Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Lesbumi NU Depok: Lestarikan Keris Dan Batik Warisan Dunia

badge-check

DepokNews–Dalam rangka menyambut 1 Muharram atau tahun baru Islam, lembaga Seni dan Budaya Muslimin (Lesbumi) NU Depok menggelar Ngaji Budaya. Dalam kesempatan tersebut, tema yang diangkat adalah Keris dan Batik.

“Keris dan batik adalah heritage atau warisan dunia dan tercatat di Unesco. Kita bersyukur dianugerahi Tuhan dengan keanekaragaman budaya dan menjadi master piece Nusantara,”ujar Ketua Lesbumi NU Kota Depok Doni Satryo Wibowo. Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Minggu (16/9).

Romo Doni mengungkapkan peringatan 1 Muharram atau 1 suro menjadi tradisi kraton untuk mencuci senjata pusaka. Menurutnya, dengan membersihkan senjata pusaka memiliki simbol membersihkan diri. Yaitu: memasuki tahun baru diisi dengan muhasabah dan mudzakaroh. Ia menambahkan, Pusaka Nusantara disebut Tosam Aji karena mengandung tiga unsur: baka, besi dan pamor (logam putih).

“Keris ini adalah maater piece warisan budaya yang tak ternilai harus kita lestarikan. Apalagi Unesco mencatat sebagai warisan budaya dari intangiable atau bukan dari kebendaan. Karena, selain pembuatannya rumit juga mengandung unsur seni, budaya, sosial dan lainnya. Kita harus tahu identitas diri agar saling mengenal dan warisan budaya ini harus dijaga karena sebagai titipan tuhan,”harapnya.

Komunitas pecinta keris Jayakarta Doni Yonata mengaku berusaha mengenalkan keris pada generasi muda saat ini. Salah satunya harus ada yang dibawa ke sekolah. Ia juga menambahkan, kafe atau tempat makan dengan nuansa keris untuk mengenalnya. “Bagaimana mau mengenalkan pada generasi muda, keris ini jarang diperkenalkan pada khalayak umum,”terang kolektor keris ini.

Sementara itu, narasumber tentang batik Wahid Sutrisno mengungkapkan bahwa batik sudah mendunia. Menurutnya, corak batik cukup beragam dan mencirikan daerah asal. “Filosofi dari batik adalah proses pembuatannya sangat rumit dan sulit. Kalau salah sekali, maka tidak berhasil atau gagal. Hal serupa dengan kehidupan harus hati-hati jangan berbuat salah, kalau tidak bisa berujung fatal,”tandasnya.

Dalam acara tersebut berlangsung diskusi yang cukup dinamis. Selain itu, juga dipamerkan beragam keris dari Nusantara dan batik. Tampak hadir Ketua FKH Depok Heri Syaifuddin, Ketua PC NU Depok KH. R. Salamun dan lainnya.

Facebook Comments Box

Read More

Hj. Iin Nur Fatinah Gelar Pengawasan Pemerintah Bersama Pembina dan Guru Ngaji di Sukmajaya

29 June 2026 - 11:52 WIB

Hj. Iin Nur Fatinah Bersama Gema Keadilan Gelar “Panggung Keren”, Padukan Edukasi dan Pelestarian Budaya Betawi-Melayu

29 June 2026 - 11:42 WIB

Hj. Iin Nur Fatinah Gelar Agenda Pengawasan Pemerintah Bersama Pengurus Organisasi Kecamatan Pancoran Mas

29 June 2026 - 11:38 WIB

KEGIATAN ABDIMAS : PEMBERIAN PENYULUHAN PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI “PENGHASIL CUAN” PADA PENJUALAN ONLINE BAGI SISWA YAYASAN BINA INSAN MANDIRI DEPOK

29 June 2026 - 11:31 WIB

134 PJRW se-Kecamatan Tapos Dilantik, DPC PKS Tapos Siap Perkuat Pelayanan hingga Tingkat RW

29 June 2026 - 05:39 WIB

Trending on Ragam