DepokNews — Wakil Wali Kota, Imam Budi Hartono didampingi beberapa pejabat Pemerintah Kota Depok mengunjungi TPA Nambo di Bogor, Selasa (13/4/2022).

Setelah mengunjungi TPA Nambo Wakil Wali Kota membeberkan bahwa pembuangan sampah ke TPA Nambo sampai saat ini belum bisa dilakukan dengan beerbagai sebab.

“Berbagai persoalan menjadi penyebab sampah Kota Depok belum bisa di buang ke TPA Nambo. Pertama adalah curah hujan yang cukup besar membuat infrastruktur di Nambo banyak terkena imbas diantaranya adalah longsor lalu juga yang tak kalah pentingnya mesin pengadaan buat pengolahan sampah juga tertunda kedatangannya akibat dari perang antara Rusia dengan Ukraina karena mesin itu didatangkan dari luar negeri,” kata Imam Budi Hartono.

Di Kota Depok sudah dalam kondisi darurat. Sebab kata dia sampah yang terus dibuang ke TPA Cipayung akan menjadi masalah lantaran dapat memicu terjadinya longsor.

“Sampah tidak mungkin lagi ditumpuk di TPA Cipayung. Ketika nanti sampah yang kapasitasnya 1200 ton per hari menjadi masalah jika ditimbun di atas tumpukan sampah bisa menyebabkan terjadinya longsor dan membahayakan,” tambah Imam Budi Hartono.

Menurutnya selama ini sudah ada 3 kejadian longsor di Cipayung. Oleh karena itu pemerintah sudah berencana dan telah dianggarkan. Namun keinginan serta mimpi yang diwujudkan untuk membuang sampah di TPA Nambo akan menjadi Silpa yang lumayan besar jika tidak jadi di buang ke Nambo.

” Dan amat sangat sayang jika ini terjadi lagi pada tahun ini. Untuk itu kami harus melakukan antisipasi jika nanti ada penundaan pembuangan sampah di Nambo,”katanya.

Adapun antisipasi yang akan dilakukan kata Imam ialah membuat sebuah pengolahan sampah skala kecil walaupun hanya 100 ton perhari.

” Ini akan dibuat di Kota Depok, mudah-mudahan menjadi alternatif pertama dalam mengurangi volume sampah sebanyak 100 ton per hari,”ungkapnya.

Selanjutnya yaitu dengan cara mengolah ini jika nanti ternyata visible menurut bisnis.Maka bisa diperbesar menjadi 500 ton perhari untuk kapasitas pengolahan sampah.

“Bisa sampai 500 ton per hari untuk itu uang yang ada mungkin rencananya bisa digunakan untuk pembebasan lahan sedikit demi sedikit. Itu untuk bisa mengantisipasi terhadap pembuangan sampah yang jika tahun ini tertunda,”pungkasnya.