DepokNews–“Hari ini, Kamis 25 November 2021 adalah Hari Guru Nasional ke-76. Sejarah Hari Guru Nasional (HGN) tak lepas dari perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan tanggal 25 November, kita merayakan Hari Guru Nasional. Hari Guru telah disepakati untuk dirayakan secara nasional berdasarkan Keputusan Presiden nomor 78 tahun 1994,” ucap aleg PKS Depok Hafid Nasir.

Hafid menjelaskan bahwa definisi pendidikan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan akhlak mulia. Sementara pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Permasalahan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah di masa pandemi Covid-19 yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, sebagai akibat dari terjadinya perubahan lingkungan global yang melanda hampir seluruh bangsa di dunia, termasuk yang terkena imbasnya adalah kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan. Pandemi merupakan ujian hebat yang mengajak kita untuk memetik hikmah terkait dengan pendidikan.

Lahirnya sistem pembelajaran daring, sistem pembelajaran jarak jauh, hingga pembelajaran tatap muka dengan kondisi terbatas adalah upaya pemerintah menjalankan amanah dalam Pembukaan UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Upaya pemerintah tersebut dimaksudkan agar kegiatan belajar-mengajar dapat terus berlangsung di masa pandemi ini.

“Serangkaian model pembelajaran diterapkan menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di dunia pendidikan. “Observasi” ini dilakukan dikarenakan tidak seorang pun tahu dan yakin pandemi yang diharapkan berubah menjadi endemi akan berakhir total dan kita bisa beraktivitas seperti sebelum datangnya virus Corona di atas muka bumi ini, dan guru pun harus terus menyesuaikan kebijakan pemerintah,” tambah Hafid.

Situasi dan kondisi ini membuat para guru terus berupaya untuk beradaptasi dengan situasi, kondisi, serta sistem belajar-mengajar guna membantu dan mengantar para murid ke gerbang pintu masa depan, tentunya dengan ilmu pendidikan yang bermanfaat. Para Guru tentu sudah giat dan aktif mencari solusi terbaik demi berlangsungnya pembelajaran di masa pandemi. Sikap-sikap positif ini dan semangat pantang menyerah, adalah sebuah keteladanan untuk anak-anak kita, murid-murid kita, para penerus bangsa.

Sekarang, para orang tua semakin sadar akan pentingnya membimbing anak di rumah. Para guru semakin sadar akan pentingnya teknologi sebagai akselerator pendidikan, dan semua orang mungkin sudah mulai sadar bahwa pendidikan adalah investasi berharga di dunia era dewasa ini. Berangkat dari kesadaran tersebut kita harus bangkit untuk saling mendukung, berkolaborasi, serta bersinergi untuk memulihkan pendidikan di negeri ini.

Guru disebut sebagai pahlawan karena tugasnya yang cukup berat dalam mendidik murid-murid, terutama di masa pandemi ini. Mendidik begitu banyaknya siswa dan memastikan mereka agar menjadi manusia yang bijak bukanlah hal yang mudah. Seorang guru harus mengerti mentalitas siswa yang sekarang semakin beragam meski pembelajaran dilakukan secara virtual dan mereka dituntut untuk menanamkan nilai-nilai manusiawi. Seorang guru pun dapat menjadi panutan utama siswanya dalam menjalani hidup. Sehingga, apa yang dia lakukan sehari-hari akan menjadi contoh bagi para siswanya.

Pekerjaan guru pun tidak berakhir selepas sekolah. Di luar jam tersebut ada banyak hal yang harus dilakukan seorang guru demi murid-muridnya, mulai dari mempersiapkan materi untuk esok hari, memeriksa ratusan lembar tugas hingga melakukan penelitian untuk mencari tahu cara paling efektif untuk menghadapi berbagai macam tipe murid. Mereka inilah pahlawan kita yang mungkin mereka tidak sadari akan apa yang mereka telah lakukan bagi kita. Hari guru merupakan salah satu kesempatan kita untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita terhadap mereka.

“Selamat Hari Guru Nasional yang ke-76 Tahun 2021. Bergeraklah dengan dan dari hati, lalu bersatu kita demi memulihkan pendidikan,” pungkas Hafid Nasir.