DepokNews–Rafan Niam Mukti Al Haritsy, Nizam Humam Djajasinga, Raghnall Zaahir An Nurhedi, Muhammad Ali Mumtaz Arsyad, Rangga Sugeng Fairus Azura, dan Ziggy Arkana Nabbel, enam siswa yang saat ini duduk di kelas 8 (delapan) MTs Negeri 4, Jakarta Selatan yang tergabung dalam Tim BINAPLAST, meraih 2 (dua) medali sekaligus, yaitu medali emas (gold medal) dan Special Award pada Kompetisi Bali International Science Fair (BISF) di Kampus Warmadewa Bali. Penganugerahan medali emas ini diberikan pada Awarding Ceremony Hari Senin, tanggal 22 Juni 2026 di Gedung Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali. BISF tahun 2026 diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama Universitas Warmadewa.
“Proyek sains bidang entrepreneurship dengan judul BINAPLAST: From Binahong Leaves to an Innovative Herbal Plaster: A Digital Business Model for Teenagers ini mengolah daun binahong menjadi sebuah inovasi plester luka herbal praktis yang aman bagi masyarakat, sekaligus memanfaatkan ruang digital sebagai media pemasaran aplikatif guna melatih kreativitas berbisnis dan kemandirian ekonomi remaja selaku digital native,” ujar Rafan, bocah Cilodong Depok, selaku salah satu anggota Tim Binaplast, peraih gold medal.
Langkah konkret ini lahir dari kegelisahan generasi muda terhadap dominasi bahan kimia pada obat luka konvensional yang kerap mengabaikan aspek kelestarian lingkungan, selain itu, keresahan mereka terhadap ruang digital kurang sehat, bahkan 247 anak-anak terpapar ekstrimisme kekerasan melalui konten game online. Berangkat dari masalah tersebut, Tim Binaplast menginisiasi sebuah terobosan berupa patch transdermal berbahan alami yang menawarkan metode penyembuhan luka secara praktis, aman, dan efisien. Ketua Tim Binaplast, Nizam Hummam, menegaskan plester luka Binaplast merupakan produk ramah lingkungan. “Kami melihat potensi besar dari daun binahong (Anredera cordifolia). Melalui proyek ini, kami juga ingin menggerakkan ekonomi masyarakat dengan menyerap hasil budidaya tanaman binahong langsung dari pekarangan rumah warga,” ujarnya. Pemasaran digital dilakukan untuk menjangkau pasar yang luas, menjadikan ruang digital sehat, produktif membangun mental wirausaha muda.
Guna memastikan standar keamanan dan kualitasnya, proses manufaktur produk ini melewati riset dan pengembangan (Research and Development) yang sangat terukur. Raghnall Zaahir, anggota Binaplast Tim, memaparkan bahwa efektifitas percepatan penyembuhan luka Binaplast sendiri bertumpu pada kekayaan zat aktif alami daun binahong seperti flavonoid, saponin, tanin, dan steroid yang secara klinis berperan aktif menghentikan pendarahan, menekan pertumbuhan bakteri, serta menstimulasi pembentukan kolagen baru pada kulit. Keamanan dan efektivitas plester ini pun telah teruji secara ilmiah. Menurut Rangga, yang juga anggota Binaplast tim, seluruh rangkaian uji laboratorium dan asistensi teknis dilakukan di Pusat Laboratorium Terpadu UIN Syarif Hidayatullah.
Muhammad Ali Mumtaz Arsyad, anggota Tim Binaplast menyebutkan bahwa sebelum produk dilepas ke pasar, mereka terlebih dahulu memetakan perilaku konsumen (consumer behaviour) melalui pendekatan kuantitatif dan survei pasar digital yang komprehensif. Selaras dengan hal tersebut, Ziggy, anggota Tim Binaplast lainnya, menjelaskan bahwa lini pemasaran mereka memaksimalkan konvergensi media sosial, mulai dari konten kreatif di Instagram hingga optimalisasi fitur transaksi di TikTok Shop. Strategi ini terbukti ampuh pada fase awal peluncurannya saja, startup bentukan remaja ini telah sukses memproduksi dan mendistribusikan sebanyak 3.440 plester obat luka herbal. “Ini adalah pembuktian bahwa generasi muda mampu menyeimbangkan komitmen bisnis dengan kepedulian sosial, yang mencakup pilar profit, planet, dan people empowerment,” pungkas Rafan Niam yang juga anggota Tim Binaplast menyudahi penjelasan tim.
Pemilihan tema penelitian ini berjalan selaras dengan visi besar madrasah yang terus berkomitmen mempertahankan reputasi sebagai peraih anugerah Adiwiyata. Kepala Madrasah MTs Negeri 4 Jakarta Selatan , Ibu Chusniyati S.Ag, mengutarakan apresiasi mendalam terhadap daya cipta para siswa. Menurutnya, seluruh ekosistem di lingkungan sekolah, baik guru maupun tenaga kependidikan, memikul tanggung jawab bersama untuk menanamkan kepedulian lingkungan yang nyata. Melalui proyek kewirausahaan digital berbasis pemanfaatan daun binahong ini, madrasah tidak hanya berhasil membentuk karakter siswa yang peka terhadap lingkungan sekitar, melainkan juga melahirkan inovasi produk kesehatan yang solutif bagi masyarakat luas.
Pembimbing MTsN 4 Jakarta Selatan berperan selama proses pelaksanaan proyek ini, Ustadzah Naila Fathiyyah Salsabila, S.Pd menyampaikan, “Project based learning (pembelajaran berbasis proyek), selama mengerjakan proyek sains hingga penulisan extended abtract, enam siswa peneliti terlatih critical thinking, problem solver dan presentation skill. Enam siswa yang tergabung dalam Binaplast Tim Adalah siswa berasrama Islamic Boarding School (IBS) MTsN 4 sehingga proses bimbingan intensif dilaksanakan di asrama dan lokasi karantina”.
Dukungan berbagai pihak, terutama keluarga, Kepala Madrasah beserta jajaran menghasilkan capaian optimal prestasi siswa. Hal ini karena kolaborasi sebagai kunci sukses mendidik siswa, menjadikan ilmu pengetahuan bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat, demikian ujar Rida Hesti Ratnsari, ibu dari Rafan Niam Mukti Al Haritsy. Khusnurul, ibu dari Raghnal Zaahir An Nurhedi, mengatakan, “Pembentukan karakter gemar mendalami ilmu dan menggunakannya untuk mengatasi persoalan di tengah masyarakat, termasuk pemanfaatan tanaman obat tradisional menjadi plester luka praktis dalam proyek ini, penting dilatih sejak dini”. Yetti Anggraini, ibu dari Nizam Hummam Djajasinga, menambahkan “Dedikasi keluarga untuk menyukseskan pelaksanaan proyek sains ini merupakan perwujudan tanggung jawab mendidik anak”. Arini Dina Fitri, ibu dari Ali Mumtaz, demikian pula Siti Rahayu ibu dari Rangga serta Uswatun khasanah ibu dari Ziggy menegaskan, “Penting sekali membangun kepercayaan diri pada anak dengan membiasakan presentasi, menyampaikan gagasan, mengembangkan ide anak-anak hingga menjadikan model bisnis digital yang dipelajarinya bermanfaat bagi terbentuknya kemandirian dan produktivitas memanfaatkan ruang digital yang sehat”.






