MT Balai Wartawan Depok Jadikan Maulid Nabi Sebagai Momentum Menjadi Teladan dan Kesempatab Wartawan Berdakwah
Ragam

MT Balai Wartawan Depok Jadikan Maulid Nabi Sebagai Momentum Menjadi Teladan dan Kesempatab Wartawan Berdakwah

41 minutes laluOleh Mujiran

DepokNews— Tidak hanya menyampaikan informasi, wartawan juga memiliki ruang untuk ikut menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Semangat itulah yang diwujudkan Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan santunan yatim serta dhuafa.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Merajut Persatuan dan Kesatuan,” kegiatan tersebut digelar di Balai Rakyat 1 Depok, Kamis (24/9/2026). Sekitar 170 jamaah hadir dalam kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut.

Ketua Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok Adie Rakasiwi mengatakan, majelis taklim menjadi salah satu wadah bagi keluarga wartawan untuk turut mengambil bagian dalam dakwah Islam.

Menurutnya, profesi wartawan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jurnalistik. Wartawan juga dapat berkontribusi melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami akan terus memperbaiki diri dan melakukan syiar dakwah yang positif,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jamaah, donatur, serta berbagai lembaga yang telah berpartisipasi mendukung terselenggaranya Maulid Nabi dan santunan tersebut.

Manto: Wartawan Punya Ruang dalam Syiar Islam

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Manto memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan Majelis Taklim Balai Wartawan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Depok mendorong setiap lembaga untuk terus bersemangat dalam mensyiarkan dakwah Islam di tengah masyarakat.

“Termasuk kalangan wartawan, memiliki ruang untuk ikut menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan membangun masyarakat,” ujarnya.

Manto juga menilai momentum Maulid Nabi dapat menjadi ruang untuk melakukan evaluasi diri sekaligus meningkatkan persatuan dan kebersamaan.

KH. Fatkhuri: Nabi Muhammad Teladan Umat

Penceramah KH. Fatkhuri Wahmad, pengasuh Padepokan Islam Nusantara (PIN) Al Bahrain, Cipayung, mengingatkan jamaah bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam.

Ia mengajak jamaah untuk melakukan yang terbaik dalam kehidupan serta menjauhi perbuatan yang dapat membuat Rasulullah SAW malu terhadap perilaku umatnya.

“Perbanyak shalawat Nabi dan jadilah umat terbaik,” pesannya.

Ia menekankan, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diungkapkan melalui peringatan Maulid. Kecintaan tersebut perlu diwujudkan dengan meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Ade Supriyatna Ajak Jauhi Kemaksiatan

Ketua DPRD Kota Depok Ade Supriyatna memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi dan santunan tersebut.

Ia menyatakan dukungannya terhadap berbagai kegiatan positif yang dilakukan masyarakat, khususnya kegiatan yang mendorong penguatan nilai keagamaan dan kepedulian sosial.

Ade juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga Kota Depok dari berbagai bentuk kemaksiatan.

“Jauhkan Depok dari kemaksiatan,” pesannya.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi dapat menjadi salah satu sarana memperkuat akhlak dan membangun lingkungan masyarakat yang lebih baik.

Dihadiri Tokoh Agama dan Berbagai Unsur

Kegiatan diawali dengan tahlil dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan, tausiah, serta doa bersama.

Sejumlah tokoh agama dan masyarakat turut hadir, antara lain Wakil Ketua Umum MUI Kota Depok KH. Nurwahidin, MA, Ketua MUI Pancoran Mas KH. Arief Rahman Hakim, dan Ketua MUI Beji KH. Hafiduddin, MA.

Hadir pula Ketua DPD Forkabi Depok Edi Dadang Chandra (Barok), Direktur Operasional Adeem Tours Haji Erik Saputra, Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, perwakilan KONI Depok, Polsek Pancoran Mas, Kodim 0508/Depok, serta sejumlah undangan lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok menegaskan komitmennya untuk menjadikan majelis taklim sebagai ruang silaturahmi, dakwah, dan kepedulian sosial.

Semangat Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi berlanjut dalam kehidupan melalui keteladanan akhlak Rasulullah SAW, kepedulian terhadap sesama, dan upaya merajut persatuan.

Berita Terkait