DepokNews, 27 Juli 2026 – Menyikapi penghentian sementara Program Wisata Keberagaman oleh Pemkot Depok pada tanggal 6 Juli 2026, anggota Komisi A DPRD Kota Depok Moh. Hafid Nasir memberikan catatan dan usulan agar program dengan anggaran Rp23,25 miliar ini lebih tepat sasaran.
Program yang bersumber dari Dana Kelurahan Berbasis RW ini mewajibkan tiap RW mengalokasikan Rp25 juta dari total pagu Rp300 juta. Tujuannya membangun kohesi sosial dan gotong royong.
Menurut Bang Hafid (sapaan akrab Hafid Nasir), program ini awalnya “Wisata Religi” lalu berkembang jadi “Wisata Keberagaman” agar mencakup seluruh karakter warga Depok.
“Ke depan, Wisata Keberagaman tidak boleh berhenti di jalan-jalannya, harus bisa memutar perekonomian di Depok dan ini harus jadi upaya nyata mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Ia merinci 3 arah baru program:
1. Wisata Edukasi: Mengenalkan sejarah Depok, cara menanam, membuat batik, dan toleransi melalui Kampung Budaya dan Kampung Kreatif.
2. Wisata UMKM: Menautkan setiap destinasi dengan kuliner, kriya, dan fashion lokal. “Beli Batik Depok, makan Soto Depok. Dana harus berputar di Kota Depok.”
3. Wisata Pemberdayaan: Menguatkan Pokdarwis, pemandu lokal agar ekonomi keluarga terdongkrak.
Untuk itu, Bang Hafid mengusulkan Pemkot melakukan Pemetaan Rute Wisata bertema Religi, Budaya, Kuliner, Edukasi, Alam, Penguatan UMKM di setiap destinasi, dan Pelatihan SDM Pariwisata.
“Harapannya, banyak turis lokal datang ke Depok bukan cuma mampir. Warga Depok bangga karena kotanya punya cerita dan punya penghasilan,” pungkasnya.
Slogan Bang Hafid: “Datang ke Depok, Belajar Keberagaman, Belanja Produk Depok, Mensejahterakan Warga Depok”, tutupnya.






