Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

“Qurban untuk Kepedulian, Tanpa Ego, Demi Persatuan Umat” Idul Qurban 1447 H : Berqurban, Berbagi, Berdaya

badge-check


					“Qurban untuk Kepedulian, Tanpa Ego, Demi Persatuan Umat”  Idul Qurban 1447 H : Berqurban, Berbagi, Berdaya Perbesar

DepokNews – Seperti tahun-tahun sebelumnya, lapangan masjid atau tempat lainnya yang disepakati menjadi tempat pemotongan hewan qurban, kembali jadi saksi ketaatan umat. Takbir berkumandang, hewan qurban disembelih, meneladani kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS.

Moh.Hafid Nasir, akrab disapa Bang Hafid yang juga diamanahkan sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Depok menyambangi titik-titik qurban warga. Berqurban bersama, hadir sebagai undangan, sekaligus menguatkan silaturahmi dan
menguatkan ukhuwah.

Qurban bukan hanya soal menyembelih. Tapi soal berbagi, berdaya, dan merawat persatuan umat, jelas Bang Hafid.

Semoga qurban kita diterima Allah, dan terwujud Depok kota yang lebih peduli dan bersatu, lanjut Hafid.

Dalam kesempatan terpisah ada tiga hal yang disampaikan Bang Hafid sebagai bentuk pencerahan untuk kita dan khusus nya wagra Kota Depok :

1. “Qurban menyambungkan hati” Qurban memaksa kita keluar dari zona nyaman. Daging yang kita beli dengan uang sendiri, atas nama Allah, wajib kita bagikan. Di titik itu, status sosial hilang. Yang kaya menyembelih, yang miskin menerima, dan keduanya sama-sama berdoa di hadapan Allah. Qurban mengajarkan: peduli itu bukan hanya “merasa kasihan”, tapi “memastikan tetangga kita ikut merasakan nikmat yang kita nikmati”.

2. “Menyembelih diri sebelum menyembelih hewan”. Inti perintah ke Nabi Ibrahim bukan soal darah dan daging. Intinya : “Apa kamu sanggup melepaskan yang paling kamu cintai karena Aku?”. Qurban hari ini adalah latihan kecilnya. Kita “menyembelih” ego, pelit, gengsi, dan “aku lebih berhak”. Saat pisau turun, kita diingatkan : harta, jabatan, bahkan keluarga bukan milik kita seutuhnya. Semua titipan Allah. Kalau ego luruh, ruang di hati jadi lapang untuk Allah dan sesama.

3. “Dari 1 hewan, lahir banyak tangan yang bergerak”. Lihat prosesnya: panitia, jagal, pengepul, warga yang bungkus daging, relawan distribusi. Satu hewan qurban bisa menggerakkan puluhan orang. Yang mampu jadi muqorrib, yang terampil jadi tenaga, yang butuh jadi penerima manfaat. Semua punya peran. Inilah pemberdayaan paling dasar: tidak ada yang hanya “dikasihani”. Semua terlibat. Dari gotong royong itulah persatuan umat tumbuh. Beda mazhab, beda RT, beda latar belakang, tapi satu barisan saat memotong dan membagi. Qurban jadi jembatan.

Facebook Comments Box

Read More

MT Balwan Depok Audiensi dengan Dandim 0508, Siap Bersinergi dalam Kegiatan Sosial dan Keagamaan

13 August 2026 - 20:15 WIB

LGBTQ Jadi Sorotan, MT Balai Wartawan Depok Dorong Dakwah dan Pembinaan Generasi Muda

11 August 2026 - 19:57 WIB

DSH Matangkan Pembentukan Lembaga Pelatihan Vokasi Juru Sembelih Halal

11 August 2026 - 17:58 WIB

Rudi Sahputra: SPINDO Harus Jadi Ruang Sinergi, Peduli dan Tumbuh Bersama

11 August 2026 - 10:13 WIB

Susah Cari Kerja, Rudi Sahputra Berikan Peluang Kerja dan Latihan Skill ke Anak Muda RW 10

11 August 2026 - 09:59 WIB

Trending on Ragam