Bang Dayat: Investasi Pengolahan Sampah Harus Berikan Value for Money bagi Depok

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

DepokNews, BOGOR – Siapa bilang aktivitas anak masjid cuma seputar duduk diam di dalam rumah ibadah? Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Depok baru saja membuktikan bahwa anak muda pecinta masjid juga bisa bikin acara outdoor yang seru abis!
Lewat ajang “Faith Camp 2026” yang digelar pada Sabtu dan Minggu lalu (29-30 Agustus 2026), para pemuda ini sukses menggabungkan konsep healing, touring, sekaligus upgrade skill di Masada Village, Cisarua Puncak, Bogor.
Mengusung nama lengkap kegiatan “Gerak Bersama 2026”, acara ini benar-benar menyajikan vibes khas anak muda masa kini. Keseruannya sudah terasa sejak titik kumpul, karena perjalanan berangkat maupun pulang menuju Puncak ditempuh dengan cara touring sepeda motor bareng-bareng.
Tapi jangan salah, agenda ini bukan sekadar ajang liburan tipis-tipis. Sesuai namanya, FAITH punya makna mendalam sebagai singkatan dari Friendship, Adventure, Inspiration, Teamwork, dan Happiness. Di sini, healing dipadukan dengan capacity building yang bikin pesertanya makin berbobot. Selain di-charge spiritual lewat tilawah dan siraman rohani, para peserta juga digembleng dengan berbagai game kekompakan (team building), pelatihan manajemen event, hingga skill Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Ketua IV BKPRMI Kota Depok, Iwan Rudi Saktiawan, S.Si., M.Ag., menjelaskan bahwa pendekatan out of the box ini sengaja dilakukan agar organisasi tetap relevan dengan jiwa muda dan perkembangan zaman.
“Meskipun BKPRMI adalah organisasi yang mengajak para pemuda dan remaja untuk back to masjid, namun bukan berarti seluruh kegiatan harus di masjid,” ujar Iwan. Ia menambahkan, terobosan ini juga menjadi strategi jitu untuk merangkul lebih banyak remaja. “Dengan adanya kegiatan di alam bebas, diharapkan anak-anak muda lebih tertarik untuk aktif di BKPRMI, sehingga mereka bisa terhindar dari pergaulan atau hal-hal negatif yang ada,” lanjutnya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia sekaligus Direktur Daerah Lembaga Dakwah Syiar Islam (LDSI) BKPRMI, Iwan Saktiawan, S.E., M.Tr.AP., menyebut bahwa momen ini menjadi semacam pit stop untuk menjaga kewarasan dan semangat para pengurus.
“Faith Camp ini menjadi kesempatan bagi pengurus BKPRMI untuk sejenak menikmati suasana alam, mempererat silaturahmi, sekaligus belajar dan mengembangkan diri bersama. Karena kami percaya, pengurus BKPRMI juga perlu ruang untuk berkumpul, saling menguatkan, dan mengisi energi positif,” terangnya.
Demi menjaga efektivitas dan ikatan yang lebih intimate, panitia membatasi kuota peserta maksimal hanya 25 orang. Sepanjang acara, antusiasme dan keceriaan tak lepas dari raut wajah para peserta.
“Mudah-mudahan setelah pulang dari Puncak, semangat untuk berbuat baik dan berkontribusi di tengah masyarakat semakin kuat,” pungkas Iwan Saktiawan.
Harapannya sudah pasti: usai baterainya di-recharge full lewat Faith Camp 2026, para pemuda ini siap comeback ke tengah masyarakat menjadi agen perubahan yang lebih aktif, inovatif, dan produktif.