Depoknews — Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Depok menggelar Latihan Manajemen Dakwah (LMD) 1 Batch 3 pada Jumat hingga Ahad (21–23/8/2026). Pelatihan berjenjang ini dilaksanakan sebagai langkah strategis mencetak kader pemimpin muda berbasis masjid yang memiliki kapasitas manajemen dan kedalaman spiritual.

LMD 1 merupakan agenda pengkaderan wajib bagi para aktivis yang diproyeksikan masuk dalam jajaran kepengurusan BKPRMI tingkat kota maupun kabupaten.
Ketua IV BKPRMI Kota Depok, Iwan Rudi Saktiawan, S.Si., M.Ag., dalam sambutan pembukaan acara, menegaskan pentingnya transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) berbasis nilai-nilai Islam dalam membangun peradaban. Menurutnya, sejarah membuktikan bagaimana perubahan karakter dan pemikiran mampu mengubah suatu wilayah menjadi kekuatan utama dunia.
“Jazirah Arab dahulu tidak pernah dilirik dua imperium adidaya, Persia dan Romawi, karena dianggap tidak memiliki potensi alam maupun SDM. Namun, ketika nilai-nilai Islam hadir dan terinternalisasi dalam jiwa masyarakatnya, wilayah tersebut bertransformasi menjadi pemimpin dunia,” ujar Iwan.
Penguatan motivasi juga disampaikan oleh Dr. Amsori Jayati pada sesi bakda Ashar. Ia mendorong para peserta agar konsisten menjadi penggerak dakwah Islam yang berpusat di masjid.
Rangkaian pelatihan ini didampingi langsung oleh tim instruktur (mudharib) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BKPRMI Jawa Barat di bawah pimpinan Dr. Munawar Hadiatin, selaku Direktur Wilayah LPPSDM BKPRMI Jawa Barat. Turut hadir dan memberikan materi, Direktur Nasional LPPSDM BKPRMI, Nanang Jahidin, S.Sos.I.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta yang terdiri dari aktivis remaja masjid mengikuti agenda padat dengan tingkat kedisiplinan tinggi. Rangkaian kegiatan dimulai sejak dini hari melalui shalat tahajud dan berlangsung hingga menjelang tengah malam.
Guna mengoptimalkan penyerapan materi, panitia menerapkan metode interaktif yang menggabungkan ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, hingga simulasi permainan (game). Di samping materi kepemimpinan dan manajemen, para kader diwajibkan menuntaskan target ibadah harian, seperti membaca Al-Qur’an satu juz per hari serta menghafalkan ayat dan hadis pilihan.






