DepokNews–Kota Bekasi – Teknik terapi tradisional asli Nusantara kembali mendapat perhatian luas. Pelatihan Dasar TETRACI (Terapi Tradisional Cilame) resmi diselenggarakan di Istana Yatim Yayasan Rindang Indonesia, Kota Bekasi, pada Ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pelestarian ilmu terapi legendaris warisan Almarhum Abah Sarbini dari Cilame, Cigudeg, Bogor, Jawa Barat.
Pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.30 WIB ini diikuti 29 peserta dari berbagai daerah, termasuk para praktisi pengobatan tradisional dan terapis profesional. Sejak pagi hari, antusiasme peserta sudah terlihat saat proses registrasi, menandakan besarnya minat masyarakat terhadap metode terapi TETRACI yang dikenal efektif, ringan, dan tidak melelahkan saat dipraktikkan.
Acara dibuka secara khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari Guru Besar TETRACI, Abah Endin, serta Ketua PP TETRACI, Kang Burhan. Dalam sambutannya, keduanya menegaskan pentingnya menjaga keaslian ilmu TETRACI agar tetap sesuai dengan ajaran dan metode yang diwariskan langsung oleh Abah Sarbini.
Pelatihan ini menghadirkan dua pemateri nasional, yaitu Nanang Gunandar dan Diana Wulandari, yang merupakan Trainer Nasional TETRACI Bidang Diklat Pusat, sekaligus praktisi pengobatan tradisional berpengalaman. Materi disampaikan secara sistematis, mulai dari teori dasar, demo teknik, hingga simulasi praktik langsung antar peserta, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu langsung mempraktikkan teknik TETRACI dengan benar.
Sesi diskusi yang digelar menjelang penutupan menjadi salah satu bagian paling hidup, di mana peserta bebas bertanya dan berbagi pengalaman lapangan. Banyak peserta mengaku mendapatkan sudut pandang baru tentang terapi tradisional yang lebih aman, sederhana, namun berdampak besar bagi pasien.
Salah satu peserta, Rudi Rahmawan, terapis profesional asal Bekasi, menyampaikan kesan mendalam usai mengikuti pelatihan bersama sang istri.
“Saya ikut bersama istri, kami sama-sama terapis. Ilmu TETRACI luar biasa, tidak melelahkan saat dipraktikkan. Alhamdulillah bisa belajar langsung ilmu yang orisinil, terapi legendaris warisan Almarhum Abah Sarbini dari Cilame Cigudeg,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, TETRACI semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kekayaan terapi tradisional Indonesia yang layak dilestarikan dan dikembangkan secara bertanggung jawab.






