DepokNews — Anggota Komisi 8 DPR RI Fraksi PKS, Hj Nur Azizah Tamhid memberikan catatan terkait penyelenggaraan haji dan umroh tahun 2022 Kemarin. Catatan tersebut disampaikan Nur Azizah Tamhid saat acara Jagong Masalah Haji dan Umrah Tahun 2022 Angkatan XIII’ yang diselenggarakan Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Jawa Baratdi Hotel Savero, Jalan Margonda Raya, Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat (11/11/2022).

“Catatan kami dari komisi 8 terkait penyelenggaraan haji kemarin yaitu masih banyak jamaah yang tidak bisa praktek haji dan umrah. Padahal waktu tunggu meka ada yang dua tahun dan bahkan lebih,”ujarnya.

Menurutnya waktu senggang penundaan keberangkatan seharusnya dimanfaatkan untuk belajar, namun sebaliknya masih banyak kekurangan dari pelaksanaan haji. Berangkat dari hal tersebut Istri dari mantan Wali Kota Depok ini meminta dibuatkan kurikulum manasik haji yang aplikatif dan mudah dipahami.

” Buatkan kurikulum yang aplikatif yang bisa mereka langsung paham. Dan bila perlu pembimbing haji itu harus berpengalaman serta punya sertifikat,”katanya.

Selain itu ia mendorong adanya sinergi yang baik antara pembimbing haji dengan para jamaah selama berada di Arad Saudi. Hal ini agar semua proses berjalan maksimal dan mendapatkan hasil yang bagus.

“Tuntunan ibadah berdasarkan lokasi mereka seperti apa saat di Mekkah ibadahnya seperti apa dan Madinah seperti apa. Kemudian manasik juga bisa melalui bimbingan siaran TV hotel atau praktek langsung,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat, Boy Hari Novian menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai perangkat agar hal tersebut bisa perbaiki.

” Kami akan upayakan. Bila perlu memang ada sertifikasi dan Insa Allah kita maksimalkan dengan baik,”ujarnya.

Ia juga membeberkan kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umroh. Baik tahun 2022 maupun 2023.

Previous articleTinjau Tembok Jebol Paska Banjir, Sri Utami : Solusi Konservatif Membangun Sumur Resapan
Next articleBAZNAS Kota Depok: Mendorong Masjid Menjadi Media Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Model Social Enterprise (MSE)