Setiyo Sudiyono, Preschap GENPRO Depok 3.0 | Pelaku Sainspreneur & Sociopreneur

DepokNews – Belum lama berselang di Munas Kadin di Kendari 30 Juni – 1 Juli 2021, keterpilihan Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 M. Arsjad Rasjid berkomitmen untuk menjadikan Kadin sebagai rumah besar bagi seluruh pengusaha mikro, kecil, menengah, hingga besar dimana seluruh elemen didalamnya bersinergi dan berkolaborasi. Juga senantiasa memperkuat kemitraan dan kolaborasi dengan pemerintah dalam upaya memulihkan ekonomi nasional dan memperkuat ekonomi daerah dengan menjalankannya ke depan supaya bisa lebih baik.

Kadin bertujuan mewujudkan dunia usaha nasional yang kuat, berdaya cipta dan berdaya saing tinggi, dalam wadah Kadin yang profesional di seluruh tingkat pusat sampai daerah. Sejarah berdirinya Kadin di tahun 1968 dan sesuai amanat dan semangat UUD 1945 pasal 33 dan UU No 1 Tahun 1987 ada 10 Tupoksi Kadin, mereka yang berjiwa besar dan bersikap patriot yaitu para pimpinan dan anggota Kadin terpilih mampu menjadikan wadah Kadin ini jalan kebaikan dan manfaat sinergi seluruh potensi perekonomian nasional dan daerah.

Dunia usaha yang tangguh apalagi pasca pandemic covid19 berbagai peran pemulihan ekonomi nasional dan daerah sangat dibutuhkan. Adalah tulang punggung perekonomian nasional yang sehat dan dinamis untuk mewujudkan pemerataan, keadilan dan kesejahteraan rakyat, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Juga mendorong pemerataan kesempatan berusaha yang seluas-luasnya bagi dunia usaha, menginspirasi semangat wirausaha serta berusaha mengajak bergabung para pengusaha dalam anggota Kadin demi kemajuan bersama.

Kadin bisa menjadi regulator kebijakan ekonomi selain berperan sebagai komunikator, fasilitator dan koordinator kepentingan dunia usaha. Kadin bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan menjaga reputasi kemandirian ekonomi serta menciptakan kekuatan pertumbuhan dunia usaha, tenaga siap pakai, teknologi siap pakai dan sektor-sektor strategis pembangunan nasional dan daerah setempat. Pesan ini sebagian termaktub dalam visi misi Kadin. Adapun diskusi kue anggaran, csr dan peluang proyek atau bisnis jangan menjadikan kerdil nama besar Kadin karena perannya di masyarakat pelaku usaha tidak banyak dirasakan apalagi ada oligarki yang mengatur. Kadin sebagai organisasi yang dilahirkan UU, bukan orpem juga bukan orpol dipandang perlu dan penting untuk dimiliki bersama-sama para pengusaha. Turut menghadirkan dan membesarkan Kadin punya spiritnya para pengusaha dan penggerak.

Pola komunikasi dan koordinasi peran strategis yang terbangun baik, responsif dan respek dampaknya bisa mencari solusi efektif untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di Kota Depok saat ini. Coba kita mengintip data APBD Kota Depok tahun 2022 sekitar Rp 3,5 triliun lebih. Angka tersebut digunakan untuk belanja langsung sekitar Rp2,1 triliun dan belanja tidak langsung Rp1,4 triliun. Silpa nya hampir 30% membengkak di akhir tahun belanja anggaran. Nilai PDB Kota Depok perputaran uangnya setiap tahun lebih dari Rp 45 triliun terdiri dari produksi barang dan jasa yang 63% nya adalah perdagangan barang dan jasa. Semua itu berkat peran serta stakeholder dari pengusaha, investor dan tentu pelaku UMKM. Peran mereka menumbuhkan pendapatan daerah sangat besar, maka Kadin dan Pemkot Depok perlu bergandeng tangan mewujudkan sinergi pembangunan berkemajuan itu.

Jadikan berperan besar bukan jadi perang eksistensi apalagi perang besar baratayudha, bermain curang janganlah karena kita bukan Kurawa! Jika orientasinya semangat berdaya saing, masing-masing saling menguatkan dan memajukan prestasi maka hasilnya adalah kemajuan bersama. Saling nyaman, aman dan bahagia walaupun prosesnya adalah memenangkan persaingan. Jelas indikator apa saja untuk kemajuan yang dicapai juga keunggulan yang diraih. Bersatu untuk kemajuan. Klik.

Ada 5 tantangan besar dan konkrit mewujudkan perekonomian bangkit dan berdaya. Selama perjalanan Kadin dan Pemkot Depok di usia 22 tahun terus membangun roda perekonomian dan kemajuan yang dicapai. Disamping tren positif, game changer pemulihan ekonomi, kesehatan, pendidikan yang terkena dampak pandemic covid19 selama 2 tahun ini.

Tantangan pertama Produktif dan produktivitas, produktif pemimpin dan pengusahanya, dan produktivitas tenaga kerja dan sdm-nya. Perubahan positif akan melahirkan semangat produktif, semakin efektif dan efisien dalam menyelesaikan pekerjaan. Bukan yang terlihat paling sibuk bekerja apalagi tidak fokus dengan prioritas pekerjaannya. Produktivitas kerja bukan dihitung dari banyaknya kuantitas, tetapi berapa kualitas pekerjaan yang diselesaikan. Bukan hanya kerja keras yang dikejar, tetapi juga butuh kecakapan kerja cerdas dan kerja tuntas menjadi terampil dan ahli. Belum dihitung angka TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) terkini di Kota Depok, apakah masih sekitar 10% berarti hampir 120.000 orang tidak produktif, melebihi jumlah pelaku usaha yang ada, mesti ada penurunan agar naik produktivitasnya. Konkritnya bisa dilakukan pemberdayaan dari 50% nya sekitar 60.000 bisa dijadikan tenaga kerja freelance, marketer, reseller, kurir, bursa kerja, transmigrasi, optimalisasi LPK yang ada. Pentingnya pembinaan, pendampingan dan pelatihan intensif agar skala produktivitasnya naik. Belum kita hitung berapa banyak asset lahan tidak produktif, seperti situ-situ, lahan kosong, bangunan kosong yang belum dimanfaatkan agar bisa produktif.

Tantangan kedua Kreatif dan kreatifitas, tumbuhnya ekonomi kreatif dan industri kreatif yang menjanjikan di Kota Depok dan terbukanya ruang kreativitas hampir di setiap perusahaan dan pemerintahan perlu didorong, dihargai dan diberikan ruang gerak berkreasi. Ada kreasi yang tercipta, maka ada inovasi yang tumbuh. Lingkungan yang terbentuk harus kondusif, menyenangkan, spontan, fun, maka akan lahir ide-ide konstruktif, kreatif dan gila. Menjamurnya café-café, resto-resto unik, co-working space, virtual office, sekolah virtual, produk2 inovatif (dari bahan, olahan, kemasan, barang bahkan jasa inovatif), online shop, marketing online, dan aplikasi digital pun sudah banyak bertebaran di seantero Depok dan karya asli warga Depok. Industri dan karya kreatif yang berkembang pesat akan menggerakkan roda ekonomi Kota Depok. Kontribusi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Depok cukup besar hampir 7% menyumbang 4 triliun rupiah pendapatan daerah. Konkritnya perlu perhatian, apresiasi dan kesempatan luas supaya karyanya dinikmati banyak orang. Belum lagi kehadiran para endorser atau influencer yang ada seperti selebgram, youtuber, tiktoker atau para imers wirausaha muda di Depok. Sampai industry wisata kreatif dan hiburan yang bisa menghasilkan.

Tantangan ketiga Solutif dan berbagi peran, setiap kita didorong dapat menyelesaikan masalah dan mencari jalan keluar bersama-sama. Bukan mencari-cari masalah apalagi membuat masalah lama menjadi baru. Berpikir positif, growth mindset dan bermental baja karena ini DNA nya pengusaha yang sukses. Siapapun menjadi bagian dari peran-peran kecil pemberdayaan bahkan pengabdian. Banyak sekitar kita membutuhkan uluran tangan bukan hanya harta yang disumbangkan, uang yang didonasikan, tetapi DNA pengusaha akan bisa lebih membantu naik kelas usaha kecil mereka menjadi beromzet besar. Investasi pemikiran, waktu dan pengorbanan akan menjadi kebermanfaatan nllai (value) bisnis kita, terserah mau disebut personal brand atau corporate brand anda. Berbagi itu indah. Konkritnya jika sampai di tiap 11 kecamatan sampai 63 kelurahan bahkan tingkat 925 RW ke 5.291 RT ditumbuhkan wirausaha baru, digiatkan kompetisi bisnis start-up, kur, pasar rakyat, 1 katar atau 1 pkk lahir 1 pengusaha baru ini sudah cukup menjadi rangsangan mereka berdaya. Jika ini berhasil 1 RT 1 wirausaha baru saja sudah lahir 5.000 an UMKM baru setara dengan pendapatan hampir Rp1 triliun mungkin bisa setara dengan APBD nya Rp3,5 triliun. Bersama Kadin dan Pemkot Depok bisa menyiapkan market potensial dan membantu kurasi permodalan .

Kadin bisa menjadi katalisator keberlangsungan usaha dengan menciptakan pertumbuhan pengusaha nasional, daerah dan UMKM serta mendorong peningkatan kualitas kompetensi dan kapasitas pengusaha. Kadin bisa menjadi jembatan antara pengusaha dan pemerintah daerah khususnya, karena dalam jangka pendek pemulihan sektor industri yang terdampak masih amat bergantung pada peran pemerintah. Pengusaha dan Kadin bisa mendorong pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan di dunia usaha, seperti masalah investasi, pajak, insentif dunia usaha, dan jaminan pemerintah kepada korporasi atau perusahaan. Masih banyak program yang belum selesai, seperti: menginventaris data pengusaha menurut BPS Kota Depok ada 85.000 pelaku usaha, mengajak pelaku usaha masuk anggota Kadin sesuai PP mengharuskan pengusaha menjadi anggota Kadin, pengembangan sektor strategis pembangunan dan kontribusi PAD dan pembinaan UMKM naik kelas. Jelas Kadin harus bisa menjembatani berbagai kebutuhan dunia usaha kepada pemerintah.

Tantangan keempat Menangkan hati anggota dan teman pengusaha bukan jadi lawan. Apa yang lebih penting untuk para kandidat Ketua Kadin: memenangkan kursi panas Kadin atau memenangkan hati pemilihnya ya anggota Kadin dan teman-teman pelaku usaha lainnya? Menjadi pemimpin proses perjalanannya akan dicibir oleh banyak orang, dikritik habis, mendengar atau didengar suaranya dan jangan baperan. Berapa kali sudah semua pimpinan Kadin turun ke masyarakat pengusaha dari yang besar ke kecil? Jika ada 85.000 pengusaha tergabung dalam 50an komunitas kelar sudah agenda kunjungan dalam tempo 1 tahun. Jika ada 60an pabrik dan perusahaan di kawasan industri Depok kelar sudah berkunjung selama 2 tahun. Belum ditambah undangan-undangan penting di dalam dan luarnegri, semua pimpinan berbagi tugas dalam kurun waktu 5 tahun akan dapatkan hasil kunker Kadin maksimal. Dan semua pihak merasa diperhatikan dan didiskusikan problem solvingnya serta merangkum potensi peluang yang ada.

Tantangan kelima Gairahkan semangat berwirausaha dan bertumbuh. Banyak CSR yang siap membantu terciptanya wirausaha baru supaya tersalurkan manfaat positif dan produktif. Tidak mesti mengandalkan APBD atau ABT yang terbatas untuk pembangunan dan operasional ASN pemda. Banyak perusahaan yang siap menggulirkan program magang bisnis dan bantuan modal dari dana CSR perusahaan tersebut. Tentu ada kurasi proposal bisnis dan presentasi bisnis yang menjanjikan. Kadin dan Pemkot Depok bisa gairahkan semangat wirausaha muda dari kalangan mahasiswa di 20an Kampus sampai setingkat SMK vokasi dan SMA yang berjumlah hampir 70an. Bentuknya bisa kampuspreneur, edupreneur atau studentpreneur. Mereka bisa dibina seimbangkan prestasi belajar dan berbisnis cerdas. Seperti poin ke 3 menjadi solution maker perubahan positif dan profit. Begitupun program kampungpreneur dari tingkat RT dan RW lahirkan 1-10 pelaku usaha baru UMKM. Berapa kira-kira value bisnis yang terkumpul jika brandingnya dimainkan, leadership dan marketing bisnis modelnya di scale-up? Triliunan rupiah sangat mungkin. Berapa banyak sudah start-up dunia bahkan lokal yang mampu mencapai kesuksesan tersebut dan mengangkat inspirasi generasi mudanya dan menaikkan PAD serta branding daerahnya.

Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2021. Jadilah pahlawan bagi keluarga dan team anda serta warga di lingkungan kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Guru pahlawan tanpa tanda jasa, kita besar dan sukses karena jasa guru-guru kita. Mereka mengajarkan kita menjadi orang sukses (pengusaha –red) untuk tidak berjanji palsu, berikan data palsu, pasal-pasal karet apalagi tidak siap kalah. Jadikan perhelatan Ketua Kadinda Depok diapresiasi semua pihak tidak cacat pemilihan pemenang yang berakibat dualisme kepemimpinan. Tunjukkan berjalan demokratis, profesionalitas dan dapat bersinergi dengan Pemkot Depok. Kadin yang isinya para DNA nya pengusaha pernah jatuh bangun bisnisnya dan bermitra professional. Pengusaha jadilah pahlawan pemberdaya dan kemandirian.

Previous articlePembangunan Pasar Sawangan Capai 40 Persen
Next articleTerdakwa Adam Ibrahim Dituntut Tiga Tahun Penjara