Oleh: Nurul Husnah
Dosen Departemen Akuntansi FEB Universitas Indonesia
DepokNews–Istilah aset, omzet dan laba sering kali dipahami tidak tepat. Ada yang memahami omzet maknanya sama dengan laba, ada juga yang menganggap aset sama dengan omzet. Merujuk pada situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia, aset dapat diartikan sebagai kekayaan, omzet adalah jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual, dan laba adalah keuntungan. Artikel ini akan membantu pembaca memahami lebih mudah makna ketiga istilah tersebut dikaitkan juga dengan laporan keuangan.
Dalam terminologi akuntansi, aset merupakan sumber daya yang memiliki manfaat ekonomik dan dikendalikan oleh suatu pihak akibat adanya peristiwa di masa lalu. Contoh aset misalnya kas, berupa uang tunai maupun yang tersimpan di rekening bank, persediaan barang dagang yang diperjualbelikan, piutang usaha ke pelanggan, dan aset tetap, seperti bangunan, kendaraan serta perabotan kantor. Informasi jumlah aset perusahaan dapat diperoleh di Laporan Posisi Keuangan (LPK) atau dikenal juga dengan Neraca.
Di Laporan Posisi Keuangan, umumnya aset disajikan dengan membagi ke dalam klasifikasi aset lancar dan tidak lancar. Aset lancar merupakan aset berupa kas yang dapat digunakan sewaktu-waktu, ditujukan untuk dijual dan/atau yang manfaat ekonomiknya akan dikonsumsi atau dapat dimanfaatkan selama kurun waktu satu tahun. Jika aset tidak memenuhi klasifikasi sebagai aset lancar, disajikan sebagai aset tidak lancar. Bangunan yang dimiliki dan digunakan sebagai kantor, toko atau pabrik adalah salah satu contoh aset yang diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Tidak seluruh jenis usaha menerapkan penyajian aset dengan terklasifikasi menjadi aset lancar dan tidak lancar. Perusahaan seperti bank, perusahaan asuransi serta perusahaan lainnya di bidang jasa keuangan, menyajikan aset di LPK tidak membaginya menjadi aset lancar dan tidak lancar, namun berdasarkan sifat likuiditas aset tersebut. Aset yang paling likuid disajikan di urutan paling atas dan setelahnya semakin menurun atau berkurang tingkat likuiditasnya.
Omzet, dikenal juga sebagai penghasilan atau pendapatan. Dalam terminologi akuntansi, penghasilan atau pendapatan merupakan hasil dari peningkatan aset, atau penurunan liabilitas (kewajiban), yang menghasilkan kenaikan ekuitas (modal), selain yang ditimbulkan dari kontribusi pemilik modal. Biasanya perusahaan mengelompokkan pendapatan menjadi pendapatan utama (pendapatan operasi) yang berasal dari kegiatan bisnis atau operasional utamanya dan pendapatan lain-lain. Contoh, sebuah department store, salah satu kegiatan utamanya adalah menjual pakaian. Hasil penjualan pakaian, bagi department store dicatat sebagai pendapatan operasi (pendapatan utama). Uang hasil penjualan pakaian dan barang dagang lainnya, kemudian disimpan oleh department store tersebut di rekening giro di bank yang mana setiap bulannya akan mendapat imbal jasa giro dari bank. Hasil dari imbal jasa giro akan dicatat oleh department store sebagai pendapatan lain-lain.
Laporan keuangan yang menyajikan informasi pendapatan yaitu Laporan Laba Rugi. Laporan Laba Rugi menyajikan hasil kinerja selama suatu periode. Isi dari Laporan Laba Rugi adalah pendapatan dan beban yang terjadi selama suatu periode. Selisih lebih pendapatan dibanding beban menghasilkan laba periode berjalan, sementara selisih kurang pendapatan dibanding beban menghasilkan rugi.
Di Laporan Laba Rugi, laba umumnya terbagi menjadi laba kotor, laba operasional dan laba bersih. Laba kotor merupakan selisih lebih pendapatan dari kegiatan utama perusahaan dikurangi beban pokok pendapatan atau dikenal juga harga pokok penjualan (HPP). Contoh, di perusahaan manufaktur, harga pokok penjualan terdiri dari biaya-biaya terjadi dan terkait langsung dalam proses produksi barang yang dijual. Laba operasional adalah selisih lebih laba kotor dikurangi beban operasional untuk kegiatan pemasaran dan administrasi. Di antara yang tidak dimasukkan sebagai beban operasional adalah beban yang timbul dari pinjaman yang diperoleh dan beban pajak penghasilan atas badan. Laba bersih adalah laba operasional ditambahkan pendapatan lain-lain dan dikurangi beban lain-lain yang tidak masuk sebagai beban operasional. Penentuan apakah suatu pendapatan dan beban masuk dalam klasifikasi operasional atau lain-lain, bergantung dari jenis usaha perusahaan tersebut.
Berikut ilustrasi sederhana untuk memahami istilah aset, omzet dan laba. Suatu rumah makan selama November 2025 berhasil menjual dari makanan dan minuman sebesar Rp100.000.000, yang seluruhnya berasal dari penjualan secara tunai. Beban yang terjadi selama periode berjalan mencakup beban bahan baku makan dan minuman, tenaga kerja, pemasaran dan administrasi lainnya tercatat sebesar Rp80.000.000. Berdasarkan ilustrasi tersebut, di bulan November 2025 maka rumah makan memperoleh omzet atau pendapatan sebesar Rp100.000.000. Dari penjualan yang dilakukan secara tunai, rumah makan juga mendapat aset berupa kas yang diterima dari pelanggan sebesar Rp100.000.000. Laba yang diperoleh sebesar Rp20.000.000, merupakan selisih pendapatan, Rp100.000.000, dikurangi beban sebesar Rp80.000.000.
Sumber:
https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/Beranda
https://mobile-api.iaiglobal.or.id/Login.SAK Online






