Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Pedagang Kelontong di Depok Menjerit, Ungkap Kekhawatiran Dampak Boikot Produk Terkait Israe

badge-check


					Sekda Kota Depok, Supian Suri (tengah) saat Rakor di Kantor UPTD PPA Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Rabu (08/11/23). (Foto : Diskominfo Depok) Perbesar

Sekda Kota Depok, Supian Suri (tengah) saat Rakor di Kantor UPTD PPA Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Rabu (08/11/23). (Foto : Diskominfo Depok)

DepokNews- Adanya ajakan dari pihak-pihak tertentu untuk memboikot produk-produk yang dianggap mendukung Israel membuat resah masyarakat pedagang kelontong di wilayah Depok, Jawa Barat. Masyarakat ini mengandalkan hasil dari dagangan kelontong mereka yang menjual berbagai macam makanan dan minuman, termasuk air minum kemasan. Mereka khawatir bahwa tindakan memboikot produk Israel dapat menjadi bola liar yang justru akan menimbulkan fitnah, membuat usaha para pedagang bangkrut, yang akhirnya tak dapat mencukupi kebutuhan keluarga mereka, termasuk biaya pendidikan anak-anak.

Para pedagang ini menjual produk-produk yang diproduksi di dalam negeri, bukan barang impor dari Israel. Salah satu pedagang kelontong, Maman Ismail mengatakan bahwa usaha grosirnya telah dirintis dengan susah payah selama dua tahun, dan ini merupakan sumber penghasilan untuk membantu keluarganya di kampung, termasuk adik-adiknya yang masih sekolah. Ucok menyatakan kekhawatiran bahwa jika masyarakat memboikot produk-produk seperti air galon Aqua yang dia jual, dia tidak akan dapat lagi mengirim uang ke keluarganya di kampung.
“Kalau diboikot semua, siapa yang mau beli dagangan kita. Kan ini kita juga ambil dari agen, bayar juga. Nggak ada perputaran kalau begini,” keluh Maman.

Sutarmi, pedagang kelontong lainnya di Depok, juga merasa resah dan tidak setuju dengan ajakan boikot terhadap produk-produk yang tidak ada hubungannya dengan Israel. Ia menegaskan bahwa semua produk yang dijualnya dibuat di Indonesia oleh karyawan Indonesia, dan usaha ini merupakan peninggalan suaminya yang digunakan untuk menghidupi keluarga. Parmin, pedagang kelontong lainnya, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penurunan penghasilan akibat boikot produk-produk negara lain yang tidak ada kaitannya dengan Israel.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus, menjelaskan bahwa aksi boikot produk-produk tersebut hanya akan merugikan ekonomi Indonesia dan membuat banyak tenaga kerja menganggur. Heri menekankan bahwa ada cara lain untuk menyuarakan protes terhadap tindakan kekerasan Israel terhadap warga Palestina, seperti dengan menyerukan agar Israel segera menghentikan tindakan militernya di Palestina. Menurut Heri, sebagian besar produk yang mungkin menjadi sasaran boikot sebenarnya sudah mengandalkan bahan baku lokal, dan aksi boikot hanya akan merugikan masyarakat Indonesia sendiri.

Facebook Comments Box

Read More

Hj. Iin Nur Fatinah Santuni Anak Yatim dan Serap Aspirasi Warga Cilodong

20 March 2026 - 16:12 WIB

Ketua DPC PKS Tapos Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H kepada Warga

20 March 2026 - 03:55 WIB

DPRa PKS Jatijajar Berbagi Bingkisan Bantuan Lebaran Secara Door to Door

19 March 2026 - 08:50 WIB

Giat Ramadhan Ambulance Fortune: Antar Jenazah ke Sragen Jawa Tengah

18 March 2026 - 17:37 WIB

DPRa PKS Tanah Baru Gelar “Ramadhan Berbagi”, Tebar Kepedulian di RW 05 dan RW 06

17 March 2026 - 16:10 WIB

Trending on Ragam