Kreatif! Dosen UG Sukses Padukan Digitalisasi IT, Instalasi Listrik, dan Branding Kemasan di Ayam Bakar Solo

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

Bagi warga Depok, nama Pasar Cisalak bukan lagi hal asing. Terletak di kawasan Sukmajaya, pasar tradisional ini telah lama menjadi magnet belanja bagi ribuan orang setiap harinya. Bukan hanya karena harganya yang bersahabat, tetapi juga karena ragam komoditasnya yang lengkap, mulai dari pakaian impor hingga jajanan pasar legendaris yang sulit ditemukan di tempat lain.
Pada akhir pekan lalu, tim Depok News berkesempatan menyusuri sudut-sudut Pasar Cisalak untuk merasakan langsung pengalaman belanja hemat yang ditawarkan. Suasana pasar yang ramai, aroma rempah, dan tawar-menawar khas pasar tradisional menjadi pemandangan yang tak mungkin dilewatkan.
Salah satu daya tarik utama Pasar Cisalak adalah deretan kios pakaian di lantai dua. Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai jenis pakaian impor, mulai dari kaos, kemeja, hingga jaket dengan harga yang sangat terjangkau. Beberapa pedagang bahkan menjual pakaian dengan harga mulai dari Rp10.000 per potong.
Menurut Ibu Yanti, salah satu pedagang pakaian yang sudah berjualan sejak 2012, barang dagangannya berasal dari sisa ekspor dan stok gudang. “Banyak yang mengira ini barang bekas, padahal ini sisa ekspor yang masih baru dan berkualitas. Harganya bisa murah karena kami ambil langsung dari distributor,” ujarnya saat ditemui.
Pengunjung yang ingin mendapatkan barang terbaik disarankan datang pagi hari, sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Pada jam tersebut, pasokan baru biasanya baru saja tiba dan masih banyak pilihan menarik.
Meski harga sangat miring, pembeli tetap perlu teliti memeriksa kondisi barang, terutama jahitan dan resleting, agar tidak kecewa setelah pulang.
Belum lengkap rasanya berkunjung ke Pasar Cisalak tanpa mencicipi aneka jajanan pasar di area lantai dasar. Di sini, deretan pedagang menawarkan kue-kue tradisional yang masih dibuat dengan resep turun-temurun. Mulai dari kue lapis, klepon, cenil, hingga getuk lindri, semuanya tersedia dengan harga rata-rata Rp2.000 hingga Rp5.000 per bungkus.
Salah satu yang paling diburu adalah kue pancong buatan Mbah Sri, pedagang sepuh yang sudah berjualan lebih dari 30 tahun. Kue berbahan dasar tepung beras dan kelapa parut ini selalu habis sebelum siang. “Biasanya ramai setelah pukul sembilan. Banyak yang sudah langganan dari dulu, bahkan ada yang datang dari luar Depok,” tutur Mbah Sri.
Selain jajanan manis, tersedia juga aneka gorengan, ketupat sayur, dan lontong sayur yang cocok untuk sarapan. Semua disajikan segar setiap hari, tanpa bahan pengawet, sehingga aman dikonsumsi keluarga.
Agar pengalaman belanja di Pasar Cisalak semakin menyenangkan, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan. Pasar ini buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WIB, namun waktu terbaik untuk berburu adalah pagi hari.
Untuk akses, Pasar Cisalak dapat dijangkau dengan angkutan umum seperti angkot D03 dan D06, atau menggunakan KRL hingga Stasiun Depok Baru lalu melanjutkan dengan ojek online sekitar 10 menit.
Keberadaan Pasar Cisalak bukan sekadar tempat belanja, tetapi juga menjadi denyut nadi perekonomian warga sekitar. Ratusan pedagang menggantungkan hidup dari pasar ini, mulai dari pedagang pakaian, sembako, sayur, hingga jajanan pasar.
Dengan berkunjung dan berbelanja di sini, Anda turut serta menjaga tradisi pasar tradisional agar tetap hidup di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern. Harga yang hemat, produk yang beragam, dan suasana yang khas menjadi nilai plus tersendiri.
Yuk, luangkan waktu akhir pekan Anda untuk menjelajah Pasar Cisalak! Rasakan pengalaman belanja hemat yang autentik, cicipi jajanan pasar legendaris, dan dukung pedagang lokal Depok. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada keluarga dan teman agar mereka juga ikut merasakan serunya belanja di Pasar Cisalak.