Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Tips Agar Minus Mata Tidak Bertambah: Panduan Ilmiah yang Mudah Diterapkan

badge-check


					foto AI Perbesar

foto AI

Depoknews- Mata minus atau miopia merupakan gangguan penglihatan yang membuat objek jarak jauh terlihat buram. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan sepenuhnya tanpa tindakan medis tertentu. Meski begitu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa laju pertambahan minus dapat dikendalikan, terutama jika ditangani sejak dini. Kombinasi antara perubahan gaya hidup, kebiasaan visual yang sehat, serta pendampingan tenaga profesional terbukti berperan penting dalam menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang, khususnya pada anak dan remaja.

Ikuti channel Optik Sejahtera dan dapatkan program sosial lainnya

ttps://whatsapp.com/channel/0029Vb5uq9r8F2pJ85NHIc34

Salah satu cara paling sederhana namun efektif untuk membantu menahan pertambahan minus adalah dengan meningkatkan aktivitas di luar ruangan. Paparan cahaya alami diketahui memberikan efek positif pada perkembangan mata. Berbagai studi menemukan bahwa anak-anak yang rutin menghabiskan waktu di luar ruangan cenderung memiliki risiko miopia yang lebih rendah. Aktivitas ringan seperti berjalan santai, bermain di taman, atau berolahraga di luar rumah selama satu hingga dua jam setiap hari sudah cukup memberikan manfaat bagi kesehatan mata.

Selain itu, kebiasaan menatap layar dan melakukan aktivitas jarak dekat dalam waktu lama juga perlu mendapat perhatian. Penggunaan gawai, komputer, atau membaca tanpa jeda dapat membuat mata bekerja lebih keras. Penelitian berskala besar menunjukkan bahwa semakin lama waktu layar yang dihabiskan setiap hari, semakin besar pula risiko progresi miopia. Oleh karena itu, membatasi durasi screen time dan membiasakan aturan 20-20-20—mengalihkan pandangan setiap 20 menit ke objek berjarak sekitar enam meter selama 20 detik—menjadi langkah sederhana yang sangat dianjurkan.

Memberikan waktu istirahat yang cukup pada mata juga tidak kalah penting. Fokus terus-menerus pada jarak dekat dapat menyebabkan kelelahan mata dan mempercepat pertambahan minus. Dengan menyelingi aktivitas visual dengan istirahat singkat, otot mata memiliki kesempatan untuk relaksasi. Melihat ke arah yang lebih jauh, keluar jendela, atau sekadar memejamkan mata selama beberapa menit dapat membantu mengurangi ketegangan tersebut.

Penggunaan alat bantu penglihatan yang tepat juga berperan besar dalam menjaga stabilitas minus mata. Kacamata atau lensa kontak yang sesuai dengan resep dokter membantu mata melihat dengan lebih nyaman dan mengurangi beban kerja visual. Pemeriksaan mata secara rutin, setidaknya setahun sekali, penting dilakukan agar koreksi penglihatan selalu sesuai dengan kondisi terkini.

Dalam beberapa kasus, dokter mata juga dapat merekomendasikan metode perawatan khusus untuk mengendalikan progresi miopia. Teknologi seperti lensa kontak multifokal, orthokeratology (lensa malam hari), hingga penggunaan tetes mata atropine dosis rendah telah didukung oleh berbagai penelitian ilmiah. Namun, semua metode ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter mata agar aman dan efektif.

Di samping itu, menerapkan gaya hidup sehat turut mendukung kesehatan mata secara keseluruhan. Pola makan bergizi yang kaya sayuran hijau, ikan berlemak, serta vitamin dan mineral penting membantu menjaga fungsi retina dan jaringan mata. Meski nutrisi bukan faktor utama dalam menghambat miopia, perannya tetap signifikan sebagai pendukung kesehatan mata jangka panjang.

Sebagai penutup, menjaga agar minus mata tidak cepat bertambah bukanlah hasil dari satu kebiasaan saja. Diperlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup gaya hidup sehat, kebiasaan visual yang baik, penggunaan koreksi penglihatan yang tepat, serta konsultasi rutin dengan tenaga medis. Ketika semua upaya ini dijalankan secara konsisten dan saling melengkapi, peluang untuk memperlambat progresi miopia akan menjadi jauh lebih besar.

Sumber: AI

Facebook Comments Box

Read More

Penerapan IFRS 17 di ASEAN dan Dampaknya terhadap Kapasitas Asuransi Domestik: Pembelajaran bagi Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi

29 January 2026 - 13:06 WIB

PSAK 117 dalam Pendidikan Akuntansi: Reposisi Standar Kontrak Asuransi sebagai Instrumen Akuntabilitas Publik pada Asuransi Sosial

29 January 2026 - 12:57 WIB

Dosen Lintas Disiplin Universitas Gunadarma Perkuat Literasi dan Ekonomi Syariah di Kampung Bedahan

29 January 2026 - 10:26 WIB

Mahasiswa Universitas Islam Depok Laksanakan KKN di Pengajian Rumah Syamil Selama Tiga Pekan

28 January 2026 - 07:14 WIB

28 January 2026 - 07:05 WIB

Trending on Ragam