Cilangkap Tapos – Anggota DPRD PKS Kota Depok Ade Firmansyah hadir pada kegiatan Subuh Gabungan Forum DKM Ulama Se-Kelurahan Cilangkap Kecamatan Tapos Kota Depok pada Ahad (13/3/2022) bertempat di Masjid Baiturahman RT. 02 RW.04 Cilangkap Tapos.

Acara subuh gabungan dihadiri Lurah Cilangkap Teguh Santoso, KH. Najmuddin Muzayyin, KH. Salim Firdaus, Kiyai muda Cilangkap Ustad Muhammad Zein serta Ketua Forum DKMU Cilangkap Ustad Hapi Zajuli, Sekertaris FDKMU Ustad Hendra dan para ketua DKM se-Kelurahan Cilangkap Tapos.

Pada kesempatan itu Ade Firmansyah menyebut peran penting masjid terhadap permasalahan umat di antaranya kenakalan remaja. Ia juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, alim ulama, dan para ustad untuk melakukan aktivasi kegiatan pengajian remaja di setiap masjid-masjid yang ada di Kelurahan Cilangkap.

“Aktivasi kegiatan pengajian ini dalam rangka upaya preventif melakukan pencegahan tindakan atau yang sedang marak sekarang kenakalan remaja disertai dengan kekerasan,” ujar Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, dengan aktivasi pengajian remaja tersrbut maka fungsi dan peran dari masjid bisa memberikan pembekalan agama atau kegiatan-kegiatan yang positif.

“Manfaatnya dalam rangka melakukan motivasi kebaikan, agar mencegah anak remaja remaja yang ada di wilayah Kelurahan Cilangkap tidak melakukan kenakalannya dengan disertai kekerasan,” imbuhnya sembari menyertakan video aktifitas pihak kepolisian mengantisipasi kenakalan remaja.

Dalam video yang dikirimkan Ade Firmansyah , aparat kepolisian meminta masyarakat dan partisipasi stakeholder dalam melakukan pencegahan kenakalan remaja.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan dalam keterangan resminya menyebutkan, keberhasilan Polres Metro Depok mengungkap pengeroyokan di Pancoranmas, Kota Depok.

Keterangan yang disampaikan Direskrimum Polda Metro jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat juga menyebutkan, bahwa rata-rata pelaku berusia belasan tahun yang masuk dalam kategori usia remaja. Dalam hal masalah kenakalan remaja, mereka mengidentifikasikan dirinya sebagai kelompok yang kuat, berani melukai orang lain walaupun korbannya tidak punya salah dan tidak punya urusan dengan kelompok tersebut.

“Dari analisa tersebut lebih menekankan kepada masalah sosial, mulai dari ketahanan keluarga. Ini akan coba disentuh dengan melibatkan semua stakeholder. Apakah itu pendidik, sekolah, RT/RW setempat untuk mencegah ini terjadi,” ungkap Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. (shl)