Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Pendidikan

Pengabdian Masyarakat Universitas Gunadarma: memberikan Edukasi Kesehatan Pubertas dalam Meningkatkan Wawasan Siswa MTs Al-Husna, Kota Depok

badge-check

Depoknews–,Universitas Gunadarma melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada Edukasi Pentingnya Kesehatan Pubertas dalam Meningkatkan Wawasan Siswa MTs Al-Husna,  Depok.

Masa pubertas dialami oleh setiap individu pada waktu yang bervariasi dan dipengaruhi oleh jenis kelamin, status gizi, lingkungan, serta faktor genetik. Secara umum, tanda-tanda pubertas mulai muncul pada usia sekitar 10–12 tahun dan akan berakhir dengan berhentinya pertumbuhan fisik pada usia 18–20 tahun. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, kelompok remaja berada pada rentang usia 10–18 tahun, sehingga siswa Madrasah Tsanawiyah termasuk dalam kelompok usia yang sangat rentan mengalami perubahan pubertas dan membutuhkan pendampingan serta edukasi kesehatan yang tepat (Kemenkes RI, 2023).

Pada awal memasuki masa pubertas, remaja membutuhkan banyak informasi mengenai pertumbuhan, perkembangan, serta perubahan biologis dan psikologis yang dialaminya. Perubahan biologis tersebut sering kali menimbulkan pertanyaan dan kecemasan pada remaja. Namun, dalam praktiknya masih banyak orang tua yang kurang memberikan perhatian, merasa malu, atau belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan reproduksi remaja. Akibatnya, remaja cenderung mencari informasi secara mandiri melalui teman sebaya, media cetak, atau internet, yang tidak selalu menyajikan informasi yang benar, aman, dan sesuai dengan nilai budaya serta agama (WHO, 2022).

Di sisi lain, remaja mulai menunjukkan keinginan untuk mandiri dan bebas dari pengawasan orang tua, meskipun secara emosional masih sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Kurangnya komunikasi dan kedekatan dengan orang tua dapat mendorong remaja menjalin hubungan yang lebih intens dengan teman sebaya atau pasangan sebagai tempat berbagi perasaan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko perilaku menyimpang apabila tidak disertai dengan edukasi kesehatan dan pendampingan yang tepat dari keluarga dan sekolah (Kemenkes RI, 2022).

Pengetahuan remaja yang rendah mengenai pubertas dan kesehatan reproduksi berdampak langsung pada sikap dan perilaku remaja dalam menjalani masa pubertas. Ketidaktahuan tentang perawatan dan kebersihan organ reproduksi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran reproduksi, gangguan kesehatan mental, serta masalah sosial. Sebaliknya, remaja yang memiliki pengetahuan yang baik akan merasa lebih siap secara fisik, psikologis, dan mental dalam menghadapi perubahan pubertas, terutama apabila didukung oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan yang memberikan informasi kesehatan reproduksi secara jelas, aman, dan tuntas (Yuni & Rahmawati, 2021).

Edukasi ini bertujuan mencegah terjadinya masalah kesehatan reproduksi pada masa remaja dan dewasa, termasuk kehamilan usia dini dan komplikasi kesehatan ibu di masa depan. Sementara itu, dari perspektif keilmuan ekonomi, kesehatan remaja memiliki hubungan yang erat dengan kualitas sumber daya manusia. Remaja yang sehat secara fisik dan mental akan tumbuh menjadi individu yang produktif, sehingga mampu menekan biaya pelayanan kesehatan dan meningkatkan kontribusi ekonomi di masa depan. Investasi pada edukasi kesehatan pubertas sejak dini dinilai lebih efisien dibandingkan dengan biaya pengobatan dan penanganan masalah kesehatan reproduksi di kemudian hari (World Bank, 2022).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan remaja dalam menghadapi masa pubertas. Kegiatan ini diharapkan mampu meminimalkan dampak negatif pubertas dalam jangka pendek serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan remaja dan efisiensi, ekonomi, kesehatan dalam jangka panjang

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih siap secara mental dan emosional dalam menghadapi perubahan yang dialami selama masa pubertas. Selain peningkatan aspek pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya sikap positif, rasa percaya diri, serta keterbukaan siswa dalam berdiskusi mengenai topik kesehatan remaja secara ilmiah dan bertanggung jawab. Dari perspektif ilmu ekonomi, khususnya ekonomi kesehatan, edukasi ini berperan sebagai investasi sumber daya manusia sejak dini, karena peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup sehat pada remaja berpotensi menurunkan risiko masalah kesehatan di masa depan, mengurangi beban biaya pengobatan, serta meningkatkan produktivitas individu pada usia dewasa. Dengan demikian, edukasi kesehatan pubertas tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang melalui pembentukan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Facebook Comments Box

Read More

Mencatat (demi) Masa Depan – Pentingnya Akuntansi untuk UMKM

28 January 2026 - 11:06 WIB

TIM PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GUNADARMA DOSEN PRODI S1 KEBIDANAN GELAR EDUKASI PENTINGNYA KONTRASEPSI UNTUK KELUARGA SEJAHTERA DI DESA SIMPANGAN, KABUPATEN BEKASI

14 January 2026 - 05:39 WIB

Active Inertia: Tantangan bagi Perusahaan dalam Menghadapi Perubahan

13 January 2026 - 09:04 WIB

Praktik Rasio Right Issue di Bursa Saham Perlu Diperbaiki  

13 January 2026 - 09:00 WIB

FGD PRA STUDI KELAYAKAN PROGRAM RISET DORONGAN TEKNOLOGI DIKTI 2025: PROTOTIPE RANTAI PASOK BLOCKCHAIN UNTUK AGROINDUSTRI

10 December 2025 - 05:17 WIB

Trending on Pendidikan