Belasan Warga Beji Timur  Demo Pembangunan Apartemen Berkedok Rumah Kost

DepokNews–Sekitar belasan warga di RT.05/RW.02, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji pada Kamis (8/3) melakukan aksi penolakan terhadap pembangunan rumah kos The The Aparkost Avicenna.

Mereka berkumpul dan duduk di Jalan Taufiqurahman dimana lokasi pembangunan rumah kos aparkos itu melakukan proses pembangunan.

Salah satu warga setempat Tabrani kepada wartawan mengatakan aksi penolakan dengan turun ke jalan ini dikarenakan masih banyak warga yang merasa belum memberikan tandatangan izin amdal terhadap pembangunan apartemen berkedok kos-kosan di Jalan Taufiqurrahman.

“Saya sebagai warga yang berada persis di samping proyek itu bahkan belum tandatangan amdal sama sekali, tau-tau ada kegiatan pembangunan”katanya.

Warga lainnya, JJ Rizal mengaku jika dirinya bersama warga lainnya telah di dibohongi oleh pengembang yang menyatakan akan membangun kos-kosan.

Belakangan diketahui ternyata The Aparkost Avicenna, mirip seperti sebuah hunian apartemen.

Pihaknya sudah dua kali menyurati Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok yakni tanggal 09 Mei 2017 dan tanggal 23 Mei 2017. DPMPTSP, menyatakan proyek itu sudah memiliki izin penggunaan ruang (IPR ), namun belum memiliki IMB.

“Alangkah kagetnya warga sekitar mengetahui hal itu. Bagaimana bisa IPR dikeluarkan sementara salah satu syarat pengurusannya adalah persetujuan warga”katanya.

Sedangkan warga di sekitar proyek tidak pernah membubuhkan tanda tangan yang menyatakan mengizinkan.

Dia menduga telah terjadi pemalsuan tandatangan warga, yang dilakukan oleh oknum LPM, RW dan RT bersama Lurah, untuk memuluskan administrasi pengurusan izin IPR tersebut.

Warga mendesak Pemkot Depok mencabut IPR proyek tersebut karena diduga telah terjadi pemalsuan tandatangan warga.

Kemudian warga juga mendesak kepada Satpol PP agar menghentikan semua aktifitas proyek dilahan seluas 1700 meter persegi itu karena warga tidak setuju dilingkungan mereka ada apartemen.

“Kalau kos-kosan atau perumahan, silahkan. Tapi ini kan ngga. Dilahan ini akan dibangun gedung 4 lantai, lantai pertama untuk pertokoan dan lantai 2-4 akan dibangun kamar sebanyak 80 kamar tiap lantai. Dan uniknya, kamar-kamar tersebut di jual. Apa itu bisa disebut kos-kosan?,katanya.

Previous articleSiswa SDIT Taman Ilmu Terus Berprestasi di Kancah Perlombaan
Next articleGES 12 Goes to School Perdana di SMK YAPAN Depok