DepokNews, KOREA – Nurul Fikri Islamic School (NFIS) menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam Korea Education & Culture Familiarization Trip yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization (KTO) bekerja sama dengan Indonesia Global Education Network (I-GEN) pada 6–11 Juli 2026. Program ini mempertemukan sembilan institusi pendidikan dari Indonesia untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, dan menjajaki peluang kolaborasi dengan berbagai mitra pendidikan di Korea Selatan.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan melalui pengenalan ekosistem pendidikan, pertukaran budaya, serta pengembangan jejaring antarlembaga pendidikan.
Dalam kegiatan ini, Nurul Fikri Islamic School diwakili oleh Natasha Rubbyk, Sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Umat (YPPU) Nurul Fikri, yang mengikuti seluruh rangkaian agenda bersama para delegasi dari institusi pendidikan lainnya.
Selama berada di Korea Selatan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkenalkan praktik pendidikan di negara tersebut. Salah satu agenda utama adalah kunjungan ke empat sekolah, yaitu KPop & Performing Art High School, Gosu Middle School, Hwadam High School, dan Seoul Tourism High School. Melalui kunjungan tersebut, para delegasi berdialog dengan pihak sekolah, mengamati proses pembelajaran, serta mengenal berbagai pendekatan dalam pengembangan karakter, kreativitas, dan kompetensi peserta didik yang diterapkan di masing-masing institusi.
Selain mengunjungi sekolah, peserta juga mengikuti pertemuan dengan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan pariwisata, mengenal budaya Korea melalui berbagai aktivitas edukatif, serta mengeksplorasi destinasi yang mendukung penyelenggaraan program pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) bagi siswa.
Keikutsertaan Nurul Fikri Islamic School dalam program ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memperluas jejaring dan kolaborasi internasional di bidang pendidikan. Berbagai pertemuan dengan institusi pendidikan di Korea Selatan memberikan kesempatan bagi delegasi untuk bertukar pengalaman, membangun komunikasi, serta menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan program pendidikan, peningkatan kompetensi pendidik, pertukaran pelajar, dan berbagai inisiatif akademik di masa mendatang.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia Global Education Network (I-GEN) dan Korea Tourism Organization (KTO). I-GEN merupakan jejaring kolaboratif pendidikan yang berfokus pada penguatan karakter, peningkatan kompetensi global, serta pengembangan ekosistem pembelajaran berstandar internasional melalui sinergi antara sekolah, dunia industri, dan mitra luar negeri. Melalui berbagai program strategis, I-GEN mendorong peningkatan kapasitas pendidik, penguatan kemampuan bahasa asing, sertifikasi kompetensi internasional, hingga perluasan akses terhadap jejaring pendidikan global.
Sebagai perwakilan Nurul Fikri Islamic School, Natasha Rubbyk menyambut baik kesempatan tersebut. Menurutnya, program yang diinisiasi Korea Tourism Organization (KTO) menjadi ruang strategis untuk mempertemukan lembaga pendidikan dari Indonesia dan Korea Selatan.
“Melalui program promosi pendidikan yang diselenggarakan KTO tahun ini, lembaga pendidikan dari kedua negara memiliki kesempatan untuk bertemu, berdiskusi, dan membangun kolaborasi. Program ini juga membuka ruang bagi sekolah untuk menghadirkan berbagai bentuk stimulasi bagi peserta didik agar berkembang sebagai masyarakat global, baik melalui program student exchange secara luring maupun daring,” ujar Natasha Rubbyk.
Ia menambahkan, jejaring yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan peluang kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan program internasional di lingkungan Nurul Fikri Islamic School.
Partisipasi dalam Korea Education & Culture Familiarization Trip 2026 diharapkan semakin memperkuat jejaring internasional Nurul Fikri Islamic School sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan. Pengalaman yang diperoleh selama program menjadi referensi bagi pengembangan program internasional yang dapat memberikan manfaat bagi guru, peserta didik, serta ekosistem pendidikan di lingkungan Nurul Fikri Islamic School.






