Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Dosen Lintas Disiplin Universitas Gunadarma Perkuat Literasi dan Ekonomi Syariah di Kampung Bedahan

badge-check


					Dosen Lintas Disiplin Universitas Gunadarma Perkuat Literasi dan Ekonomi Syariah di Kampung Bedahan Perbesar

DepokNews-Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terus menjadi jembatan strategis antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui pengabdian, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan kewajiban institusional, tetapi juga menghadirkan ilmu pengetahuan sebagai solusi konkret bagi persoalan sosial, pendidikan, dan ekonomi di tingkat akar rumput. Dalam konteks inilah, peran dosen sebagai agen perubahan sosial menemukan maknanya yang paling nyata, yakni ketika keilmuan yang dikembangkan di ruang kelas dan laboratorium mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan bertanggung jawab. Setiap sivitas akademika diharapkan tidak hanya unggul dalam pengajaran dan penelitian, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan pemberdayaan. Pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, serta nilai-nilai sosial dan budaya menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kapasitas masyarakat menuju kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Di tengah dinamika pembangunan nasional yang semakin kompleks, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat lokal menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek kegiatan, melainkan sebagai mitra strategis dalam proses pembangunan. Pendekatan partisipatif ini memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan dua arah, sekaligus membuka ruang bagi penguatan potensi lokal yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Kampung Bedahan yang terletak di RW 02 Kelurahan Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan berbasis keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan lembaga pendidikan nonformal seperti Rumah Tahfidz menjadi aset sosial yang berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Rumah tahfidz tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral, spiritual, dan sosial. Melalui pendidikan berbasis Al-Qur’an, lembaga ini berkontribusi dalam mencetak generasi yang berintegritas, berkarakter kuat, dan memiliki kepedulian sosial. Di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, peran rumah tahfidz menjadi semakin relevan sebagai benteng nilai dan identitas bangsa.

Yayasan Madinatul Qur’an Al Amri sebagai pengelola Rumah Tahfidz Al-Aqsha hadir dengan visi besar untuk membangun pusat pendidikan Islam yang unggul dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar. Yayasan ini secara konsisten berupaya memperluas perannya tidak hanya dalam bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga dalam penguatan literasi, ekonomi umat, dan pembangunan sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Namun demikian, sebagaimana lembaga sosial pada umumnya, Yayasan Madinatul Qur’an Al Amri masih menghadapi sejumlah tantangan struktural dan manajerial. Keterbatasan sarana prasarana, pengelolaan administrasi, serta optimalisasi aset menjadi isu yang perlu mendapat pendampingan berkelanjutan. Tantangan ini tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas disiplin ilmu dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menjawab kebutuhan tersebut, dosen lintas bidang dari Universitas Gunadarma hadir melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pembangunan berbasis komunitas. Kegiatan ini melibatkan dosen dari bidang Ekonomi Syariah, Ekonomi, Akuntansi, Agroteknologi, Sistem Informasi, Teknik Industri, dan Psikologi. Kolaborasi lintas keilmuan ini dirancang untuk memberikan solusi yang komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Program pengabdian yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas manusia dan kelembagaan. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, tim pengabdian berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya literasi, kejujuran, serta kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai syariah. Pendekatan ini sejalan dengan semangat pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Madinatul Qur’an Al Amri mengusung dua agenda utama, yakni pendampingan implementasi warung kejujuran dan penguatan literasi melalui pengadaan serta pengelolaan perpustakaan. Kedua agenda ini dipilih berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat dan kondisi riil lembaga pendidikan yang ada. Warung kejujuran menjadi media edukasi karakter dan ekonomi syariah, sementara perpustakaan berperan sebagai pusat literasi dan pembelajaran santri.

Penguatan literasi menjadi isu krusial dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal. Minat baca dan budaya literasi yang rendah dapat menghambat perkembangan potensi anak dan santri. Oleh karena itu, keberadaan perpustakaan yang dikelola secara baik dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, diskusi, dan pengembangan diri.

Melalui kegiatan pengabdian ini, perguruan tinggi dan masyarakat kembali dipertemukan dalam semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat peran Yayasan Madinatul Qur’an Al Amri sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Kampung Bedahan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diwujudkan secara nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Read More

Penerapan IFRS 17 di ASEAN dan Dampaknya terhadap Kapasitas Asuransi Domestik: Pembelajaran bagi Pendidikan Ekonomi dan Akuntansi

29 January 2026 - 13:06 WIB

PSAK 117 dalam Pendidikan Akuntansi: Reposisi Standar Kontrak Asuransi sebagai Instrumen Akuntabilitas Publik pada Asuransi Sosial

29 January 2026 - 12:57 WIB

Tips Agar Minus Mata Tidak Bertambah: Panduan Ilmiah yang Mudah Diterapkan

28 January 2026 - 11:27 WIB

Mahasiswa Universitas Islam Depok Laksanakan KKN di Pengajian Rumah Syamil Selama Tiga Pekan

28 January 2026 - 07:14 WIB

28 January 2026 - 07:05 WIB

Trending on Ragam