Dari Kampus ke Sekolah dan Komunitas, PUI-START Gunadarma Bumikan Sains Sepanjang September 2026
Seri Kegiatan GSCH Open Innovation Hub & Technology Experience PUI-START Universitas Gunadarma selama bulan September 2026
Pendidikan

Dari Kampus ke Sekolah dan Komunitas, PUI-START Gunadarma Bumikan Sains Sepanjang September 2026

30 Sep 2026Oleh -

Penulis : Rudi Irawan dan Herik Sugeru

DepokNews, DEPOK – Bagaimana hasil riset perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu landasan Pusat Unggulan IPTEK Smart and Sustainable Agricultural Technology (PUI-START) Universitas Gunadarma dalam memperkenalkan berbagai inovasi pertanian cerdas berkelanjutan dan energi terbarukan melalui serangkaian kegiatan edukasi, demonstrasi teknologi, serta pembelajaran berbasis praktik.

Sepanjang September 2026, PUI-START Universitas Gunadarma memperluas jangkauan kegiatan melalui sejumlah program, mulai dari Open Innovation Hub & Technology Experience, STEM Education Corner, Smart Agriculture Community Learning Program, hingga kegiatan outreach di luar lingkungan kampus. Program-program tersebut menyasar beragam kelompok masyarakat, termasuk pelajar, guru, santri, penyuluh pertanian, perwakilan kelompok tani, dan masyarakat umum.

Kegiatan dilaksanakan di UG Technopark, Cianjur, sekolah dan pesantren di Cianjur, Konvensi dan Kongres ABKIN 2026 di Golden Boutique Hotel, Kemayoran, serta Research Expo di Balai Kartini. Perbedaan lokasi dan karakteristik peserta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PUI-START berupaya menunjukkan bahwa sains dan teknologi bukan hanya materi yang dipelajari di ruang kelas atau dikembangkan di laboratorium. Keduanya dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan solusi yang membantu kegiatan pertanian, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, dan mendukung pengembangan teknologi tepat guna.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dan masyarakat, sehingga hasil riset tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi memiliki peluang untuk dikenal, dipahami, dan dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Memperkenalkan Inovasi melalui Open Innovation Hub

Salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah Open Innovation Hub & Technology Experience Seri 4 pada 8–9 September 2026 di UG Technopark, Cianjur. Kegiatan ini diikuti oleh 102 peserta dengan agenda penjelasan dan sosialisasi teknologi hasil riset PUI-START Universitas Gunadarma serta demonstrasi teknologi.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai inovasi yang dikembangkan PUI-START dan memahami gambaran penerapannya. Demonstrasi teknologi menjadi bagian penting karena memberikan pengalaman yang lebih konkret dibandingkan penyampaian materi secara teoritis saja.

Pengenalan inovasi juga membuka ruang bagi peserta untuk memahami bahwa pengembangan teknologi berawal dari proses mengidentifikasi persoalan, mempelajari kebutuhan pengguna, dan merancang solusi yang sesuai. Dalam konteks pertanian, proses tersebut dapat berkaitan dengan pengelolaan tanaman, pemanfaatan sumber daya, digitalisasi kegiatan budidaya, hingga pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi energi.

Kegiatan serupa kemudian diperluas melalui Open Innovation Hub & Technology Experience–Outreach Seri 2 pada 16–18 September 2026 di Konvensi dan Kongres ABKIN 2026, Golden Boutique Hotel, Kemayoran. Kegiatan ini menyasar pelajar, santri, dan guru, dengan agenda sosialisasi hasil riset serta demonstrasi teknologi.

Pelaksanaan kegiatan di luar lingkungan kampus menjadi langkah untuk memperkenalkan inovasi kepada kelompok masyarakat yang lebih beragam. Melalui pendekatan ini, pelajar, santri, dan guru dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi sekaligus melihat keterkaitan antara pengetahuan ilmiah dan berbagai kebutuhan praktis.

Bagi pelajar dan santri, pengenalan teknologi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap sains. Sementara itu, bagi guru, kegiatan semacam ini dapat memberikan referensi tambahan untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan contoh penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, sosialisasi inovasi tidak hanya bertujuan memperkenalkan hasil riset, tetapi juga mendorong masyarakat melihat sains sebagai bidang yang dekat dengan kehidupan dan dapat dipelajari melalui berbagai pengalaman.

STEM Education Corner: Membuka Wawasan Sains bagi Generasi Muda

Selain sosialisasi dan demonstrasi teknologi, PUI-START Universitas Gunadarma juga menghadirkan STEM Education Corner Seri 1. Kegiatan ini berfokus pada edukasi STEM dan pengenalan teknologi PUI-START.

STEM merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, dan Mathematics atau sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Pendekatan ini mendorong peserta untuk memahami persoalan melalui pengamatan, penalaran, perancangan, serta pemanfaatan pengetahuan dari berbagai bidang.

Dalam pengembangan inovasi pertanian, pendekatan STEM dapat membantu peserta memahami hubungan antara kebutuhan biologis tanaman, penggunaan teknologi, perancangan alat, dan perhitungan yang diperlukan untuk menghasilkan solusi yang efektif.

Sebagai contoh, gagasan untuk membantu pemantauan tanaman dapat dikembangkan dengan memadukan pengetahuan mengenai kondisi tanaman, sensor, sistem elektronik, dan pengolahan data. Sementara itu, pengembangan sistem pengairan dapat melibatkan pemahaman mengenai kebutuhan air, rancangan mekanis, dan efisiensi penggunaan energi.

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang kompleks. Persoalan sederhana yang ditemukan di lingkungan sekitar dapat menjadi bahan pembelajaran sekaligus inspirasi untuk merancang solusi yang bermanfaat.

Melalui edukasi STEM, PUI-START berharap generasi muda semakin tertarik memahami proses di balik sebuah inovasi. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berani mengajukan pertanyaan, mengembangkan gagasan, dan mencoba menghasilkan karya yang menjawab kebutuhan nyata.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya memperluas literasi sains di masyarakat. Semakin banyak kesempatan untuk mengenal dan memahami teknologi, semakin terbuka pula peluang untuk menumbuhkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

Mengenalkan Pertanian Cerdas dan Energi Terbarukan

Pada 19–20 September 2026, PUI-START menyelenggarakan Open Innovation Hub & Technology Experience Seri 5 di UG Technopark, Cianjur. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari unsur Dinas Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan kelompok tani.

Berbeda dari kegiatan pengenalan teknologi yang berfokus pada sosialisasi dan demonstrasi, seri ini juga menghadirkan edukasi serta simulasi renewable energy atau energi terbarukan untuk pertanian.

Keterlibatan unsur pemerintah dan kelompok tani memberikan konteks penting bagi pengembangan teknologi pertanian. Inovasi perlu dipahami tidak hanya dari sisi cara kerja, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan kebutuhan pengguna, kondisi lapangan, ketersediaan sumber daya, dan kemungkinan penerapannya.

Dalam praktik pertanian, energi berperan dalam mendukung berbagai kegiatan, termasuk pengairan, pengoperasian peralatan, serta pemantauan kondisi budidaya. Karena itu, pengenalan energi terbarukan dapat memperluas wawasan mengenai kemungkinan pemanfaatan sumber energi alternatif untuk mendukung kegiatan pertanian.

Simulasi yang diberikan menjadi sarana untuk mengenalkan prinsip dasar pemanfaatan energi dalam konteks pertanian. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan dapat memahami hubungan antara teknologi energi, kebutuhan operasional, dan peluang meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

Rangkaian kegiatan tersebut dilengkapi dengan Smart Agriculture Community Learning Program, yang menghadirkan pelatihan teknologi pembuatan POC, PHC, POG, dan biopestisida, serta simulasi digitalisasi pertanian.

Pelatihan ini memberikan ruang pembelajaran yang lebih aplikatif bagi peserta untuk mengenal berbagai teknologi dan pendekatan dalam pengelolaan usaha tani. Pengenalan produk atau teknologi pendukung budidaya perlu disertai pemahaman mengenai fungsi, cara penggunaan, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

Sementara itu, simulasi digitalisasi pertanian memperkenalkan peluang pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kegiatan budidaya. Digitalisasi dapat membantu pengumpulan informasi, pemantauan kondisi, pencatatan kegiatan, dan pengambilan keputusan apabila diterapkan sesuai kebutuhan serta didukung data yang memadai.

Melalui kombinasi materi dan simulasi, peserta diharapkan mendapatkan gambaran bahwa pertanian cerdas bukan semata-mata penggunaan perangkat modern, melainkan pemanfaatan pengetahuan dan teknologi secara tepat untuk mendukung pengelolaan pertanian.

Memperluas Jangkauan melalui Outreach dan Research Expo

Upaya memperkenalkan hasil riset kepada masyarakat juga dilakukan melalui Open Innovation Hub & Technology Experience–Outreach Seri 4 di sekolah SMK dan Pesantren Al Bahjah, Cianjur. Kegiatan ini mencakup sosialisasi teknologi hasil riset PUI-START dan demonstrasi teknologi.

Pemilihan sekolah dan pesantren sebagai lokasi kegiatan membuka kesempatan bagi peserta didik untuk mengenal perkembangan teknologi di luar pembelajaran rutin. Melalui pengenalan tersebut, teknologi pertanian dan energi dapat dilihat sebagai bidang yang memiliki peluang untuk dipelajari dan dikembangkan oleh generasi muda.

Interaksi langsung dengan teknologi dapat membantu peserta menghubungkan konsep sains dengan persoalan praktis. Pengalaman tersebut juga berpotensi menumbuhkan gagasan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar, termasuk pengembangan teknologi tepat guna yang mendukung kegiatan pertanian.

Selain kegiatan di lingkungan pendidikan, PUI-START turut mengikuti Open Innovation Hub & Technology Experience–Outreach Seri 5 pada 23–25 September 2026 di Research Expo, Balai Kartini. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari kalangan umum dan berfokus pada sosialisasi hasil riset serta demonstrasi teknologi.

Keikutsertaan dalam kegiatan pameran dan eksposisi riset memberikan ruang tambahan untuk memperkenalkan inovasi kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, hasil pengembangan teknologi PUI-START dapat diperkenalkan di luar lingkungan kampus dan membuka peluang interaksi dengan pengunjung yang memiliki latar belakang beragam.

Rangkaian dokumentasi kegiatan juga mencakup STEM Corner Seri 2, yang memperlihatkan upaya PUI-START dalam memperluas pengenalan sains dan teknologi kepada masyarakat. Kehadiran kegiatan edukasi dalam beberapa seri memberikan peluang untuk membangun interaksi berulang dan memperkuat minat masyarakat terhadap inovasi.

Melalui kegiatan di sekolah, pesantren, forum profesi, dan pameran riset, PUI-START berupaya menyesuaikan pendekatan pengenalan teknologi dengan karakteristik peserta. Strategi ini penting karena kebutuhan informasi pelajar, guru, petani, dan masyarakat umum dapat berbeda satu sama lain.

Ketua PUI-START: Inovasi Harus Memberikan Dampak Nyata

Ketua PUI-START Universitas Gunadarma, Prof. Drs. Rudi Irawan, M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu diikuti dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap hasil inovasi tersebut.

“Riset dan inovasi akan memiliki manfaat yang lebih luas ketika hasilnya dapat dikenal, dipahami, dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal teknologi, memahami potensinya, dan melihat peluang penerapannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Gunadarma Smart Communitypreneur Hub yang diusulkan dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Semesta Saintek–InSaintek 2026.

Melalui program ini, PUI-START berupaya memperkuat hubungan antara kegiatan penelitian, edukasi, pengembangan inovasi, dan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga mendorong munculnya ide dan kolaborasi untuk menghasilkan solusi yang relevan.

Rudi juga berharap kegiatan edukasi dan sosialisasi dapat terus dikembangkan melalui kerja sama dengan sekolah, pesantren, pemerintah, kelompok tani, dan berbagai komunitas masyarakat.

Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, pengenalan inovasi diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas dan menjadi awal bagi pengembangan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan.

Herik Sugeru: PUI-START Menuju Open Smart and Sustainable Communitypreneur Learning Hub

Sekretaris PUI-START Universitas Gunadarma, Dr. Herik Sugeru, S.P., M.M.S.I., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk membumikan sains agar memberikan dampak kepada masyarakat secara berkesinambungan.

“Berbagai seri kegiatan ini merupakan bagian dari Gunadarma Smart Communitypreneur Hub yang diusulkan dan didanai oleh Kemdiktisaintek melalui Program Semesta Saintek–InSaintek 2026. Kami berharap masyarakat semakin mengenal dan memahami berbagai inovasi pertanian cerdas berkelanjutan serta smart renewable energy yang dikembangkan di PUI-START Universitas Gunadarma,” jelas Herik.

Menurutnya, kegiatan pengenalan teknologi perlu dilaksanakan melalui beragam pendekatan agar dapat menjangkau masyarakat dengan latar belakang yang berbeda. Sosialisasi, demonstrasi, edukasi STEM, pelatihan, dan kegiatan penjangkauan menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi sekaligus membangun ketertarikan masyarakat terhadap pengembangan teknologi.

Herik menambahkan bahwa keberlanjutan menjadi bagian penting dari arah pengembangan PUI-START. Ke depan, PUI-START diharapkan dapat berkembang menjadi Open Smart and Sustainable Communitypreneur Learning Hub, yaitu ruang pembelajaran dan kolaborasi terbuka yang menghubungkan sains, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi.

“Komitmen kami bukan hanya memperkenalkan teknologi dalam sebuah kegiatan, tetapi juga membangun ruang belajar yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. Kami ingin PUI-START menjadi tempat bertemunya pengetahuan, pengalaman, ide, dan kebutuhan masyarakat sehingga inovasi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.

Melalui konsep tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan untuk mengenal inovasi, mendiskusikan kebutuhan, serta menjajaki peluang penerapan teknologi bersama akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.

Peserta: Kegiatan Memberikan Inspirasi untuk Mengembangkan Teknologi Tepat Guna

Manfaat kegiatan juga dirasakan oleh peserta yang memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai inovasi dan melihat demonstrasi teknologi secara langsung. Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru sekaligus inspirasi untuk mengembangkan teknologi yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan dan inspirasi mengenai berbagai inovasi teknologi. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dimanfaatkan dan menjadi bekal untuk membuat karya teknologi tepat guna, khususnya yang mendukung praktik budidaya pertanian secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Peserta lainnya berharap pengenalan teknologi dapat dilanjutkan melalui kegiatan pembelajaran dan pendampingan yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memperdalam pemahaman serta mencoba mengembangkan gagasan sendiri.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami menjadi lebih mengenal peluang pemanfaatan teknologi untuk pertanian. Harapannya, ke depan ada kesempatan untuk belajar lebih lanjut, berdiskusi dengan para ahli, dan mengembangkan ide yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Harapan tersebut sejalan dengan tujuan program untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan inovasi. Namun, pengembangan teknologi tepat guna tetap memerlukan proses pembelajaran, pengujian, dan evaluasi agar solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna serta kondisi penerapannya.

Melalui interaksi dengan masyarakat, PUI-START juga memperoleh peluang untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dapat menjadi masukan bagi pengembangan kegiatan berikutnya.

Apresiasi untuk Kemdiktisaintek dan Universitas Gunadarma

PUI-START Universitas Gunadarma menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas pendanaan program melalui Program Semesta Saintek–InSaintek 2026. Dukungan tersebut berperan penting dalam mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan pengenalan inovasi, edukasi sains, demonstrasi teknologi, dan pembelajaran bagi masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan kepada Universitas Gunadarma atas dukungan institusi terhadap pelaksanaan program dan pengembangan berbagai kegiatan PUI-START. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya penyebarluasan hasil riset serta membangun ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

PUI-START turut mengapresiasi partisipasi seluruh peserta, sekolah, pesantren, kelompok tani, penyelenggara kegiatan, dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan ini.

Ke depan, PUI-START berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengenal dan memanfaatkan inovasi pertanian cerdas berkelanjutan serta energi terbarukan.

Melalui pengembangan PUI-START sebagai Open Smart and Sustainable Communitypreneur Learning Hub, sains diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nyata.

Dengan demikian, rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mendekatkan hasil riset kepada masyarakat, membangun budaya inovasi, dan mendorong pemanfaatan teknologi yang lebih luas bagi pertanian berkelanjutan.

Berita Terkait