DepokNews – Pada Minggu, 14 Juni 2026, Komunitas Masjid Kebon Jeruk zona Kota Depok menggelar silaturahmi dan makan bersama lebih dari 100 pelajar Muslim SMA/SMK se-Kecamatan Pancoran Mas di Masjid Al-Muhajirin. Hadir Ketua DKM Bapak Moh Hafid Nasir, Kapolsek Pancoran Mas Kompol Hartono, Perwakilan Syuro Bapak H. Abdul Hamid, dan Ketua Panitia Bapak H. Nur Ikhwan.
Dalam sambutannya, Ketua DKM Masjid Al-Muhajirin Bapak Hafid Nasir menekankan pentingnya mencetak Duta Anti Narkoba, Anti Tawuran & Anti LGBT dari kalangan pelajar sebagai benteng sesama teman.
Sementara Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Hartono mengingatkan orang tua: kerja keras banting tulang bisa sia-sia jika anak jadi pecandu narkoba, dan biaya RS akibat tawuran tidak dicover BPJS.
Pada kesempatan terpisah, Hafid yang akrab disapa Bang Hafid sekaligus sebagai wakil rakyat, menyampaikan solusi komprehensif terhadap persoalan tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, perilaku LGBT, dan seks bebas yang berdampak pada HIV/AIDS. Menurutnya, diperlukan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, Dinas Kesehatan/Puskesmas, masjid, sekolah, kepolisian, keluarga, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Bang Hafid juga memetakan peran masing-masing lembaga: Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sebagai “UGD-nya” DP3AP2KB. Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di tingkat kecamatan/kelurahan sebagai “Posyandu-nya Keluarga”. Generasi Berencana (GENRE) sebagai program ekstrakurikuler pelajar yang melahirkan duta-duta anti narkoba dan anti tawuran untuk memberikan edukasi dan pencerahan antar antar sesama pelajar. Serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) di kepolisian sebagai “IGD-nya Anak”.
Lebih lanjut, ia menjelaskan: “PUSPAGA fokus pada pencegahan, GENRE pada edukasi remaja, UPPA pada penegakan hukum dan perlindungan, sementara P2TP2A memberikan layanan konseling, bimbingan teknis parenting, kelas pra-nikah, hingga rujukan ke rumah sakit jika dibutuhkan.
“Keberadaan masjid dan tempat ibadah bersama tokoh agama dan masyarakat harus eksis untuk turut menyelesaikan persoalan ini, tidak sebatas sebagai tempat ibadah. Demikian pula sekolah, pastinya memiliki kewajiban memberikan edukasi kepada siswa-siswinya,” jelas Bang Hafid.
“Dan semua komponen ini harus terjalin komunikasi yang satu dengan yang lain,” tutupnya.






