Menu

Dark Mode
PELAKSANAAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGELOLAAN UMKM MELALUI “PELATIHAN / WORKSHOP PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI dan PENYULUHAN KESEHATAN PELAKU UMKM” PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN DALAM PEMBUATAN WEBSITE PENJUALAN PRODUK UMKM Di DANISTY OLSHOP DAN PEMBAYARAN MENGGUNAKAN MIDTRANS GUNA PENINGKATAN PRODUK DALAM PEMASARAN, PENJUALAN DAN PROSES PEMBAYARAN Melatih Fokus Anak TK Al Kholidin dengan Metode Sensor Motorik Penguatan Kemampuan Literasi Anak Melalui Fun Activities oleh Siswa SMAM 4 Depok Nazhir Wakaf Warrior Luncurkan Celestialpreneur Endowment Fund untuk Mendukung UMKM Indonesia Beli Sekarang atau nanti? Cara Cerdas Ambil Keputusan

Ragam

DALAT, VIETNAM 12 AGUSTUS 1945

badge-check


					DALAT, VIETNAM 12 AGUSTUS 1945 Perbesar

Oleh : Khairulloh Ahyari-

Undangan pertemuan itu datang. Sangat mendadak. Juga dilematis. Radjiman, Bung Karno dan Bung Hatta sangat galau. Dalam hati masing-masing bertanya, apa gerangan yang akan terjadi. Di buku ‘Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia’ karya Cindy Adam (1966), Soekarno berkata, “Aku gugup. Aku merasakan sesuatu yang penting yang akan terjadi. Tapi apa?”

Pukul 11.02 waktu Jepang, 9 Agustus 1945. Bom kedua milik Amerika dijatuhkan di Nagasaki. Lebih dari 70.000 orang tewas.

Dalam situasi tidak menentu. Di tengah gemuruh perang dunia dua yang semakin menjadi-jadi. Di tengah besarnya gelombang hasrat merdeka sangat besar bangsa Indonesia. Radjiman, Soekarno dan Mohammad Hatta berada dalam perjalanan. Ya, mereka akan memenuhi ajakan pertemuan pemerintah Jepang. Dilematis memang. Tapi Jepang masih terlalu kuat.

Walau harus menggunakan pesawat apa adanya. Dengan taruhan nyawa. Para tokoh besar itu berangkat menuju Dalat, Vietnam.

Singgah dan bermalam di Singapura, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat kargo. Pesawat ini dipilih salah satunya menghindari kecurigaan pasukan sekutu. Di dalam pesawat itu, ketiga tokoh bangsa didampingi oleh Kolonel Nomura dan Miyosi sebagai penerjemah, serta 20 perwira Jepang.

Mereka akan bertemu dengan Panglima Perang Tertinggi Jepang Wilayah Selatan, atau Asia Tenggara, Jenderal Besar Terauchi Hisaichi. Pertemuan dijadwalkan jam 10 pagi waktu Dalat, vietnam. Tanggal 12 Agustus 1945.

Pertemuan akhirnya benar terjadi. Jenderal Terauchi mengatakan bahwa Tokyo memutuskan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Terauchi lalu memberikan selamat kepada Radjiman, Sukarno, dan Hatta.

Sukarno sempat bertanya kepada Terauchi, kapan keputusan Tokyo tentang Indonesia merdeka dapat diumumkan kepada rakyat Indonesia. Terauchi menjawab, “Terserah kepada tuan-tuan panitia persiapan, kapan saja dapat. Itu sudah menjadi urusan tuan-tuan,” jawabnya seperti tertulis dalam Sejarah Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2015).

Peristiwa tanggal 12 Agustus 1945 adalah cerita tentang keyakinan, heroisme, keberanian tanpa syarat, dan pengorbanan bertaruh nyawa tiga tokoh utama bangsa. Semua dilakukan demi kemerdekaan Indonesia.

Semoga semangat dan keteladanan mereka bisa kita lanjutkan hari ini dan di masa mendatang. Semoga.

Depok, 12 Agustus 2024.

Facebook Comments Box

Read More

PELAKSANAAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGELOLAAN UMKM MELALUI “PELATIHAN / WORKSHOP PENGHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI dan PENYULUHAN KESEHATAN PELAKU UMKM”

15 January 2025 - 12:42 WIB

PELAKSANAAN KEGIATAN PENDAMPINGAN DALAM PEMBUATAN WEBSITE PENJUALAN PRODUK UMKM Di DANISTY OLSHOP DAN PEMBAYARAN MENGGUNAKAN MIDTRANS GUNA PENINGKATAN PRODUK DALAM PEMASARAN, PENJUALAN DAN PROSES PEMBAYARAN

14 January 2025 - 16:19 WIB

Melatih Fokus Anak TK Al Kholidin dengan Metode Sensor Motorik

14 January 2025 - 09:17 WIB

Penguatan Kemampuan Literasi Anak Melalui Fun Activities oleh Siswa SMAM 4 Depok

13 January 2025 - 16:47 WIB

Nazhir Wakaf Warrior Luncurkan Celestialpreneur Endowment Fund untuk Mendukung UMKM Indonesia

12 January 2025 - 06:47 WIB

Trending on Ragam