Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Metro Depok

20 Siswa di SLB Ikut UNBK dan UNKP

badge-check


					Pelaksanaan UNBK di SLB Perbesar

Pelaksanaan UNBK di SLB

DepokNews–Sekitar 20 siswa berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Darma Asih Kelurahan Depokjaya,  Kecamatan Pancoran Mas mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) dan Ujian Nasional Kertas Pena (UNKP)

Kepala Sekolah SLB Dharma Asih, Euis saat ditemui di sekolahnya di Jalan Bangau Raya, pada Kamis (4/4)  mengatakan ada 20 siswa SLB terbagi lagi dari 17 orang yang ikut UASBN dan tiga orang ikut UNKP.

Ia menjelaskan materi pertanyaan UASBN berasal dari internal sekolah, sedangkan pertanyaan pada UNKP berasal dari pusat.

Menurutnya, mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia sebanyak 50 soal dengan waktu pengerjaan 2 jam.

“Kami tempatkan dua pengawas dari sekolah yang berbeda, tujuanya agar tidak ada kecurangan,” ucapnya.

Pengawas ujian bagi siswa berkebutuhan khusus berbeda dengan siswa normal. Pengawas, kata dia, diperbolehkan untuk membantu sejumlah siswa tersebut agar bisa memahami materi atau soal ujian.

Pengawas pada SLB berbeda dengan sekolah umum.

Di tempat ini, pengawas dituntut ekstra sabar, sebab dengan keterbatasan fisik yang mereka miliki berpotensi melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal-soal ujian.

“Kita hanya memastikan, mereka tulis nama dengan benar atau tidak,”katanya.

Di lokasi sama, seorang siswa Dekayanti Pardosi (24) dengan tekun menjawab pelajaran Bahasa Indonesia.

Deka yang merupakan siswa tuna rungu itu optimis dengan jawaban yang dipilihnya.

“Ada yang bisa, ada yang nggak bisa. Semua pertanyaan dijawab,” ujarnya Deka didampingi guru pengawas.

Ia mengungkapkan soal bahasa Indonesia yang berjumlah 50 itu ada yang sulit dijawab.

Dia mengaku kesulitan memahami soal. Beberapa kali pun Deka terlihat memegang kepala dan sesekali mengernyutkan dahi.

“Susah, soalnya panjang-panjang. Narasi bahasanya sulit dipahami,” akunya.

Dia menjelaskan jelang ujian dirinya tekun belajar.

Malam hari adalah pilihan waktunya untuk mengulang soal latihan yang diberikan guru.

“Belajar nya malam hari biar fokus. Soal dari guru dikerjakan terus,” katanya.

Usai tamat sekolah nanti, rencananya Deka akan melanjutkan sekolah khusus make up.

Sedari di sekolah, Deka sangat menyukai pelajaran keterampilan dan juga foto.

“Saya hobi foto dan senang pelajaran keterampilan seperti menjahit. Suka juga sama make up. Lulus, mau sekolah make up,” tuturnya.

Ia pun optimis hasil ujian nanti akan memuaskan. Meski di awal ujian sempat deg-deg an, perlahan Deka bisa menjawab soal secara perlahan-lahan.

“Awalnya takut karena sendirian, lama-lama kami engak takut”katanya.
Area lampiran

BalasTeruskan
Facebook Comments Box

Read More

Sambut Ramadan, Pelatihan Imam Muda dan Tahsin Al-Qur’an Digelar di Limo Depok

2 February 2026 - 15:43 WIB

80 ASN Depok Ikuti Layanan Digitasi dan Enkapsulasi untuk Lindungi Arsip Penting

27 November 2025 - 12:19 WIB

KABAR GEMBIRA UNTUK PELAJAR & SANTRI DI KOTA DEPOK! Kacamata Minus Besar FULL GRATIS di OPTIK SEJAHTERA

8 September 2025 - 07:34 WIB

DPC PKS Sukmajaya Gelar Donor Darah Bersama PMI Kota Depok

31 August 2025 - 16:52 WIB

Semarakkan HUT RI Optik Sejahtera Berbagi Kacamata GRATIS untuk Guru Depok

27 August 2025 - 05:50 WIB

Trending on Headline