Jakarta–Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi perhatian serius berbagai pihak, khususnya terkait keselamatan anak dan remaja. Berdasarkan data Korlantas tahun 2026, sepanjang tahun 2025 terjadi 158.508 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 24.296 korban meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 38 persen korban berada pada rentang usia 0–24 tahun, kelompok usia yang sebagian besar merupakan pelajar dan pekerja pemula. Data ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan dan edukasi keselamatan sejak usia dini.
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, New Future Indonesia (NFI) bekerja sama dengan Save the Children Indonesia dan didukung oleh Sunindo Kookmin Best Finance mengimplementasikan Program Road Safety yang berfokus pada peningkatan keselamatan anak di lingkungan sekolah dasar di SD Kembangan Selatan 01 dan Madrasah Ibtidaiyah Al Husna.
Sebagai organisasi pelaksana, NFI menjalankan program dengan pendekatan yang mencakup dua komponen utama, yaitu pembangunan infrastruktur keselamatan jalan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dan kegiatan peningkatan kesadaran serta perubahan perilaku bagi siswa. Program ini menargetkan sekolah dasar yang berada di area dengan risiko lalu lintas tinggi terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah.
Pada komponen infrastruktur, NFI memfasilitasi pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZOSS) melalui pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan dan fasilitas pendukung lainnya. Kehadiran ZOSS bertujuan untuk menurunkan kecepatan kendaraan, meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi siswa saat beraktivitas di sekitar sekolah.
Selain itu, NFI juga melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kesadaran keselamatan lalu lintas di tingkat sekolah. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan fasilitator sebaya, dimana siswa dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi agen perubahan dan menyebarkan informasi kepada teman-temannya. Program ini juga diperkuat melalui seminar sekolah yang memberikan edukasi kepada seluruh siswa mengenai pengenalan makna warna dan rambu lalu lintas serta cara menyeberang jalan yang benar.
Pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan pihak sekolah diharapkan dapat menumbuhkan budaya keselamatan yang berkelanjutan. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang berdampak jangka panjang.
“Keselamatan anak di jalan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Program Road Safety ini, kami ingin memastikan lingkungan sekolah menjadi lebih aman, tidak hanya lewat infrastruktur seperti Zona Selamat Sekolah, tetapi juga melalui edukasi yang membentuk perilaku aman sejak dini,” ungkap Rizkia Nurinayanti, Direktur NFI.
Program Road Safety ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik yang dapat direplikasi di lebih banyak sekolah sebagai upaya bersama untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan melindungi generasi muda Indonesia. []






