Kuliner Malam Kukusan: Rekomendasi 5 Jajanan Kaki Lima Favorit Mahasiswa dengan Cita Rasa Nusantara
Foto: Bobby Brown / Pexels
Ragam

Kuliner Malam Kukusan: Rekomendasi 5 Jajanan Kaki Lima Favorit Mahasiswa dengan Cita Rasa Nusantara

19 hours laluOleh Abu Dandan

Malam di Depok belum lengkap rasanya tanpa menjelajah sudut Kukusan. Kawasan yang tak jauh dari kampus Universitas Indonesia ini memang sudah lama dikenal sebagai surga kuliner kaki lima. Begitu matahari terbenam, deretan gerobak dan tenda mulai bermunculan, menyajikan aroma menggoda yang sulit diabaikan.

Bagi mahasiswa, Kukusan bukan sekadar tempat mengisi perut. Ini adalah ruang sosial, tempat berbagi cerita setelah kelas, sekaligus solusi hemat di akhir bulan. Menariknya, di balik harga yang bersahabat, cita rasa yang ditawarkan justru kaya akan sentuhan Nusantara.

Berikut lima jajanan kaki lima favorit mahasiswa di Kukusan yang wajib masuk daftar buruan Anda saat malam tiba.

1. Sate Ayam Madura di Pinggir Jalan Kukusan

Siapa yang bisa menolak aroma sate bakar yang mengepul di udara malam? Di sepanjang Jalan Kukusan, beberapa penjual sate ayam dengan resep khas Madura menjadi primadona. Tusukan daging ayam yang lembut dibakar di atas arang, lalu disiram bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis.

Yang membuat sate ini istimewa adalah racikan bumbunya yang pekat dan kental, hasil resep turun-temurun. Ditambah irisan bawang merah, cabai rawit, dan perasan jeruk limau, rasanya semakin lengkap.

  • Kisaran harga: Rp15.000 – Rp25.000 per porsi
  • Jam ramai: pukul 19.00 – 22.00 WIB
  • Cocok untuk: makan malam bersama teman satu kelompok

Bagi mahasiswa yang sedang begadang mengerjakan tugas, sepuluh tusuk sate plus lontong bisa jadi sumber energi sekaligus penghibur suasana hati.

2. Nasi Goreng Kampung dengan Sentuhan Rempah

Nasi goreng mungkin terdengar biasa, tetapi di Kukusan ada banyak penjual yang menyajikannya dengan gaya kampung yang khas. Mereka menggunakan terasi, bawang merah, dan cabai utuh yang ditumbuk langsung di atas wajan.

Hasilnya adalah nasi goreng dengan aroma smoky yang kuat dan rasa rempah yang menendang di lidah. Beberapa penjual bahkan menambahkan telur ceplok setengah matang, kerupuk, dan acar timun sebagai pelengkap.

Yang membuat jajanan ini selalu diburu mahasiswa adalah fleksibilitasnya. Anda bisa meminta tingkat kepedasan sesuai selera, menambah sosis, atau memilih ayam suwir. Semua dengan harga yang masih ramah kantong.

  1. Pilih gerobak yang antreannya panjang, biasanya paling konsisten rasanya.
  2. Minta telur setengah matang agar teksturnya creamy.
  3. Jangan lupa es teh manis sebagai penyeimbang pedas.

3. Martabak Tahu dan Telur Gulung yang Legendaris

Jika Anda menyusuri gang-gang kecil Kukusan, Anda akan menemukan gerobak martabak tahu yang sudah puluhan tahun berjualan. Adonan kulit tipis diisi tahu putih, daun bawang, dan telur, lalu digoreng hingga kecokelatan.

Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam. Disantap dengan cabai rawit atau saus kecap, jajanan ini terasa sederhana namun memuaskan. Harganya pun sangat bersahabat, mulai Rp5.000 per potong.

Tidak jauh dari situ, penjual telur gulung dengan tusukan lidi juga menjadi favorit. Telur dikocok dengan sedikit kaldu, lalu digulung tipis di atas minyak panas. Rasanya gurih, ringan, dan cocok dinikmati sambil berjalan pulang ke kos.

4. Bakso Urat dan Mie Ayam dengan Kuah Kaldu Hangat

Malam di Depok yang kadang sejuk membuat semangkuk bakso hangat terasa seperti pelukan. Di Kukusan, beberapa penjual bakso urat menyajikan kuah kaldu sapi yang bening namun kaya rasa.

Baksonya kenyal dengan urat yang memberi tekstur unik. Ditambah mie kuning, bihun, sawi, dan taburan bawang goreng, semangkuk bakso bisa menjadi makan malam lengkap.

Tak jarang penjual bakso di sini juga menyediakan mie ayam dengan topping ayam kecap yang manis-gurih. Kombinasi ini sering dipilih mahasiswa yang ingin makan kenyang dengan anggaran di bawah Rp20.000.

  • Bakso urat: Rp12.000 – Rp18.000
  • Mie ayam: Rp10.000 – Rp15.000
  • Tambahan: pangsit goreng atau tahu bakso

5. Pisang Goreng dan Kue Rangi sebagai Camilan Penutup

Setelah makanan berat, saatnya mencari camilan manis. Di beberapa titik Kukusan, penjual pisang goreng dengan balutan tepung renyah selalu ramai menjelang tengah malam. Pisangnya dipilih yang matang sempurna, sehingga menghasilkan rasa manis alami.

Ada juga kue rangi, jajanan tradisional Betawi yang terbuat dari tepung sagu dan kelapa parut. Dipanggang di atas cetakan tanah liat, lalu disiram gula merah cair. Aroma dan rasanya benar-benar membawa suasana Nusantara ke tengah kota Depok.

Keduanya cocok dinikmati sambil duduk di trotoar, berbagi cerita dengan teman, atau sekadar menikmati malam sebelum kembali ke rutinitas.

Mengapa Kuliner Kukusan Selalu Ramai?

Ada beberapa alasan mengapa kawasan ini tidak pernah sepi pembeli, terutama dari kalangan mahasiswa.

  1. Harga terjangkau: sebagian besar menu di bawah Rp25.000.
  2. Porsi mengenyangkan: cocok untuk makan malam setelah aktivitas panjang.
  3. Lokasi strategis: dekat kampus, kos, dan transportasi umum.
  4. Rasa autentik: banyak penjual mempertahankan resep keluarga.
  5. Suasana sosial: tempat bertemu teman dan berdiskusi santai.

Selain itu, kuliner malam di Kukusan mencerminkan keberagaman budaya Nusantara. Mulai dari sate Madura, nasi goreng kampung, martabak tahu, bakso, hingga kue rangi Betawi. Semuanya hadir dalam satu kawasan yang hidup hingga dini hari.

Tips Berburu Kuliner Malam di Kukusan

Agar pengalaman kuliner Anda lebih maksimal, simak beberapa tips berikut.

  • Datang sekitar pukul 19.00 – 21.00 saat semua gerobak sudah buka.
  • Bawa uang tunai, karena sebagian penjual belum menerima pembayaran digital.
  • Pilih tempat yang ramai namun tetap jaga kebersihan sekitar.
  • Jangan ragu bertanya soal tingkat kepedasan atau bahan yang digunakan.
  • Bawa tisu dan air minum sendiri untuk berjaga-jaga.

Dengan persiapan sederhana ini, Anda bisa menikmati kuliner malam Kukusan tanpa kendala berarti.

Kesimpulan

Kuliner malam Kukusan adalah bukti bahwa makanan enak tidak harus mahal. Lima jajanan kaki lima di atas—sate ayam Madura, nasi goreng kampung, martabak tahu dan telur gulung, bakso urat serta mie ayam, dan pisang goreng dengan kue rangi—menawarkan cita rasa Nusantara yang autentik.

Bagi mahasiswa, kawasan ini bukan hanya tempat makan, tetapi juga bagian dari pengalaman hidup di Depok. Di sini, rasa, cerita, dan kebersamaan berbaur dalam satu suapan.

Jadi, kapan Anda akan menjelajah kuliner malam Kukusan? Ajak teman, pilih gerobak favorit, dan nikmati malam dengan sepiring jajanan Nusantara. Jangan lupa bagikan pengalaman Anda di kolom komentar atau media sosial dengan tagar kuliner Depok!

Berita Terkait