Jelajah Kampung Budaya di Beji: Menelisik Tradisi Betawi Depok yang Masih Lestari
Foto: Arie Rachmat / Pexels
Ragam

Jelajah Kampung Budaya di Beji: Menelisik Tradisi Betawi Depok yang Masih Lestari

35 minutes laluOleh Abu Dandan

Depok bukan sekadar kota penyangga Jakarta yang penuh gedung bertingkat dan kawasan hunian modern. Di balik hiruk-pikuk perkotaan, tersimpan jejak budaya yang masih dirawat turun-temurun oleh warga asli. Salah satu yang paling menarik untuk ditelusuri adalah Kampung Budaya di Beji, sebuah kawasan yang tetap setia menjaga tradisi Betawi Depok di tengah arus modernisasi.

Bagi Anda yang penasaran dengan sisi lain Kota Depok, menjelajah kampung budaya ini bisa menjadi pengalaman wisata yang berbeda. Bukan hanya soal foto-foto estetik, tetapi juga soal memahami akar budaya yang membentuk identitas kota ini sejak lama.

Mengenal Kampung Budaya Beji dan Akar Sejarahnya

Kampung Budaya Beji dikenal sebagai salah satu simpul pelestarian budaya Betawi di Depok. Kawasan ini bukan sekadar permukiman biasa, melainkan ruang hidup tempat warga masih menjalankan tradisi leluhur dalam keseharian mereka.

Masyarakat Betawi Depok memiliki ciri khas yang membedakannya dari Betawi Jakarta atau Betawi pinggiran lainnya. Pengaruh budaya Sunda, Jawa, dan Tionghoa berbaur membentuk tradisi unik yang hanya bisa ditemukan di wilayah ini. Beji sendiri merupakan salah satu kecamatan yang masih menyimpan banyak jejak kebudayaan tersebut.

Beberapa hal yang membuat kampung ini istimewa antara lain:

  • Arsitektur rumah tradisional dengan ciri khas Betawi seperti teras luas dan ornamen kayu.
  • Ritual adat yang masih dilakukan untuk pernikahan, kelahiran, dan khitanan.
  • Kesenian rakyat seperti tanjidor, gambang kromong, dan lenong yang rutin dipentaskan.
  • Kuliner khas yang resepnya diwariskan dari generasi ke generasi.

Semua elemen ini menjadikan Kampung Budaya Beji sebagai semacam “museum hidup” yang bisa dikunjungi siapa saja yang ingin mengenal Betawi Depok lebih dekat.

Tradisi Betawi Depok yang Masih Lestari Hingga Kini

Yang menarik dari kampung ini adalah tradisinya tidak berhenti sebagai pertunjukan wisata. Warga benar-benar menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa tradisi yang masih lestari.

1. Palang Pintu dan Tradisi Pernikahan

Palang pintu adalah tradisi khas Betawi yang masih sering dijumpai dalam pernikahan warga Beji. Sebelum pengantin pria bisa masuk ke rumah mempelai wanita, ia harus melewati “palang pintu” berupa adu pantun dan demonstrasi silat.

Tradisi ini bukan hanya hiburan, tetapi mengandung makna filosofis tentang keberanian, kehormatan, dan tanggung jawab seorang laki-laki yang akan berumah tangga. Di Kampung Budaya Beji, palang pintu masih dilakukan dengan khidmat dan penuh semangat.

2. Kesenian Tanjidor dan Gambang Kromong

Saat ada hajatan atau acara kampung, alunan tanjidor dan gambang kromong masih terdengar memeriahkan suasana. Grup-grup kesenian ini umumnya beranggotakan warga setempat yang mewarisi keterampilan dari orang tua mereka.

Gambang kromong sendiri merupakan bukti akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa. Alat musik seperti tehyan dan kongahyan berpadu dengan gambang dan kromong menghasilkan irama yang khas dan merdu.

3. Tradisi Ngarak Pengantin dan Cucurak

Ngarak pengantin adalah arak-arakan pengantin keliling kampung yang masih dilakukan sebagian warga. Sementara itu, tradisi cucurak — makan bersama menjelang Ramadan — juga masih rutin digelar sebagai ajang silaturahmi warga.

Tradisi seperti ini memperkuat ikatan sosial antarwarga. Di tengah kehidupan kota yang makin individualis, Kampung Budaya Beji justru menunjukkan bahwa kebersamaan masih bisa dijaga.

Wisata Kuliner dan Pengalaman Menarik di Kampung Budaya

Menjelajah kampung budaya tentu tak lengkap tanpa mencicipi kulinernya. Beberapa makanan khas Betawi Depok yang wajib Anda coba antara lain:

  • Kerak telor — dibuat langsung di atas tungku arang, disajikan dengan serundeng dan bawang goreng.
  • Bir pletok — minuman rempah tanpa alkohol yang menghangatkan tubuh.
  • Roti buaya — roti khas Betawi yang biasanya hadir dalam acara pernikahan.
  • Nasi uduk Betawi — dengan sambal kacang dan bihun goreng yang menggugah selera.

Selain kuliner, pengunjung biasanya juga bisa menyaksikan langsung pertunjukan seni, belajar silat Betawi, atau mengikuti workshop membuat kerajinan tradisional. Pengalaman seperti ini jarang ditemukan di tempat wisata modern, sehingga cocok untuk wisata edukasi keluarga maupun anak sekolah.

Untuk Anda yang tertarik berkunjung, sebaiknya datang saat ada acara budaya atau akhir pekan agar suasana lebih hidup. Jangan lupa membawa kamera, karena banyak sudut kampung yang menarik untuk diabadikan.

Menjaga Warisan Budaya di Tengah Kota Modern

Keberadaan Kampung Budaya Beji menjadi pengingat bahwa Depok memiliki kekayaan budaya yang tidak kalah dari daerah lain. Tantangan terbesarnya tentu adalah menjaga tradisi ini agar tidak tergerus zaman.

Peran generasi muda sangat penting. Tanpa regenerasi, kesenian seperti tanjidor dan gambang kromong bisa punah. Dukungan dari pemerintah kota, komunitas budaya, dan masyarakat luas juga dibutuhkan agar warisan ini tetap hidup.

Sebagai warga dan pecinta budaya, kita bisa berkontribusi dengan cara sederhana: mengunjungi, mempromosikan, dan menghargai setiap tradisi yang masih dirawat warga Kampung Budaya Beji.

Kesimpulan

Kampung Budaya di Beji adalah bukti nyata bahwa tradisi Betawi Depok masih lestari di tengah derasnya arus modernisasi. Dari palang pintu, tanjidor, hingga kuliner khas, semuanya menyimpan cerita dan nilai budaya yang layak dilestarikan.

Jika Anda ingin merasakan pengalaman wisata yang berbeda di Depok, jadikan Kampung Budaya Beji sebagai destinasi berikutnya. Yuk, mulai jelajahi dan lestarikan budaya Betawi Depok bersama-sama! Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan keluarga agar semakin banyak orang mengenal kekayaan budaya kota kita.

Berita Terkait