Lewat Simulasi Phishing, Mahasiswa S2 Unpam Latih Siswa SMA Sejahtera 1 Depok Waspadai Penipuan Daring
Ragam

Lewat Simulasi Phishing, Mahasiswa S2 Unpam Latih Siswa SMA Sejahtera 1 Depok Waspadai Penipuan Daring

6 hours laluOleh Mujiran

Depoknews – Tujuh mahasiswa Program Studi Teknik Informatika S2, Program Pascasarjana Universitas Pamulang (Unpam), menggelar workshop literasi keamanan siber bagi sekitar 50 siswa SMA Sejahtera 1 Depok pada Jumat (25/9/2026). Bertempat di sekolah yang berlokasi di Jl. Anyelir Raya No. 68, Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini membekali siswa cara mengenali dan menangkal serangan phishing serta social engineering melalui edukasi dan simulasi langsung.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Literasi Cyber Security dan Pencegahan Phishing serta Social Engineering melalui Edukasi dan Simulasi” ini berangkat dari kenyataan bahwa pelajar SMA kini mengelola banyak akun digital sekaligus, mulai dari surel sekolah, ruang kelas daring, media sosial, hingga dompet digital. Semakin banyak akun yang digunakan, semakin besar pula peluang menjadi sasaran penipuan daring. Phishing dan social engineering menjadi ancaman yang paling sering dijumpai karena tidak membutuhkan keahlian teknis tinggi. Pelaku cukup memanfaatkan rasa panik, rasa penasaran, atau kepercayaan korban.

Di sisi lain, pengetahuan keamanan digital yang diterima siswa selama ini umumnya masih berupa imbauan. Kesempatan untuk berlatih mengenali pesan dan situs palsu secara langsung masih jarang didapat.

“Banyak siswa sudah sangat mahir menggunakan teknologi, tetapi belum pernah dilatih membedakan pesan asli dan pesan penipuan. Kami ingin kewaspadaan itu terbentuk lewat pengalaman langsung, bukan sekadar himbauan,” ujar Ketua Pelaksana PKM, Sapta Nugraha.

Dari Konsep hingga Simulasi

Workshop dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama dibuka dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa. Narasumber Indriyani Astuti dan Muhammad Al-Farisy kemudian memaparkan konsep dasar keamanan siber, jenis ancaman yang kerap menyasar pelajar, serta ciri-ciri pesan phishing, mulai dari alamat pengirim, nada pesan, hingga tautan tujuan. Siswa juga dikenalkan pada pola manipulasi yang umum dipakai pelaku social engineering, seperti urgensi palsu, iming-iming hadiah, dan penyamaran sebagai pihak berwenang.

Tim PKM Universitas Pamulang menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan siswa dalam sesi pemaparan.

Materi berlanjut dengan pemaparan cara kerja phishing oleh Ferdiansyah Winardi dan Ferry Setefanus. Keduanya menguraikan tiga tahap serangan melalui skenario surel klaim e-voucher kopi gratis palsu. Surel tersebut mengatasnamakan merek kopi yang dibuat menyerupai merek kopi ternama dengan gerai yang letaknya sangat dekat dari sekolah. Skenario ini sengaja dipilih agar siswa merasa familiar dan menganggap proses klaim voucher mudah dilakukan sehingga terdorong untuk mengisinya. Pertama, pelaku memancing emosi korban dengan iming-iming hadiah instan agar korban lengah. Kedua, korban diarahkan ke situs palsu berupa formulir klaim e-voucher yang harus diisi. Ketiga, kredensial seperti alamat surel yang dimasukkan korban langsung terdata pada halaman hasil pengisian formulir yang dikelola tim pelaksana PKM. Dengan memahami alur ini, siswa diajak membiasakan diri untuk berhenti sejenak dan memeriksa ulang setiap tawaran hadiah atau permintaan pengisian data yang datang tiba-tiba.

Ferdiansyah Winardi dan Ferry Setefanus menjelaskan cara kerja phishing melalui materi “Membedah Anatomi Simulasi Phishing” dengan skenario surel klaim e-voucher kopi gratis palsu.

Sesi kedua menjadi bagian yang paling interaktif. Dipandu fasilitator Ferdiansyah Winardi, Agung Sutopo, dan Abdul Haris, siswa diminta menilai keaslian sejumlah contoh surel, pesan singkat, dan tautan melalui lembar kerja simulasi. Mereka juga mengikuti permainan peran skenario social engineering, berlatih menyusun kata sandi yang kuat, mempraktikkan pengaktifan autentikasi dua faktor, serta berdiskusi tentang langkah yang harus diambil apabila terlanjur menjadi korban.

Seorang siswa menganalisis contoh pesan phishing yang meminta “verifikasi akun” dalam sesi simulasi terkendali.

Tim pelaksana menegaskan bahwa seluruh simulasi bersifat edukatif. Bahan simulasi disiapkan sepenuhnya oleh tim, dan data yang dimasukkan siswa pada formulir tiruan hanya digunakan untuk merekap jumlah siswa yang mengisi, lalu langsung dihapus. Dengan begitu, siswa dapat merasakan bagaimana sebuah serangan bekerja dalam kondisi yang aman dan terkendali.

Hampir Separuh Siswa Klik Tautan Palsu

Selain latihan di kelas, tim juga menjalankan simulasi lapangan berupa pengiriman surel jebakan kepada siswa. Hasilnya menunjukkan betapa mudahnya tawaran instan mengalahkan kewaspadaan. Dari 35 surel jebakan yang berhasil terkirim, 17 siswa membuka tautan palsu dan mengisikan data pribadi melalui tautan tersebut. Artinya, sekitar 48 persen siswa mengklik tautan tanpa ragu dan tanpa memeriksa keasliannya terlebih dahulu.

Temuan itu dipaparkan langsung di hadapan peserta sebagai bahan refleksi bersama. Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa kebiasaan memeriksa pengirim dan alamat tautan sebelum mengisikan data apa pun perlu terus dilatih, bukan sekadar diketahui.

Tim PKM Universitas Pamulang memaparkan hasil evaluasi simulasi phishing lapangan: 17 dari 35 siswa penerima surel jebakan membuka tautan palsu.

Di akhir kegiatan, siswa mengerjakan kuis interaktif, post-test, dan kuesioner kepuasan.

Dibimbing Dosen Pendamping

Seluruh rangkaian kegiatan ini dibimbing oleh dosen pendamping, Dr. Arya Adhyaksa Waskita, S.Si., M.Si., yang mendampingi mahasiswa sejak tahap perencanaan, penyusunan materi dan bahan simulasi, hingga pelaksanaan workshop di sekolah.

Pihak SMA Sejahtera 1 Depok menyambut baik kegiatan ini. Melalui workshop tersebut, tim berharap para siswa tidak hanya mampu melindungi akun dan data pribadinya sendiri, tetapi juga menjadi penyebar kesadaran keamanan digital di lingkungan keluarga dan teman-temannya.

Tim PKM ini diketuai Sapta Nugraha dengan wakil ketua Ferry Setefanus. Anggota lainnya adalah Indriyani Astuti dan Muhammad Al-Farisy sebagai narasumber, serta Ferdiansyah Winardi, Agung Sutopo, dan Abdul Haris sebagai fasilitator. Kegiatan ini turut didukung Ketua Program Studi Teknik Informatika S2 Unpam, Dr. Sajarwo Anggai, S.ST., M.T.

Berita Terkait