Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Ini Kata Psikolog Soal Motif Orang Membunuh

badge-check


					Pembunuhan (Ilustrasi) Perbesar

Pembunuhan (Ilustrasi)

DepokNews- Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, untuk melakukan tindakan pembunuhan biasanya dilandasi oleh motif yang sangat kuat. Saat diindikasikan tidak ada keterlibatan orang diluar rumah maka bisa diduga pada kasus ini lebih pada permasalahan internal keluarga.
“Artinya memang ada persoalan internal dalam keluarga,” katanya, Selasa (13/2/2018).
Dalam pembunuhan sadis biasnya ada dua yang utama yaitu masalah psikologis dan ekonomi. Masalah Psikologis misalnya soal harga diri, cemburu, bendi dan lainnya. Masalah ekonomi misalnua ingin menguasai harta korban atau sebab laon seperti gangguan jiwa, halusinasi dan kepercayaan (ritual).
“Pada masalah ini tampaknya faktor psikologis lebih berperan,” tukasnya.
Namun kata Shinta perlu didalami lebih lanjut apakah seluruh korban adalah target atau sebenarnya hanya sang ibu saja yang menjadi target. Sedangkan anak-anaknya menjadi terlibat karena ada di tempat yang sama.
“Yang pasti dorongan untuk melakukan agresi muncul kuat karena ada dorongan atau pemicu yang kuat,” paparnya.
Kejadian sadis ini sekarang memang banyak terjadi. Karena kondisi masyarakat kita sekarang lebih berorientasi pada penyelesaian masalah secara kekerasan bahkan hingga menyebabkan kematian.
“Padahal seharusnya banyak permasalahan yang bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik dan solutif,” katanya.
Soal percobaan bunuh diri yang dilakukan pelaku menurut Shinta ini menandakan pelaku benar-benar tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah. Sehingga satu-satunya cara terbaik menyelesaikan masalah menurut pelaku adalah dengan mengkahiri hidupnya.
“Menyesal atau lari dari jerat hukum akan lebih mendorong untuk kabur. Tapi kalau memutuskan bunuh diri juga menunjukkan bahwa sebenarnya pelaku betul-betul pada kondisi tertekan sehingga tidak bisa melihat alternatif pemecahan masalah selain mengakhiri hidupnya,” tandasnya.(mia)
Facebook Comments Box

Read More

Hj. Iin Nur Fatinah Gelar Pengawasan Pemerintah Bersama Pembina dan Guru Ngaji di Sukmajaya

29 June 2026 - 11:52 WIB

Hj. Iin Nur Fatinah Bersama Gema Keadilan Gelar “Panggung Keren”, Padukan Edukasi dan Pelestarian Budaya Betawi-Melayu

29 June 2026 - 11:42 WIB

Hj. Iin Nur Fatinah Gelar Agenda Pengawasan Pemerintah Bersama Pengurus Organisasi Kecamatan Pancoran Mas

29 June 2026 - 11:38 WIB

KEGIATAN ABDIMAS : PEMBERIAN PENYULUHAN PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI “PENGHASIL CUAN” PADA PENJUALAN ONLINE BAGI SISWA YAYASAN BINA INSAN MANDIRI DEPOK

29 June 2026 - 11:31 WIB

134 PJRW se-Kecamatan Tapos Dilantik, DPC PKS Tapos Siap Perkuat Pelayanan hingga Tingkat RW

29 June 2026 - 05:39 WIB

Trending on Ragam