DepokNews — Anggota Komisi B DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Moh. Nur Hidayat atau Bang Dayat, menyoroti minimnya alokasi anggaran pengembangan pariwisata dan cagar budaya dalam Rencana Kerja (Renja) 2027 Kota Depok yang hanya mencapai Rp1 miliar.
Menurut legislator dari Dapil Sukmajaya tersebut, angka itu jauh dari cukup untuk mengembangkan potensi wisata lokal, terutama kawasan setu dan heritage Depok Lama.
“Nilainya cukup miris, hanya Rp1 miliar untuk pengembangan daya tarik destinasi wisata dan cagar budaya. Bagaimana dengan anggaran tersebut mau membangun setu-setu dan kawasan heritage di Depok Lama?” ujar Bang Dayat dalam Podcast Fraksi PKS Depok, Selasa (19/5/2026).
Bang Dayat kemudian membandingkan anggaran tersebut dengan program wisata keberagaman yang mencapai sekitar Rp23 miliar atau Rp25 juta per RW. Ia menilai program itu berpotensi menjadi pemborosan karena lebih banyak digunakan untuk kegiatan wisata ke luar daerah.
Ia pun mendorong agar anggaran tersebut dialihkan untuk membenahi destinasi wisata lokal agar masyarakat Depok dapat menikmati wisata di kotanya sendiri.
Sebagai solusi, Bang Dayat mengusulkan Pemerintah Kota Depok mencontoh keberhasilan penataan kawasan wisata dan heritage di daerah lain, seperti konsep penataan ala Jalan Braga di Kota Serang serta pengembangan Desa Wisata Umbul Ponggok di Klaten yang berhasil meningkatkan PAD melalui kolaborasi masyarakat dan akademisi.
Terkait kawasan Depok Lama di Jalan Pemuda, Bang Dayat menilai perlu adanya penataan menyeluruh mulai dari pedestrian, area parkir, penerangan jalan, hingga penyediaan ruang bagi pelaku UMKM agar kawasan tersebut dapat menjadi pusat wisata sejarah dan budaya.
Ia juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Depok telah meminta dukungan langsung kepada Kementerian Kebudayaan untuk pengembangan kawasan heritage tersebut.
“Depok tidak melulu viral karena berita yang aneh-aneh. Depok juga bisa viral karena hal-hal positif dari potensi alam, sejarah, dan budayanya,” pungkasnya.






