DepokNews – Bambang Sutopo, SEI., MM, Pembina Yayasan Ruhama menjadi salah satu pemateri dalam webinar yang diadakan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Nusantara (UNINUS)) dengan tema “Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045” . Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 12 Februari 2022.

Dalam webinar tersebut Bambamg Sutopo, SEI.,MM menyampaikan materi Kurikulum Prototipe: Strategi Mewujudkan SDM Unggul menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Marilah kita senantiasa berlindung dan bersandar hanya kepada Allah diera transformasi, era VUCA atau era disruption, era perubahan yang tidak menentu ini, inilah momentum yang tepat utk melakukan refleksi dan perubahan kurukulum kita,” ujar Bambang Sutopo ketika memberikan materi.

Dirinya juga mengatakan, setelah mengalami perubahan akibat pandemi dan berbagai bidang/lapangan kerja terdistruption, education 4.0, dan sedang memulai dari nol lagi. Dunia akan mengalami era borderless yakni era dimana satu negara dengan negara lain tidak ada batasan.

“Maka dari itu saat ini sangatlah tepat untuk dilakukan perubahan kurikulum yang telah dicanangkan oleh Pemerintah di Tahun 2022 yaitu yang lebih dikenal dengan nama kurikulum prototipe, yang menekankan pada skills dan karakter yakni iman, taqwa, akhlak mulia,” jelasnya.

Dalam presentasinya, Bambang Sutopo mengutip arti surah An-Nisa ayat 9 sebagai pengingat, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yg sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan. Oleh sebab itu, hendaklah mereka “bertakwa kepada Allah”, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Atas izin Allah segalanya akan terjadi di alam semesta raya ini, dan Insya Allah generasi bangsa ini dimasa depan akan menjadi generasi terbaik atau disebut Khairu ummah, kata Bambang Sutopo, untuk menjadi generasi terbaik diperlukan ikhtiar dan usaha yang sungguh-sungguh.

“Kita bersama harus sungguh-sungguh dan tidak boleh berhenti, jangan pernah bosan dan putus asa untuk menyiapkan generasi terbaik bangsa ini, khususnya menyongsong generasi emas 2045 yang tidak lama lagi akan sampai di hadapan kita dan telah lama kita cita-citakan bersama.” Ujar Bambang Sutopo dengan penuh semangat.

Kita patut bersyukur atas perubahan kurikulum prototipe pasalnya kurikulum prototipe menekankan kembali kepada pengembangan karakter dan penguatan profil pelajar pancasila yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif , bergotong royong, berbhineka global, hal ini sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional Indonesia yang tercantum dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS pasal 3 tentang Fungsi Pendidikan.

“Tahun 2022 dapat menjadi tahun transformasi bagi dunia pendidikan yaitu dengan dicanangkannya kurikulum paradigma baru atau yang lebih dikenal dengan kurikulum prototipe,” ujar Bambang Sutopo.

Kurikulum paradigma baru atau yang dikenal dengan kurikulum prototipe 2022 merupakan lanjutan arah pengembangan kurikulum 2013 dan diberikan opsi tambahan bagi satuan pendidikan untuk melakukan pemulihan pembelajaran
selama 2022–2024 sebagai akibat dari pandemi Covid-19.

Hal ini sejalan dengan konsep merdeka belajar, kurikulum prototipe 2022 mendorong pembelajaran yang sesuai dengan minat, gaya belajar dan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar, dengan karakteristik utama pada pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter Pancasila, dan fleksibilitas.

“Terimakasih kepada seluruh panitia, peserta seminar dan temen-teman Program Doktoral Uninus atas support dan dukungannya,” pungkas Bambang Sutopo diakhir acara.