DepokNews–Pada kegiatan reses hari pertama aleg PKS Depok Dapil Sukmajaya M. Supariyono mengadakan kegiatan reses di RW 009, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin pukul 19.30 – selesai (8/11/2021). Hadir dalam acara tersebut Ketua RW 009 dan para ketua RT di lingkungan RW 009 serta tokoh masyarakat setempat.

Beberapa warga yang hadir menyampaikan aspirasinya berupa saran dan permohonan kepada Pak Yono, panggilan akrab M. Supariyono. Misalnya, Tri yang meminta agar lowongan pekerjaan di Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) lebih disosialisasikan kepada masyarakat. Warga lainnya, Adi memohon standarisasi pembuatan proposal lebih diperjelas. Sedangkan Thohir mengharapkan pelayanan perizinan sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dipermudah agar tidak memakan waktu berbulan bulan.

Hari kedua reses M. Supariyono diadakan di RW 022 Keluarahan Mekarjaya. Acara berlangsung pukul 09.00 hingga selesai, Selasa (9/11). Ada beberapa aspirasi yang disampaikan warga peserta reses. Tuti, warga Sukmajaya, menyampaikan bahwa Kota Depok secara umum kekurangan tenaga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) karena tenaga yang ada banyak yang memasuki masa pensiun. Sementara Rini, warga Cisalak, memohon PLKB non PNS agar dibantu fasilitasnya, seperti sepeda motor dan perlengkapan lainnya, penambahan insentif, serta permohonan dianggarkannya kegiatan PLKB di tingkat RT dan RW.

Kegiatan reses hari ketiga diadakan di RW 022 Kelurahan Baktijaya pukul 09.00 hingga selesai, Rabu (10/11). Banyak aspirasi yang disampaikan oleh peserta reses kepada Pak Yono yang merupakan politisi senior PKS Depok. Ahmad Munif, warga Sukmajaya, memohon agar didirikan universitas Islam di Kota Depok supaya masyarakat dapat belajar Islam.”Saya mohon Depok ditetapkan sebagai kota santri dan menolak peraturan menteri pendidikan tentang pembolehan sex di kalangan perguruan tinggi,” tegasnya.

Beberapa warga Sukmajaya lainnya juga mengajukan aspirasinya. Misalnya, Siti Julaiha, meminta bantuan untuk ruang kelas baru di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Nursamsi. Iyet yang menyoal saluran air di sekolah MI Al Muhajirin. Beno memohon kaji ulang pendirian SMP negeri agar sekolah swasta tidak kehabisan murid. Sedangkan Zainal meminta agar dipermudah pengeluaran izin IMB untuk madrasah, bantuan laptop dan server untuk assessmen sekolah dan agar guru sekolah madrasah diberikan lagi biaya operasional.

Previous articleHadiri Musda BKPRMI Kota Depok, Aleg PKS Depok Khairulloh Ahyari Ajak Peserta Kembangkan Tiga Hal Penting
Next articleReses Hari Kedua Aleg PKS Depok Khairulloh Sambangi Konstituen di RT 003 RW 004 Kelurahan Kedaung Kecamatan Sawangan