DepokNews–Bocah kecil usia 6 tahun itu tengah menunggu dengan berdebar-debar. Fajri, demikian nama panggilannya, tengah menunggu gilirannya untuk disunat. Bersama 9 anak lain, ia akan disunat pada pagi itu, Sabtu 5 Februari 2022.

Adalah Rumah Sakit YARSI, Rumah Sakit Syariah pertama di Jakarta, yang menginisiasi sekaligus mendanai kegiatan Khitanan Massal ini.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian RS YARSI terhadap kesehatan reproduksi laki-laki. Seperti kita ketahui, khitan pada anak laki-laki mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangannya kelak.

Khitanan Massal bagi anak-anak warga Depok ini sedianya akan dilaksanakan secara massal dengan 40 peserta khitan di Aula Masjid Jami’ Al Huda Komplek Timah Depok. Namun, mengingat adanya peningkatan level PPKM karena kasus Covid19 varian Omicron di Depok menjadi level 4 hingga tanggal 7 Februari mendatang, maka akhirnya khitanan massal ini diadakan di Klinik Rumah Sunat dr. Mahdian di Jalan RTM, Tugu, Cimanggis, dengan standard prokes yang ketat.

Rumah Sunat dr Mahdian dipilih menjadi operator medis sunat dengan sistem Mahdian Klem, sehingga sunat terasa aman dan nyaman, anak bisa langsung beraktifitas seperti biasa.

RS YARSI menggandeng IMANI Care Indonesia yaitu sebuah Lembaga Sosial Masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan dan sosial dan  Lembaga IZI (Inisiatif Zakat Indonesia).

Acara ini juga didukung oleh Yayasan Mutiara Cendekia, Muslimat Islamic Center Al Huda, Rumah Sunat dr. Mahdian dan Zakat Sukses.

“Kegiatan dilaksanakan secara bertahap selama 4 hari mulai dari Sabtu, 5 Februari hingga Selasa 8 Februari 2022 nanti dan dibatasi hanya 10 anak per hari. Demikian informasi dari Dian Eko Putra, relawan lapangan IMANI Care Indonesia kepada wartawan Depok News.

Sedangkan dr. Evan dari RS YARSI mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja maksimal sehingga sunatan masal di masa pandemi yang secara teknis tidak mudah bisa tetap terlaksana.

“Semoga kerja kita ini menjadi berkah, menjadi amal ibadah dan bagi anak-anak yang dikhitan tentunya akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan,” kata  dr. Evan