Maulid di Almamater, Bang Dayat Kembali ke SDN Cisalak 1: Dari Bangku Sekolah untuk Menginspirasi Generasi

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

DepokNews, Depok 27 September 2026 — Pendidikan politik tidak selalu harus berlangsung dalam ruang-ruang formal. Di tengah masyarakat, pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang tertib, peduli, dan bertanggung jawab.
Pesan tersebut mengemuka dalam agenda pendidikan politik bertema “Hak dan Kewajiban Warga Negara” yang diikuti para pengurus lingkungan di wilayah Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.
Dalam kegiatan tersebut, Hj. Iin Nur Fatinah hadir bersama Anggota DPRD Kota Depok H. Hengky, M.Sos., serta Ketua DPC PKS Kecamatan Sukmajaya Fahmi Irvansyah, S.Pd.I.
Di hadapan para pengurus lingkungan, Hj. Iin menekankan pentingnya memahami politik sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Menurutnya, politik tidak semata-mata berkaitan dengan kontestasi kekuasaan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), politik dipandang sebagai sarana untuk menjalankan nilai amar ma’ruf nahi munkar, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
“Politik bagi PKS adalah sarana untuk amar ma’ruf nahi munkar, agar kita bisa bersama-sama menjaga bangsa dan negara dari kerusakan dan tindakan amoral,” ujar Hj. Iin dalam kesempatan tersebut.
Pesan itu menjadi relevan ketika disampaikan kepada para pengurus lingkungan yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan kehidupan warga. Mereka merupakan bagian penting dari masyarakat yang ikut menjaga komunikasi, kebersamaan, serta kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.
Pendidikan politik pun diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai hak untuk memilih atau terlibat dalam proses politik. Lebih jauh, warga juga perlu memahami kewajiban untuk menjaga ketertiban, menghormati sesama, menaati aturan, serta mengambil bagian dalam membangun lingkungan yang baik.
Melalui dialog bersama masyarakat, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan tanggung jawab bersama.
Dari lingkungan yang paling dekat dengan masyarakat, nilai kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab dapat terus tumbuh. Sebab, menjaga bangsa dan negara bukan hanya tugas mereka yang berada di ruang-ruang kekuasaan, tetapi juga dimulai dari kepedulian setiap warga di lingkungan tempat mereka tinggal.