Depoknews–Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan perempuan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga, tim dosen dari Program Studi S1 Kebidanan Universitas Gunadarma melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada peningkatan kapasitas Wanita Usia Subur (WUS) melalui edukasi pentingnya kontrasepsi untuk mewujudkan keluarga sejahtera. Kegiatan ini dilaksanakan bersama kelompok ibu-ibu PKK di Perumahan Graha Pemda, Desa Simpangan Kabupaten Bekasi.
Kelompok ibu-ibu PKK di Perumahan Graha Pemda dipilih sebagai mitra pengabdian karena memiliki peran strategis dalam pemberdayaan keluarga serta penyebaran informasi kesehatan di lingkungan masyarakat. Desa Simpangan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang aktif, namun belum mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi secara optimal. Oleh karena itu, sinergi antara tim pengabdian, kader PKK dan tenaga kesehatan setempat diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan cakupan penggunaan kontrasepsi secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember 2025, diikuti oleh 17 orang peserta. Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Dr. Arini Kusmintarti, M.Kes, dengan anggota Kasyafiya Jayanti, S.Keb., Bd., M.Kes, Veronica Fary, M.Kes, Dr. Sri Hayuningsih, SKM., S.SiT., Bdn., MKM serta Retno Ekawaty, SST., MKM. Kegiatan ini juga melibatkan enam orang mahasiswa Program Studi S1 kebidanan Universitas Gunadarma yang turut berperan aktif dalam membantu pelaksanaan edukasi dan pendampingan peserta.
Kegiatan utama berupa pemberian edukasi kesehatan mengenai pentingnya kontrasepsi sebagai bagian dari perencanaan keluarga. Materi yang disampaikan meliputi pengertian kontrasepsi, jenis-jenis kontrasepsi, manfaat penggunaan kontrasepsi, serta efek samping yang mungkin timbul. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh para peserta.
Sebelum penyuluhan dimulai, seluruh peserta diberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal terkait kontrasepsi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 10 dari 17 orang peserta masih merasa takut dan belum bersedia menjadi aseptor KB. Kekhawatiran peserta umumnya berkaitan dengan efek samping kontrasepsi serta masih adanya persepsi negatif terhadap penggunaan kontrasepsi modern.
Setelah dilakukan penyuluhan dan diskusi interaktif, peserta kembali diberikan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana seluruh peserta (17 orang) mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Antusiasme peserta juga terlihat pada sesi tanya jawab, di mana para ibu aktif mengajukan pertanyaan terkait pemilihan metode kontrasepsi yang aman dan sesuai dengan kondisi masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai pentingnya perencanaan keluarga. Selain itu, edukasi yang diberikan bertujuan mengubah persepsi negatif terhadap kontrasepsi modern serta mendorong keterlibatan suami dan keluarga dalam mendukung penggunaan kontrasepsi. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perubahan sikap dan perilaku positif dalam penggunaan kontrasepsi secara rasional dan berkelanjutan.
Ketua RT 002 Perumahan Graha Pemda, Bapak Joko Sarwanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi tim dosen serta mahasiswa dari Program Studi S1 Kebidanan Universitas Gunadarma. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan dikembangkan dalam bentuk program kesehatan lainnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, baik pada kelompok Bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak-anak di wilayah Perumahan Graha Pemda, Desa Simpangan, Kabupaten Bekasi.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya perencanaan keluarga, dengan perencanaan keluarga yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera, serta turut mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang kesehatan dan kesetaraan gender.






