Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa Refleksi Kemanusiaan, Etika Sosial, dan Kesadaran Kebangsaan dalam Lanskap Indonesia Kontemporer

badge-check


					Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa  Refleksi Kemanusiaan, Etika Sosial, dan Kesadaran Kebangsaan dalam Lanskap Indonesia Kontemporer Perbesar

DepokNews–Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa ini dapat tersusun dan hadir ke hadapan pembaca. Kumpulan tulisan dalam buku ini lahir dari pergulatan intelektual dan kepekaan nurani penulis dalam membaca realitas sosial, politik, budaya, dan kemanusiaan yang berlangsung di tengah masyarakat Indonesia dan dunia. Setiap artikel berangkat dari peristiwa konkret, pengalaman empirik, serta refleksi kritis atas dinamika zaman yang terus berubah.

 

Buku ini memandang bangsa bukan semata sebagai entitas politik atau struktur administratif, melainkan sebagai ruang hidup yang dihuni oleh manusia dengan seluruh kompleksitasnya: harapan, luka, keteguhan, dan kerentanannya. Dalam konteks inilah figur “ibu” dihadirkan sebagai metafora kebangsaan. Ibu tidak hanya dipahami sebagai sosok biologis, tetapi sebagai simbol nilai-nilai dasar peradaban: kasih sayang, pengorbanan, ketahanan, dan tanggung jawab moral.

 

Pendahuluan: Ibu sebagai Metafora Kebangsaan

Dalam perjalanan sejarah bangsa-bangsa, simbol keibuan kerap digunakan untuk menggambarkan wajah moral sebuah negara. Ibu melambangkan sumber kehidupan, penjaga nilai, sekaligus cermin dari kualitas relasi sosial yang terbangun di dalam masyarakat. Cara sebuah bangsa memperlakukan para ibu, perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya menjadi indikator penting bagi tingkat kemanusiaan dan peradabannya.

 

Melalui perspektif ini, buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa berupaya mengajak pembaca melihat Indonesia dari sudut pandang yang lebih mendalam dan reflektif. Bangsa dipahami sebagai rumah bersama yang semestinya menjamin keadilan, martabat, dan kesejahteraan warganya. Ketika suara ibu terpinggirkan, ketika jerih payah perempuan tak diakui, atau ketika generasi muda kehilangan arah nilai, di situlah wajah bangsa sedang diuji.

 

Kemanusiaan sebagai Titik Tolak Pemikiran

Tulisan-tulisan dalam buku ini menjadikan kemanusiaan sebagai fondasi utama analisis. Isu-isu global seperti ketidakadilan, imperialisme, konflik kemanusiaan, hingga penderitaan rakyat akibat kebijakan politik dan ekonomi dunia dibaca melalui lensa etika dan empati. Dalam berbagai pidato dunia yang dikaji, terlihat bagaimana keberanian moral seorang pemimpin dapat menjadi suara bagi mereka yang dibungkam oleh kekuatan dominan global.

 

Di tingkat nasional, persoalan serupa muncul dalam bentuk yang berbeda. Ketimpangan sosial, eksploitasi sumber daya, krisis lingkungan, serta budaya kekuasaan yang mengabaikan nurani rakyat menjadi tantangan serius bagi masa depan bangsa. Buku ini tidak berhenti pada kritik, tetapi juga menawarkan refleksi tentang pentingnya keberanian intelektual, solidaritas sosial, dan kesadaran kolektif sebagai jalan keluar.

 

Perempuan, Kepemimpinan, dan Peradaban

Salah satu benang merah yang kuat dalam buku ini adalah pembahasan tentang perempuan dan perannya dalam membentuk peradaban. Perempuan tidak selalu hadir dalam panggung kekuasaan formal, namun kontribusinya nyata dalam menjaga keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan moral bangsa. Sosok perempuan tanpa mahkota digambarkan sebagai agen perubahan yang bekerja dalam senyap, tetapi berdampak luas.

 

Buku ini mengkritisi cara pandang sempit yang sering kali mereduksi perempuan hanya pada aspek simbolik atau komoditas industri budaya. Kontestasi kecantikan, misalnya, dibedah secara kritis untuk melihat sejauh mana jargon pemberdayaan benar-benar berpihak pada martabat perempuan, atau justru terjebak dalam logika kapitalisme dan pencitraan semu. Dalam konteks ini, ibu bangsa adalah mereka yang menjaga nilai, bukan sekadar tampilan.

 

Literasi, Pengetahuan, dan Kesadaran Kritis

Dalam menghadapi tantangan zaman digital dan banjir informasi, literasi menjadi isu sentral yang berulang kali diangkat dalam buku ini. Literasi tidak dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebagai kecakapan berpikir kritis, memahami konteks, dan mengambil sikap etis. Pengetahuan, sebagaimana digambarkan dalam buku ini, merupakan senjata yang lebih ampuh daripada kekerasan fisik.

 

Tulisan-tulisan tentang pendidikan, sastra, filsafat, dan sejarah menegaskan pentingnya ruang refleksi dalam membentuk warga negara yang berkesadaran. Bangsa yang besar bukan hanya ditopang oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi oleh kualitas nalar publik dan integritas moral warganya. Dalam hal ini, ibu bangsa adalah penjaga ingatan kolektif dan nilai-nilai luhur yang tidak lekang oleh waktu.

 

Krisis Lingkungan dan Tanggung Jawab Generasi

Isu lingkungan dan bencana alam mendapat perhatian khusus dalam buku ini. Banjir bandang, kerusakan ekosistem, dan pemiskinan struktural akibat kebijakan yang tidak berkelanjutan dibahas sebagai cermin kegagalan etika pembangunan. Alam diposisikan sebagai “ibu pertiwi” yang selama ini dieksploitasi tanpa tanggung jawab.

 

Melalui refleksi ini, buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa mengajak pembaca untuk melihat krisis lingkungan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan krisis moral dan kepemimpinan. Peran pemuda, komunitas lokal, dan alih pengetahuan global ditampilkan sebagai harapan bagi pemulihan dan keberlanjutan masa depan bangsa.

 

Pemuda, Identitas, dan Arah Bangsa

Pemuda digambarkan sebagai generasi pewaris sekaligus penentu arah bangsa. Dalam berbagai tulisan, pemuda tidak hanya dipuji sebagai agen perubahan, tetapi juga diajak untuk bercermin secara kritis. Tantangan globalisasi, disrupsi digital, dan krisis identitas menuntut pemuda untuk memiliki pijakan nilai yang kuat.

 

Buku ini menegaskan bahwa pemuda yang tercerabut dari akar budaya dan etika kebangsaan berisiko menjadi aktor tanpa orientasi moral. Oleh karena itu, pendidikan karakter, kesadaran sejarah, dan tanggung jawab sosial menjadi elemen penting dalam membentuk generasi penerus yang berintegritas.

 

Penutup: Membangun Wajah Bangsa yang Berkeadaban

Pada akhirnya, Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa adalah ajakan untuk bercermin. Bukan untuk mencari kesalahan semata, tetapi untuk menumbuhkan kesadaran bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh pilihan-pilihan moral hari ini. Ibu bangsa hadir sebagai pengingat bahwa kekuatan sejati sebuah negara terletak pada kemampuannya merawat kehidupan, melindungi yang lemah, dan menegakkan keadilan.

 

Semoga buku ini dapat menjadi kontribusi pemikiran dalam memperkaya diskursus kebangsaan, menumbuhkan empati sosial, serta memperkuat komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang lebih manusiawi, adil, dan berkeadaban.

 

Penulis

Novita Sari Yahya

 

 

Lagu Ibu Bangsa , Wajah Bangsa .

Pencipta lagu: Gede Jerson

Berdasarkan puisi karya Novita sari yahya

 

Profil Novita Sari Yahya

Penulis dan Peneliti

Buku yang Diterbitkan:

1. Romansa Cinta Antologi 23 Cerpen

2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Novita & Kebangsaan

4. Ibu Bangsa, Wajah Bangsa

5. Perempuan Indonesia, Zamrud Khatulistiwa

6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri

  1. 7. Makna di Setiap Rasa: Antologi Puisi

8. Siluet Cinta, Pelangi Rindu

Pemesanan Buku: 089520018812

Facebook Comments Box

Read More

Reses di Dapil Pancoran Mas, Hafid Nasir Serap Aspirasi Warga Terkait Isu-Isu Publik Penting

2 February 2026 - 09:03 WIB

Perkuat Konsolidasi, PKS Sawangan Gelar Rakercab 2026: Fokus pada Program Kader, Kaderisasi, Pelayanan Publik, dan Pemenangan Pemilu (K2P2)

2 February 2026 - 08:46 WIB

Wujudkan Masyarakat Sehat, DPC PKS Sawangan Gelar Seminar Keseimbangan Kebugaran, Gizi, dan Kesehatan Jelang Ramadhan

2 February 2026 - 08:31 WIB

Kilau Prestasi di Atas Target: ASA Archery Indonesia Series 2025 Sukses Getarkan Depok!

2 February 2026 - 07:20 WIB

DPC PKS Tapos Gelar Tarhib Ramadhan dan Pemeriksaan Kesehatan untuk Tokoh Wanita

2 February 2026 - 06:59 WIB

Trending on Ragam