Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Nasional

Kemenkeu : Dunia Dihadapkan Pada Ancaman Catasteophik Yang Sama

badge-check


					Kemenkeu : Dunia  Dihadapkan Pada Ancaman Catasteophik Yang Sama Perbesar

DepokNews – Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan webinar dengan tema “Climate Change Challenge: Preparing for Indonesia’s Green and Sustainable Future” yang menghadirkan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati, Ph.D, sebagai keynote speaker.

Webinar dilaksanakan secara daring pada Jumat (11/6) dan dihadiri lebih dari 300 peserta yang merupakan sivitas akademika, alumni, perwakilan dari berbagai kementerian/lembaga, dan masyarakat umum.

Sri Mulyani mengawali pemaparannya dengan menyampaikan bahwa tema webinar ini sangat mengena, penting, dan tepat waktu meskipun saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan global, yaitu Covid-19.

Oleh karena itu SDM, perhatian, dan economic policy Indonesia atau kebijakan-kebijakan secara umum ditujukan untuk menangani Covid-19, sambil melakukan langkah-langkah upaya reformasi struktural untuk menyiapkan Indonesia tetap bisa melaksanakan proses pembangunan dan cita-cita RI yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, serta berkelanjutan.

Sri Mulyani mengatakan bahwa saat ini dunia dihadapkan dengan ancaman yang sama catastrophic-nya, yaitu Climate Change. Berbagai studi menunjukkan bahwa dampak dari Climate Change akan sangat dahsyat; setiap negara harus menyiapkan strategi dan berkontribusi karena ini adalah persoalan global.

Salah satu studi yang sering dijadikan referensi untuk pertemuan-pertemuan Climate Change di dunia merujuk pada laporan United Nations Environment Programme mengenai kesenjangan emisi.

“Bahwa dunia saat ini suhunya 1.10C lebih hangat dibandingkan pra industrialisasi. Artinya, konsekuensinya ada di berbagai belahan dunia melihat fenomena yang cukup catastrophic, seperti di Indonesia frekuensi hujan yang terus menerus hinga 18 bulan terakhir atau bencana yang berasal dari hidrometeorologi. Di kutub utara dan selatan adalah fenomena cairnya es, di seluruh negara mengalami perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan atau hujan yang terus-menerus,” katanya.

Di akhir penjelasannya, Sri Mulyani menyampaikan bahwa Kemenkeu mendukung pembentukan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup dan upaya seperti yang dilakukan PT SMI Special Mission Vehicle (SMV) melalui pembentukan SDG Indonesia One.

“Ini merupakan blended finance yang mencoba menarik dana-dana dari berbagai sumber internasional, dalam negeri, public, private, multilateral, maupun philanthropist di dalam ikut membangun berbagai upaya dan program yang berhubungan dengan Climate Change,” katanya.

Facebook Comments Box

Read More

FORUM DISKUSI AKTUAL BERBANGSA & BERNEGARA: “REFLEKSI PERAN ORMAS, PARPOL & GENERASI MUDA DALAM SEJARAH BANGSA”

24 September 2025 - 06:10 WIB

Mulyanto Desak DPR Awasi Ketat Penempatan Dana Rp200 Triliun di Himbara

17 September 2025 - 14:23 WIB

Kolaborasi KemenTrans RI, UI, dan Pemkab Aceh Barat dalam Pengembangan Kawasan Transmigrasi

11 September 2025 - 05:46 WIB

Asosiasi Nutrisionis Indonesia Peringati Hari Bumi bersama Sekolah Alam Depok dan Kebun Gizi Pintar

25 April 2025 - 11:20 WIB

Jimmy Masrin Tegaskan Patuhi Hukum, Pengacara : Ini Masalah Utang yang Masih

28 March 2025 - 06:12 WIB

Trending on Nasional