukung peningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kota Depok. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan sekolah guna membangun ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.






