Liga Memanah FESPATI Depok 2026 Seri I Digelar, Ketua KORMI Dorong Pemanah Bersiap Menuju FORNAS 2027

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

Depok, kota yang kini dikenal sebagai kawasan penyangga Jakarta dengan julukan Kota Kembang, menyimpan sejarah panjang yang tidak banyak diketahui orang. Di balik gedung-gedung modern dan pusat perbelanjaan yang menjamur, tersimpan jejak kolonial Belanda yang membentuk identitas kota ini selama berabad-abad.
Bagaimana sebenarnya perjalanan Depok dari sebuah tanah partikelir hingga menjadi kota otonom seperti sekarang? Mari kita telusuri jejak sejarahnya yang menarik ini.
Sejarah Depok tidak bisa dilepaskan dari sosok Cornelis Chastelein, seorang pejabat tinggi VOC yang membeli tanah di kawasan ini pada akhir abad ke-17. Nama “Depok” sendiri konon berasal dari kata dalam bahasa Sunda, deprok, yang berarti duduk bersila — menggambarkan suasana tenang kawasan ini saat itu.
Pada tahun 1696, Chastelein membeli tanah seluas sekitar 1.244 hektar yang membentang di tepi Sungai Ciliwung. Tanah ini kemudian ia kelola sebagai perkebunan dan tempat tinggal, jauh dari hiruk-pikuk Batavia yang saat itu menjadi pusat kekuasaan Belanda.
Yang menarik, Chastelein bukan sekadar tuan tanah biasa. Ia dikenal sebagai pemilik yang relatif humanis terhadap para pekerjanya, yang sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Nusantara.
Sebelum meninggal pada 28 Juni 1714, Chastelein mewariskan tanahnya kepada 12 keluarga budak yang telah dibebaskannya. Keputusan ini sangat tidak lazim pada zamannya dan menjadi fondasi terbentuknya komunitas yang kemudian dikenal sebagai Depok Lama.
Kedua belas keluarga tersebut antara lain:
Komunitas ini kemudian berkembang menjadi kelompok masyarakat yang unik: berbahasa Belanda, menganut Kristen Protestan, namun memiliki darah Nusantara. Mereka inilah yang disebut sebagai Belanda Depok — sebuah identitas yang hingga kini masih melekat dalam ingatan kolektif warga Depok.
Pada tahun 1871, Depok secara resmi diakui sebagai gemeente (kotamadya) oleh pemerintah Hindia Belanda. Ini menjadikan Depok sebagai salah satu wilayah pertama di Nusantara yang memiliki sistem pemerintahan lokal modern, lengkap dengan dewan kota dan kepala pemerintahan sendiri.
Status ini membuat Depok memiliki otonomi yang jarang dimiliki daerah lain pada masa itu, meskipun tetap berada di bawah pengawasan kolonial.
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, status Depok mengalami beberapa kali perubahan. Kawasan ini sempat menjadi bagian dari Kabupaten Bogor, lalu masuk ke wilayah Jakarta, sebelum akhirnya pada 27 April 1999 resmi ditetapkan sebagai kota administratif.
Puncaknya terjadi pada 20 April 1999 ketika Depok resmi menjadi kotamadya otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999. Sejak saat itu, Depok terus berkembang pesat menjadi kota penyangga Jakarta yang dinamis.
Beberapa tonggak penting perkembangan Depok modern:
Julukan Kota Kembang yang melekat pada Depok memiliki beberapa tafsir. Ada yang mengatakan julukan ini muncul karena dulu Depok dikenal sebagai kawasan dengan banyak taman dan bunga yang indah, terutama di area perkebunan Belanda.
Versi lain menyebutkan bahwa “kembang” merujuk pada kembang desa — karena banyaknya putri Depok yang dikenal cantik pada masa kolonial. Hingga kini, julukan ini tetap digunakan sebagai identitas kota, meskipun lanskap Depok sudah jauh berubah dari masa ke masa.
Meskipun pembangunan terus berlangsung, jejak sejarah Depok masih bisa ditemui jika kita mau menelusuri:
Keberadaan situs-situs ini menjadi pengingat bahwa Depok bukan sekadar kota satelit yang sibuk, tetapi juga memiliki akar sejarah yang dalam dan berharga.
Perjalanan panjang Depok dari tanah partikelir milik Cornelis Chastelein hingga menjadi kota modern seperti sekarang adalah kisah yang inspiratif. Jejak Belanda yang masih terasa, komunitas Depok Lama yang unik, serta julukan Kota Kembang yang melegenda menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kota ini.
Bagi Anda warga Depok atau siapa pun yang tertarik dengan sejarah, luangkan waktu untuk menjelajahi jejak-jejak masa lalu kota ini. Siapa tahu, Anda akan menemukan cerita menarik yang belum pernah Anda dengar sebelumnya.
Bagaimana pendapat Anda tentang sejarah Depok? Apakah Anda pernah mengunjungi situs-situs bersejarah di kota ini? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar, dan jangan lupa ikuti terus berita dan artikel menarik seputar Depok hanya di Depok News!