Depok News – Fraksi PKS DPRD Kota Depok dipimpin Ketua Fraksi Moh. Hafid Nasir mengunjungi Setu Tujuh Muara yang berlokasi di Jalan H. Kenan RW 014 Kelurahan Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari, Depok (Rabu, 23/02/2021). Selain Moh. Hafid Nasir, kunjungan tersebut juga diikuti oleh beberapa aleg Fraksi PKS, yaitu Sri Utami, Farida Rachmayanti, Khairulloh, dan Ade Supriyatna.

Rombongan Fraksi PKS diterima oleh aparat pemerintah setempat yang dipimpin oleh Camat Bojongsari, Mursalim, didampingi para lurah se-kecamatan Bojongsari (Bojongsari Lama, Bojongsari Baru, Serua, Pondok Petir, Curug, Duren Mekar, dan Duren Seribu). Kehadiran rombongan para aleg PKS tersebut juga disambut oleh pengurus Pokdarwis serta tokoh masyarakat setempat.

Lokasi Setu tepat berada di belakang Perumahan Sawangan Golf & Golf Sawangan. Setu Tujuh Muara atau Setu Gugur atau Setu Cakra Cinangka, dan kini juga sering disebut dengan Setu Sawangan Golf dengan luas 27 hektar. Setu Tujuh Muara menjadi salah satu setu terbesar di Kota Depok. Setu yang berada di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari ini merupakan salah satu daerah resapan atau kantong air di Depok.

Ketua Fraksi PKS, Moh. Hafid Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan tersebut dalam rangka terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok terkait dengan janji kampanye pillwalkot Depok tahun 2020 yang salah satunya adalah terbangunnya alun-alun Kota Depok wilayah Barat. “Lokasi alun-alun berada di Setu Tujuh Muara Kecamatan Bojongsari yang juga berbatasan dengan Kecamatan Sawangan (sering disebut Sabojong), akan berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektar,” imbuhnya.

Pak Hafid, sapaan Hafid Nasir, menambahkan bahwa alun-alun wilayah Barat ini selain akan menjadi ruang terbuka hijau juga memiliki keindahan alam dengan perpaduan dengan keberadaan Setu Tujuh Muara. “Insyaa Allah kami akan usulkan usulkan menjadi destinasi wisata dengan ragam wahana, termasuk wisata kuliner seperti yang tertuang dalam Detail Engineering Design (DED) perencanaan alun-alun Kota Depok,” pungkasnya.

Aleg PKS yang sangat concern dengan isu lingkungan hidup, Sri Utami, menilai Setu Tujuh Muara masih cukup asri. “Hijau pepohonan tumbuh di sekitarnya, kicau burung-burung terdengar, dan airnya pun masih bening. Ada juga pohon-pohon endemik yang sudah langka yang masih hidup di sana, seperti pohon rangkas dan kirai,” imbuhnya.

Bu Uut, sapaan Sri Utami, menambahkan di kawasan Setu yang luasnya sekitar 27,24 hektar ini akan dibangun alun-alun wilayah Barat yang tepat berada di tepiannya. Ini sekaligus merupakan realisasi janji Walikota dan Wakil Walikota Depok terpilih. Muhammad Idris dan Imam Budi Hartono. “Ini menjadi tambahan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai implementasi atribut kota hijau ketiga (green open space). Selain fungsinya untuk rekreasi, pembangunan tempat wisata diharapkan bisa selaras dengan upaya konservasi Setu,” pungkasnya.