Pengawasan Pemerintahan, Warga Tapos Soroti Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

Malam di Depok belum lengkap rasanya tanpa menjelajah sudut Kukusan. Kawasan yang tak jauh dari kampus Universitas Indonesia ini memang sudah lama dikenal sebagai surga kuliner kaki lima. Begitu matahari terbenam, deretan gerobak dan tenda mulai bermunculan, menyajikan aroma menggoda yang sulit diabaikan.
Bagi mahasiswa, Kukusan bukan sekadar tempat mengisi perut. Ini adalah ruang sosial, tempat berbagi cerita setelah kelas, sekaligus solusi hemat di akhir bulan. Menariknya, di balik harga yang bersahabat, cita rasa yang ditawarkan justru kaya akan sentuhan Nusantara.
Berikut lima jajanan kaki lima favorit mahasiswa di Kukusan yang wajib masuk daftar buruan Anda saat malam tiba.
Siapa yang bisa menolak aroma sate bakar yang mengepul di udara malam? Di sepanjang Jalan Kukusan, beberapa penjual sate ayam dengan resep khas Madura menjadi primadona. Tusukan daging ayam yang lembut dibakar di atas arang, lalu disiram bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis.
Yang membuat sate ini istimewa adalah racikan bumbunya yang pekat dan kental, hasil resep turun-temurun. Ditambah irisan bawang merah, cabai rawit, dan perasan jeruk limau, rasanya semakin lengkap.
Bagi mahasiswa yang sedang begadang mengerjakan tugas, sepuluh tusuk sate plus lontong bisa jadi sumber energi sekaligus penghibur suasana hati.
Nasi goreng mungkin terdengar biasa, tetapi di Kukusan ada banyak penjual yang menyajikannya dengan gaya kampung yang khas. Mereka menggunakan terasi, bawang merah, dan cabai utuh yang ditumbuk langsung di atas wajan.
Hasilnya adalah nasi goreng dengan aroma smoky yang kuat dan rasa rempah yang menendang di lidah. Beberapa penjual bahkan menambahkan telur ceplok setengah matang, kerupuk, dan acar timun sebagai pelengkap.
Yang membuat jajanan ini selalu diburu mahasiswa adalah fleksibilitasnya. Anda bisa meminta tingkat kepedasan sesuai selera, menambah sosis, atau memilih ayam suwir. Semua dengan harga yang masih ramah kantong.
Jika Anda menyusuri gang-gang kecil Kukusan, Anda akan menemukan gerobak martabak tahu yang sudah puluhan tahun berjualan. Adonan kulit tipis diisi tahu putih, daun bawang, dan telur, lalu digoreng hingga kecokelatan.
Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam. Disantap dengan cabai rawit atau saus kecap, jajanan ini terasa sederhana namun memuaskan. Harganya pun sangat bersahabat, mulai Rp5.000 per potong.
Tidak jauh dari situ, penjual telur gulung dengan tusukan lidi juga menjadi favorit. Telur dikocok dengan sedikit kaldu, lalu digulung tipis di atas minyak panas. Rasanya gurih, ringan, dan cocok dinikmati sambil berjalan pulang ke kos.
Malam di Depok yang kadang sejuk membuat semangkuk bakso hangat terasa seperti pelukan. Di Kukusan, beberapa penjual bakso urat menyajikan kuah kaldu sapi yang bening namun kaya rasa.
Baksonya kenyal dengan urat yang memberi tekstur unik. Ditambah mie kuning, bihun, sawi, dan taburan bawang goreng, semangkuk bakso bisa menjadi makan malam lengkap.
Tak jarang penjual bakso di sini juga menyediakan mie ayam dengan topping ayam kecap yang manis-gurih. Kombinasi ini sering dipilih mahasiswa yang ingin makan kenyang dengan anggaran di bawah Rp20.000.
Setelah makanan berat, saatnya mencari camilan manis. Di beberapa titik Kukusan, penjual pisang goreng dengan balutan tepung renyah selalu ramai menjelang tengah malam. Pisangnya dipilih yang matang sempurna, sehingga menghasilkan rasa manis alami.
Ada juga kue rangi, jajanan tradisional Betawi yang terbuat dari tepung sagu dan kelapa parut. Dipanggang di atas cetakan tanah liat, lalu disiram gula merah cair. Aroma dan rasanya benar-benar membawa suasana Nusantara ke tengah kota Depok.
Keduanya cocok dinikmati sambil duduk di trotoar, berbagi cerita dengan teman, atau sekadar menikmati malam sebelum kembali ke rutinitas.
Ada beberapa alasan mengapa kawasan ini tidak pernah sepi pembeli, terutama dari kalangan mahasiswa.
Selain itu, kuliner malam di Kukusan mencerminkan keberagaman budaya Nusantara. Mulai dari sate Madura, nasi goreng kampung, martabak tahu, bakso, hingga kue rangi Betawi. Semuanya hadir dalam satu kawasan yang hidup hingga dini hari.
Agar pengalaman kuliner Anda lebih maksimal, simak beberapa tips berikut.
Dengan persiapan sederhana ini, Anda bisa menikmati kuliner malam Kukusan tanpa kendala berarti.
Kuliner malam Kukusan adalah bukti bahwa makanan enak tidak harus mahal. Lima jajanan kaki lima di atas—sate ayam Madura, nasi goreng kampung, martabak tahu dan telur gulung, bakso urat serta mie ayam, dan pisang goreng dengan kue rangi—menawarkan cita rasa Nusantara yang autentik.
Bagi mahasiswa, kawasan ini bukan hanya tempat makan, tetapi juga bagian dari pengalaman hidup di Depok. Di sini, rasa, cerita, dan kebersamaan berbaur dalam satu suapan.
Jadi, kapan Anda akan menjelajah kuliner malam Kukusan? Ajak teman, pilih gerobak favorit, dan nikmati malam dengan sepiring jajanan Nusantara. Jangan lupa bagikan pengalaman Anda di kolom komentar atau media sosial dengan tagar kuliner Depok!


