Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Idris Cenderung Pilih Gabung Ke Jakarta

badge-check


					Idris Cenderung Pilih Gabung Ke Jakarta Perbesar

DepokNews- Setelah mengkritisi wacana terkait pembentukan Provinsi Bogor Raya. Wali Kota Depok Mohammad Idris cenderung memilih bergabung dengan Jakarta dibandingkan dengan Bogor, jika Provinsi Bogor Raya terbentuk. Menurutnya, banyak pertimbangan dan kajian yang mendalam untuk menentukan keputusan memilih bergabung. Ia menambahkan, seperti pemindahan Ibu Kota bukanlah persoalan mudah dan membutuhkan waktu yang lama. “Kalau saya melihat dari sisi mana. Kalau anda bertanya sisi bahasa, saya lebih milih bahasa Jakarta. Karena saya tidak mengerti bahasa Sunda. Misalnya dari sisi budaya sebenarnya budaya ini kan tidak dibatasi dengan kewilayahan geografis. Budaya ini bisa persamaan bahasa maupun persamaan adat istiadat,”ujarnya di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Selasa (20/8).


Idris menilai Jakarta lebih banyak kesamaan dengan Depok dari sisi sejarah budaya. Menurutnya, dalam SK Gubernur disebut juga sebagai rumpun Melayu Depok, bukan disebut rumpun Betawi karena Betawi trademark dari Jakarta. Jadi, Depok rumpun Melayu Betawi, sebagaimana Pontianak itu Melayu Pontianak. Dari sisi kebudayaan, Depok menurutnya memiliki kedekatan dengan Jakarta. Sehingga budaya pun lebih cenderung mirip dengan Jakarta. “Kalau kedekatan dari sisi bahasa walau serupa tapi tak sama itu lebih ke Jakarta. Depok juga berbahasa Sunda tapi mayoritas kedekatannya memang bisa satu rumpun, ini budaya,”paparnya.


Meski begitu, dirinya tidak menampik terkait banyaknya kerjasama yang dijalin antara Kota Depok dengan DKI Jakarta. Salah satunya pembentukan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) se-Jabodetabek untuk mengatasi kepentingan wilayah otonomi. “Ini untuk menyiasati kebutuhan wilayah tetangga yang memang sangat dibutuhkan, yang paling terkait menekankan tiga hal (yaitu) sanitasi air bersih, udara, dan sampah. Kita serius dalam menyelesaikan masalah ini, jadi tidak hanya ketika DKI begini, terus egois mengatakan itu urusan DKI. Tidak boleh karena itu tetangga kita,” tuturnya.

Dari segi mobilitas penduduk Kota Depok sendiri banyak yang bekerja di Jakarta. Separuh lebih warga Depok beraktivitas hilir-mudik ke Jakarta.

“Iya 65 persen warga Depok komuter, 90 persen itu ke Jakarta, selebihnya ke Bogor Bekasi Tapi 90 persen ke Jakarta, bener itu, itu ketika Jakarta ibu kota, nanti kalau pindah ya beda lagi,” tuturnya.

Dikatakannya, terkait wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya ini menurutnya perlu intervensi pemerintah pusat. Sebab persoalan pindah provinsi bukan hal yang mudah. “Kalau sisi kewilayahan asal-muasal ya Jawa Barat, tidak bisa kit dipisahkan dari Jawa Barat. Apalagi kota bergabung dengan provinsi lain, ini harus intervensi pemerintah kota serius bicarakan ini. Contohnya Bogor Barat, sampai sekarang tidak selesai padahal itu kebutuhan. Ini hanya memisahkan dalam provinsi yang sama tidak selesai, apalagi Provinsi berbeda tidaklah mudah,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Read More

Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Keluarga Besar TQ Al Muttaqin Pererat Ukhuwah di Bulan Ramadhan

12 March 2026 - 20:42 WIB

Ubaidilah Dorong Daycare untuk Para Lansia di tiap kecamatan

12 March 2026 - 11:38 WIB

Ubaidilah Minta Pembayaran Program Sekolah Swasta Gratis Dipercepat

12 March 2026 - 08:37 WIB

BIPEKA DPRa PKS Tugu Cimanggis Berbagi Bingkisan Lebaran untuk Relawan Bank Sampah

12 March 2026 - 07:38 WIB

Ramadhan Berbagi: Rumah Al-Qur’an Daarut Tarbiyah Salurkan 100 Paket Sembako dan Gelar Sanlat Anak TPA

11 March 2026 - 09:21 WIB

Trending on Ragam