DepokNews- Komunitas Bakul Budaya turut meramaikan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 dengan mengadakan aksi menari massal yang berlangsung di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, pada Sabtu, 21 Oktober 2023. Acara spektakuler ini berhasil menyatukan sekitar 50 penari dari berbagai wilayah di Jabodetabek, termasuk Kota Depok, Serang, Bekasi, Cikarang, Cisarua, dan Bogor.
Tidak seperti pertunjukan tari biasa, para penari yang mengikuti acara ini tampil dengan pakaian bawahan kain sarung. Keputusan untuk menggunakan kain sarung sebagai kostum menari ini diambil dengan tujuan memberikan penghargaan kepada kain sarung yang merupakan ciri khas pakaian para santri di Nusantara.
“Kami memberi ruang apresiasi terhadap kain sarung yang menjadi ciri khas pakaian para santri di Nusantara,” ungkap Ketua Umum Bakul Budaya, Dewi Fajar Marhaeni. Hal ini tidak hanya menciptakan kreativitas dalam seni tari, tetapi juga memperingati pentingnya hari santri dalam sejarah Indonesia.
Tidak hanya melibatkan penari lokal, acara tersebut juga mendapatkan dukungan dari penari asal luar negeri, seperti Julie dari Vietnam dan sejumlah mahasiswa asal Gambia yang saat ini sedang mengejar pendidikan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI.
Hari Santri Nasional, yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 Oktober, ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2015 melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Pemilihan tanggal ini berasal dari peristiwa penting saat Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy’ari mengeluarkan seruan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945.
KH Hasjim Asy’ari, saat itu, memerintahkan seluruh santri dan rakyat Indonesia untuk melancarkan jihad melawan tentara Sekutu yang mencoba menguasai wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.
Bakul Budaya telah aktif dalam memperingati Hari Santri Nasional selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun sebelumnya, komunitas ini juga menggelar peragaan busana dengan bahan dasar kain sarung untuk merayakan Hari Santri Nasional. Sebagai komunitas budaya yang aktif, mereka terus mengangkat nilai-nilai sejarah dan tradisi lewat seni dan kreativitas mereka.






