DepokNews–Pesantren Sains dan Alquran Al-Abror menggelar konferensi pers terkait pengunduran diri Dewan Pembina dan Dewan Pengawas di ruang rapat Pesantren Sains dan Alquran Al-Abror, Cilodong, Depok pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Ketua I bidang Sarana Prasarana, Dede Komara mewakili kepengurusan pesantren mengatakan pengunduran tersebut cukup memprihatinkan.

“Namun, kami berharap dengan adanya pengalihan dari KH Bakrun Syafii ke Huda Sulistio menciptakan dunia pendidikan di pesantren ini menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Sosok Kyai Bakrun Syafii dikenal sangat dekat dan sayang dengan anak-anak santrinya. Bahkan sampai hafal satu satu nama santri-santinya. Kebaikan dan kiprah Kyai Bakrun Syafii di lingkungan pesantren dan sekitar di dunia pendidikan dan pengasuhan memberikan kontribusi positif pendidikan berkarakter, unggul dan adab.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Huda Sulistio menjelaskan bahwa konferensi pers ini dilakukan untuk mengumumkan peralihan Ketua Dewan Pembina yang lama KH Bakrun kepada dirinya.

“Kedepannya, sesuai dengan visi menjadikan pesantren ini akan lebih baik sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk generasi Qurani yang berakhlak islami dan berprestasi,” ucap Gus Huda sapaan akrabnya.

“Serta memiliki misi yang salah satunya membentuk pribadi santri yang mandiri, berprestasi, dan berakhlakul Karimah,” sambungnya.

Gus Huda menambahkan pada kegiatan ini ada tiga hal yang ditekankan yakni, pertama bahwa yayasan pendidikan Al-Abror akan selalu mengikuti dan melaksanakan program-program pemerintah bukan sebaliknya.

“Kedua, yayasan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menjadikan pesantren ini menjadi layak anak, lingkungan dan pendidikan,” katanya.

“Ketiga akan memastikan ank atau santri mendapatkan pendidikan dan pengamanan terhadap arus informasi dam stigma-stigma informasi yang beredar,” sambung Gus Huda.

Lanjutnya, ia pun menolak stigma-stigma yang negatif terhadap anak muda khususnya bagi santri di pesantren Al-Abror.

“Seperti diketahui stigma-stigma negatif saat ini begitu masif dilingkungan anak muda terutama melalui medsos. Salah satu contohnya pemuda dan remaja itu tidak malu lagi menunjukkan citra diri mereka yang negatif dan hal itu sudah biasa bagi mereka menggunakan kosakata yang tidak baik dan lainnya,” kata Gus Huda.

Baca juga: Ganjar Minta Maaf, Polisi: Tidak Ada Penahanan-Penangkapan Hanya Amankan Agar Tak Ricuh
Untuk membentengi hal tersebut bagi santrinya dan pemuda remaja sebagai penerus bangsa yang hebat, Gus Huda menegaskan Pesantren Al-Abror akan menjadi garda terdepan dengan memberikan arahan dan sosialisasi terkait dampak dari stigma-stigma yang negatif.

“Tentunya dengan jalur keimanan dan memberikan pendidikan yang baik dengan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk bersinergi memberikan edukasi,” ucapnya.

Ia pun meminta kepada wartawan yang hadir pada saat ini untuk mendukung dan mempublikasikan stigma-stigma yang positif agar para santri tidak terpapar virus pemikiran sesat imbas dari stigma negatif tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran kepada rekan-rekan wartawan dan meminta dapat bersinergi bersama-sama memberikan informasi hal-hal yang positif untuk pemuda dan remaja terkhususnya untuk negara Republik Indonesia,” ujar Gus Huda.

Dikesempatan yang sama, Dewan Pengawas Lindens Ginting menyampaikan bahwa pesantren ini akan menjadi pelopor di Kota Depok sebagai ikon anak di Kota Religius sesuai yang diinginkan Pemerintah Kota Depok.

“Sebagai pengawas akan selalu mengingatkan kepada pengurus dan pembina Pesantren Al-Abror dalam hal-hal kegiatan pelaksanaan pendidikan yang religius maupun yang umum,” ucapnya

Menurutnya, dalam pengawasan ini tentunya perlu dukungan dari semua pihak. Tak luput ia akan mengarahkan kepada pengurus dan pembina Pesantren Al-Abror untuk berkoordinasi dengan pihak Dinas dan Kementerian terkait, DPR RI dan DPRD.

“Apalagi diketahui, Gus Huda sebagai Dewan Pembina Pesantren Al-Abror, ia pun merupakan kader milenial di salah satu partai da akan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Jabar dan tentunya akan berkoordinasi untuk pendidikan islami maupun umum,” kata Lisdens.

sumber : https://suarakritis.net/gus-huda-pesantren-sains-dan-alquran-al-abror-akan-jadi-garda-terdepan-bendung-stigma-negatif-di-kalangan-remaja/

Previous articleWakil Wali Kota Depok Dorong Anak Muda Geluti Startup Lewat 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Perempuan Pengusaha
Next articleIstri Irjen Ferdi Sambo Muncul ke Publik