Depok News

Berdiri Diawal Pandemi Covi-19, NEC Cimanggis Tetap Survive Hingga Hari Ini

Hanna Aditia dan Eriyanti Soraya Selaku Pengelola NEC Cimanggis

DepokNews – Berkat kegigihan Hanna Aditia dan Eriyanti Soraya selaku pengelola NEC Cimanggis, hingga hari ini NEC Cimanggis yang kini telah masuk tahun kedua beroperasi masih tetap eksis di tengah pandemi, padahal NEC Cimanggis sendiri tumbuh bersamaan dengan masuknya Covid-19 ke Indonesia pada awal tahun 2020.

Tidak sedikit bisnis yang pada akhirnya tumbang di tengah pandemi Covid-19, padahal bisnis tersebut sudah beroperasi sekian tahun lamanya, namun NEC Cimanggis membuktikan pandemi Covid-19 tidak membuatnya berhenti beroperasi, maka kegigihan Hanna Aditia dan Eriyanti Soraya patut diajungi jempol apalagi kaum perempuan sering kali dipandang sebelah mata.

NEC Cimanggis berawal dari kegelisahan Hanna Aditia dan Eriyanti Soraya yang merasa belum tersedianya lembaga kursus bahasa Inggris berkualitas yang menjawab kebutuhan masyarakat di sekitarnya, Hanna Aditia dan Eriyanti Soraya akhirnya memutuskan untuk membuka NEC Cabang Cimanggis yang berlokasi di Komplek Pondok Duta 1, Jl. Mahkota 1 No.2, Tugu.

Gedung NEC Cimanggis

“NEC Cimanggis dibuka berdasarkan kebutuhan pasar akan tempat kursus bahasa inggris yang berkualitas dengan kurikulum internasional dengan harga terjangkau di sekitar wilayah Cimanggis. Pendidikan adalah kebutuhan utama selain kebutuhan sandang, pangan dan papan,” ujar Hanna Aditia kepada DepokNews.

NEC Cimanggis menawarkan sebuah tempat kursus bahasa Inggris dengan konsep Fun, Fluent, Friendly. Dimana sistem pengajaran bahasa Inggris yang diterapkan dengan metode menarik sehingga murid tidak bosan dalam belajar bahasa inggris dan semakin senang dan enjoy menikmati proses belajar bahasa inggris di NEC Cimanggis.

NEC Cimanggis juga fokus untuk meningkatkan kemampuan speaking siswa sehingga menstimulus siswa  untuk berani berbicara bahasa Inggris. Para staff dan tenaga pendidik di NEC Cimanggis juga ditanamkan untuk selalu bersikap ramah, menyenangkan serta memberikan pelayanan terbaik.

NEC Cimanggis juga menerapkan nilai-nilai universal Islam dalam penerapan pembelajarannya seperti berdoa sebelum dan sesudah belajar, terdapat penilaian poin akhlak yang diberikan guru di setiap pertemuan.

“Alhamdulillah saat ini yang sedang berjalan terdapat 89 siswa,” ujar Hanna Aditia, perempuan lulusan Sarjana Teknik Industri ini berharap kedepannya NEC Cimanggis dapat menjadi partner untuk mendukung kemajuan pendidikan di kota Depok bekerja sama dengan pemerintah kota Depok sendiri.

Dirinya berharap kedepan NEC Cimanggis dapat menjadi wadah bagi lembaga-lembaga pendidikan negeri atau swasta untuk menyelenggarakan layanan peningkatan skill bahasa Inggris. Contohnya persiapan kelas toefl untuk karyawan atau PNS, penyedia ekskul bahasa Inggris, english camp virtual, penyelenggaraan dan pelatihan guru untuk persiapan sekolah bilingual.

“Semoga NEC Cimanggis semakin sukses dalam mengemban misi mencerdaskan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang “melek” dengan Bahasa Internasional/ Bahasa Inggris sehingga dengan skill Bahasa Inggrisnya siswa-siswa NEC Cimanggis menjadi insan yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat pada umumnya,” kata Hanna Aditia dengan optimis.

NEC Cimanggis sendiri baru berdiri pada awal tahun 2020, dimana ketika itu pandemi Covid-19 baru masuk ke Indonesia namun hal ini tidak membuat Hanna Aditia dan Eriyanti Soraya patah semangat, justru pandemi seolah tidak berdampak apa-apa terhadap pembukaan NEC Cimanggis.

“Tidak ada kendala pada saat opening. Grand Opening ramai diikuti oleh target market kami, warga dan siswa siswi sekolah sekitar NEC Cimanggis serta sudah banyak siswa yang mendaftar,” jelas Hanna Aditia sambil mengingat-ingat bagaimana grand opening NEC Cimanggis ketika itu.

Meski berjalan lancar namun proses pembelajaran di NEC Cimanggis sempat mengalami kendala ketika pemerintah mengumumkan lockdown namun NEC Cimanggis segera melakukan penyesuaian sehingga NEC Cimanggis yang ketika itu baru saja berdiri bisa tetap survive hingga hari ini.

“Semua strategi kurikulum, marketing serta hal-hal lainnya segera disesuaikan dengan kondisi online. Kami pun aktif untuk melakukan promosi dan branding via sosmed, melakukan pemasangan spanduk serta penyebaran brosur di wilayah sekitar, selain itu tentunya testimoni dari para siswa NEC Cimanggis yang puas terhadap kursus kami,” jelas Hanna Aditia. 

Selain didukung oleh team dari NEC Cimanggis yang hebat. Hanna Aditia juga bergabung dalam Genpro Chapter Depok yang membuatnya semakin bersemangat untuk menjalankan usahanya pasalnya Genpro Chapter Depok terus memberikan motivasi kepada para anggotanya untuk tidak kenal lelah dalam menjalankan usahanya. Genpro Chapter Depok juga sering kali memberikan ilmu pengetahuan menarik soal bisnis.

“Dalam Genpro Chapter Depok terdapat network sebagai sarana marketing, kolaborasi dan koordinasi kemudian adanya ilmu-ilmu bisnis dari praktisi yang sudah melakukan bisnisny,” jelas Hanna Aditia.

Exit mobile version