Direktur Code Syndicates Azwar Muhammad

DepokNews – Menanggapi hasil Rapat dengar pendapat ( RDP ) kemarin (2/11/2021) antara DPR komisi II dan Tim seleksi komisioner KPU dan Bawaslu RI. Center of Electoral and Democracy Syndicate (Code) Syndicate menilai bahwa pansel yang diterbitkan melalui Keppres nomor 120/P tahun 2021 tertanggal 8 Oktober 2021 harus bekerja profesional agar menghasilkan kualitas komisioner yang mumpuni. Hal itu diungkapkan Direktur Code Syndicates Azwar Muhammad kepada wartawan, Rabu 3 November 2021.

“Tim seleksi harus bekerja secara terukur dan obyektif agar menghasilkan kualitas komisioner KPU – Bawaslu yang baik,” ujar Azwar.

” Terukur maksudnya Timsel memiliki indikator jelas, misal saja bahwa komisioner tidak hanya memiliki kemampuan teknis namun harus memiliki kerangka berpikir dan tindakan sebagai problem solver di tengah tantangan penyelenggaraan kepemiluan yang semakin komplek, ” lanjut Azwar

Di samping itu Azwar menambahkan ” bahwa kenapa Timsel harus bekerja obyektif karena untuk meningkatkan kepercayaan publik, jangan sampai di awal Timsel sudah memiliki preferensi, hal ini akan berdampak buruk terhadap citra presiden sebagai pemberi mandat timsel “

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi II DPR RI H.M Rifqinizami Karsayuda dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Tim Seleksi Calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI Masa Bakti Tahun 2022-027 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2021). Ia juga menekankan selama proses seleksi calon Anggota KPU dan Bawaslu akan lebih baik tidak hanya mempertimbangkan kapasitas dan kapabilitas, namun juga pengalaman yang menyertai pada saat andil melaksanakan kegiatan Pemilu.

Dengan kesadaran itu, perlu kita samakan persepsi antara timsel dan kami. Kita ingin mereka yang terpilih ini nanti adalah orang-orang yang dapat membentuk norma. Dan, tentu sebagai pembentuk norma bukan hanya paham apa norma yang harus dibentuk tapi akan lebih ideal mereka-mereka juga memahami persoalan-persoalan impelementatif yang sekarang ada di lapangan.” jelas Rifqi, sapaan akrabnya. Yang juga legislator asal Kalimantan Selatan dari fraksi partai PDI – P itu.