Kopdar ke-9 IMQI Kota Depok: Menyambung Jejak Ulama, dari Manaqib, Ziarah, hingga Khidmah Al-Qur’an

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

DepokNews, DEPOK, 27 September 2026 — Upaya mengenalkan dan menjaga kebudayaan daerah terus dilakukan melalui ruang-ruang perjumpaan yang dekat dengan masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar di Kota Depok, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Hj. Iin Nur Fatinah, SE, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, tersebut mengangkat pengenalan budaya lokal melalui berbagai bentuk ekspresi seni, mulai dari tari, musik, hingga kerajinan (craft).
Yang membuat kegiatan ini terasa berbeda adalah keterlibatan pemuda dan pemudi yang memiliki perhatian serta ketertarikan terhadap kebudayaan daerah. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi turut menjadi bagian dari ruang belajar dan berbagi tentang bagaimana budaya lokal dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi Iin, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu. Budaya juga merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu dirawat bersama, terutama dengan melibatkan generasi muda.
Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak muda mendapatkan ruang untuk mengenal kekayaan budaya secara lebih dekat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya di daerahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Depok H. Ade Supriyatna, MAP, Ketua Komisi C DPRD Kota Depok H. Hengky, M.Sos, Ketua DPD PKS Kota Depok H. Heridianto, SKM, serta Ketua DPC PKS Sukmajaya Fahmi Irvansyah, S.Pd.I.
Kehadiran para tokoh tersebut turut memberikan dukungan terhadap semangat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus membuka ruang bagi pengembangan seni dan kebudayaan lokal.
Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan menciptakan ruang agar masyarakat dapat mengenal, mempraktikkan, dan mengembangkan budaya secara kreatif.
Dari gerak tari, alunan musik, hingga karya kerajinan tangan, Sapa Warga Berbasis Budaya menjadi pengingat bahwa budaya akan tetap hidup ketika ada generasi yang mau mengenal, mencintai, dan meneruskannya.
Karena pada akhirnya, menjaga budaya bukan hanya tentang mempertahankan masa lalu, tetapi juga tentang memastikan generasi masa depan tetap memiliki akar dan identitas di tengah perubahan zaman.