DepokNews – Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS, Moh. Hafid Nasir, menggelar kegiatan Sosialisasi Komisi A di wilayah Kelurahan Mampang, Kota Depok.
Dalam kegiatan tersebut Bang Hafid menjelaskan tugas dan fungsi Komisi A DPRD Kota Depok yang membidangi pemerintahan, hukum, dan komunikasi serta lainnya. Ia menyampaikan bahwa saat ini terdapat 11 leading sektor mitra kerja Komisi A, salah satunya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok.
Salah satu isu krusial yang diangkat dalam pemaparan di acara soskom bersama warga adalah ancaman siber. Bang Hafid menyoroti meningkatnya kasus judi online, penyebaran berita hoaks, dan penipuan digital yang banyak menyasar kalangan anak muda dan ibu-ibu rumah tangga.
Bang Hafid menambahkan selain ancaman siber, yaitu judi online, hoaks, dan penipuan yang menyerang anak muda dan emak-emak. “Maling sekarang tidak lagi lewat pagar atau jendela. Masuknya lewat internet dan HP,” imbuhnya.
Menurut Bang Hafid, yang juga harus diwaspadai adalah Ancaman Non-Militer.
Dalam sesi terpisah, Bang Hafid mengutip Perpres No. 111 Tahun 2025 terkait penyebaran budaya LGBTQ yang dinilai perlu diwaspadai.
“Peran keluarga, sekolah, dan pemerintah harus jalan bersama untuk menjaga generasi kita,” tambahnya.
Ia mendorong Diskominfo Kota Depok untuk memperkuat program literasi digital dan edukasi keamanan siber hingga ke tingkat kelurahan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar warga tidak menjadi korban kejahatan digital.
“Kita harus cerdas bermedsos. Cek dulu kebenaran informasi, jangan asal klik dan asal share. Karena dampaknya bisa ke ekonomi keluarga,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab salah satunya tentang pencegahan hoaks dan penipuan online.






