STEM Corner-Insaintek PUI START Universitas Gunadarma Tarik 1.018 Pengunjung, Dorong Pelajar Ciptakan Inovasi Pertanian dan Energi Terbarukan
Kegiatan STEM Corner Seri 3 yang dilakukan oleh PUI-START Universitas Guandarma tanggal 14-15 Oktober 2026
Pendidikan

STEM Corner-Insaintek PUI START Universitas Gunadarma Tarik 1.018 Pengunjung, Dorong Pelajar Ciptakan Inovasi Pertanian dan Energi Terbarukan

3 days laluOleh -

DepokNews, DEPOK – Bagaimana jika belajar sains tidak hanya dilakukan melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga dengan melihat langsung teknologi, memahami cara kerjanya, dan menemukan ide untuk menciptakan inovasi baru? Pengalaman itulah yang dihadirkan melalui kegiatan STEM Corner Seri 3 yang diselenggarakan Pusat Unggulan IPTEK Smart and Sustainable Agricultural Technology (PUI-START) Universitas Gunadarma pada 14–15 Oktober 2026.

Bertempat di Kampus F8, Gedung 4, Lantai 1, Universitas Gunadarma, kegiatan ini menarik perhatian pelajar, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum. Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 1.018 orang tercatat mengikuti kegiatan tersebut. Jumlah pengunjung ini menunjukkan besarnya peluang pengembangan kegiatan edukasi sains dan teknologi yang dikemas secara menarik, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

STEM Corner Seri 3 menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai inovasi yang dikembangkan PUI-START Universitas Gunadarma. Melalui kegiatan ini, pengunjung diajak melihat bahwa sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) bukan sekadar mata pelajaran di sekolah, melainkan bidang ilmu yang dapat digunakan untuk menjawab berbagai persoalan nyata.

Mulai dari kebutuhan teknologi pertanian hingga pemanfaatan energi terbarukan, inovasi dapat berawal dari pertanyaan sederhana: bagaimana membuat proses budidaya lebih efisien, bagaimana memanfaatkan sumber daya secara lebih bijak, dan bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya?

Menghadirkan Sains Lebih Dekat dengan Masyarakat
Kegiatan STEM Corner Seri 3 diselenggarakan oleh PUI-START Universitas Gunadarma sebagai bagian dari rangkaian program Gunadarma Smart Communitypreneur Hub. Program ini diusulkan dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Semesta Saintek–InSaintek 2026.
Program tersebut mendorong pengembangan kegiatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks STEM Corner, pendekatan tersebut diwujudkan melalui ruang pengenalan inovasi yang memungkinkan masyarakat melihat potensi teknologi sekaligus memperoleh inspirasi untuk mengembangkan gagasan baru.
Sekretaris PUI-START Universitas Gunadarma, Dr. Herik Sugeru, S.P., M.M.S.I., menjelaskan bahwa STEM Corner merupakan bagian dari komitmen untuk membumikan sains agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas dan berkesinambungan.
“STEM Corner ini merupakan bagian dari rangkaian Program Gunadarma Smart Communitypreneur Hub (GSCH) yang diusulkan dan didanai oleh Kemdiktisaintek melalui Program Semesta Saintek–InSaintek 2026. Bagi kami, sains dan teknologi tidak cukup hanya dikembangkan di lingkungan akademik. Pengetahuan tersebut perlu diperkenalkan, dipahami, dan didorong agar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Herik.
Menurutnya, pengenalan inovasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, merupakan langkah awal untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap sains sekaligus membangun keberanian dalam mengembangkan ide. Pelajar tidak hanya diharapkan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga didorong untuk memahami persoalan di sekitarnya dan memikirkan solusi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ilmiah.
Melalui STEM Corner, pengunjung mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai inovasi PUI-START Universitas Gunadarma serta melihat keterkaitan teknologi dengan sektor pertanian dan energi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membuka wawasan bahwa pertanian modern tidak hanya berkaitan dengan kegiatan menanam dan memanen, tetapi juga melibatkan rekayasa teknologi, pengelolaan sumber daya, sistem pemantauan, efisiensi energi, dan pendekatan berkelanjutan.
Dari Melihat Teknologi hingga Melahirkan Ide Inovasi
Salah satu tujuan penting STEM Corner adalah membangun jembatan antara pengenalan teknologi dan munculnya gagasan inovasi dari masyarakat. Pengunjung tidak hanya diajak melihat hasil pengembangan teknologi, tetapi juga memperoleh inspirasi untuk memikirkan bagaimana inovasi tersebut dapat diterapkan atau dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
Bagi pelajar, pengalaman semacam ini dapat menjadi pintu masuk untuk memahami proses inovasi. Sebuah karya teknologi umumnya berawal dari pengamatan terhadap masalah, dilanjutkan dengan perumusan ide, pencarian informasi, perancangan solusi, dan pengujian. Proses tersebut sejalan dengan pembelajaran STEM yang menggabungkan berbagai disiplin ilmu untuk menyelesaikan persoalan secara sistematis.
Dalam bidang pertanian, misalnya, masih banyak ruang untuk mengembangkan teknologi tepat guna yang membantu kegiatan budidaya. Gagasan dapat diarahkan pada pemantauan kondisi tanaman, pengelolaan air, efisiensi penggunaan sumber daya, pengendalian lingkungan tumbuh, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan.
Di sisi lain, pemanfaatan energi terbarukan juga membuka peluang inovasi yang relevan dengan kebutuhan pertanian. Energi dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pengoperasian peralatan, sistem pemantauan, pompa air, dan berbagai kebutuhan lain, dengan tetap mempertimbangkan kondisi lokasi, efisiensi, serta kelayakan penerapannya.
Karena itu, pengenalan inovasi melalui STEM Corner diharapkan tidak berhenti pada tumbuhnya rasa ingin tahu. Pengalaman tersebut juga diharapkan mendorong pengunjung untuk bertanya, berdiskusi, dan mulai menyusun gagasan teknologi yang dapat dikembangkan menjadi karya nyata.
“Melalui STEM Corner, kami ingin menstimulasi masyarakat, khususnya pelajar, agar berani mengembangkan ide-ide inovasi di bidang pertanian cerdas berkelanjutan dan smart renewable energy untuk mendukung pertanian dalam arti luas. Kami ingin mereka melihat bahwa persoalan di sekitar kita bisa menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan solusi berbasis sains dan teknologi,” tambah Herik.
Innovation Challenge, Langkah Berikutnya bagi Generasi Muda
STEM Corner Seri 3 juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa, untuk terlibat lebih jauh dalam pengembangan inovasi. Setelah memperoleh inspirasi dari berbagai teknologi yang diperkenalkan, mereka ditantang untuk melanjutkan proses belajar melalui kegiatan Innovation Challenge yang direncanakan menjadi acara puncak pada akhir November 2026.
Melalui tantangan inovasi tersebut, pelajar dan mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton perkembangan teknologi, tetapi juga berani mengajukan ide dan merancang solusi atas persoalan yang mereka temukan. Ide-ide tersebut dapat diarahkan pada pengembangan teknologi tepat guna untuk mendukung praktik budidaya pertanian, pertanian cerdas berkelanjutan, maupun pemanfaatan energi terbarukan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Innovation Challenge diharapkan menjadi ruang untuk mengubah inspirasi menjadi gagasan yang lebih terstruktur. Peserta dapat memulai dari persoalan sederhana yang mereka temukan di lingkungan sekolah, rumah, komunitas, atau kegiatan pertanian. Selanjutnya, gagasan tersebut dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan manfaat, kemudahan penggunaan, kebutuhan sumber daya, dan kemungkinan penerapannya.
Bagi generasi muda, proses tersebut menjadi kesempatan untuk melatih kreativitas, berpikir kritis, bekerja sama, dan memahami tahapan pengembangan teknologi. Sebuah inovasi tidak harus selalu dimulai dari perangkat yang rumit atau biaya yang besar. Teknologi tepat guna justru dapat berangkat dari solusi sederhana yang menjawab kebutuhan pengguna secara efektif.
Herik berharap, STEM Corner dapat menjadi pemantik bagi lahirnya gagasan-gagasan baru yang kemudian dikembangkan melalui Innovation Challenge.
“Kami mengajak pelajar dan mahasiswa untuk tidak berhenti pada pengalaman melihat teknologi. Jadikan pengalaman tersebut sebagai inspirasi untuk menciptakan sesuatu. Innovation Challenge yang direncanakan pada akhir November 2026 akan menjadi kesempatan bagi mereka untuk membawa ide-ide inovasi ke tahap berikutnya. Kegiatan tersebut dirancang sebagai kompetisi nasional untuk dua kategori peserta yaitu mahasiswa dan siswa SMA/SMK sederajat. Hadiahnya lumayan lho! Tunggu dan ikuti tersu IG kami untuk update informasi mengenai pendaftaran dan sebagainya.,” ujarnya.
Dengan demikian, STEM Corner dan Innovation Challenge dirancang sebagai dua tahapan yang saling melengkapi. STEM Corner membuka wawasan dan membangun ketertarikan, sedangkan Innovation Challenge memberikan tantangan lanjutan agar peserta mulai menuangkan gagasan menjadi konsep atau karya inovasi.
Pengunjung: Kegiatan Ini Memberikan Inspirasi Teknologi
Antusiasme pengunjung menjadi salah satu bagian penting dari pelaksanaan STEM Corner Seri 3. Kehadiran 1.018 pengunjung selama dua hari memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mengenal inovasi teknologi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.
Salah seorang pengunjung menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat karena memperkenalkan berbagai teknologi dan membuka wawasan mengenai peluang pengembangan inovasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami bisa melihat dan mengenal berbagai inovasi teknologi secara langsung. Dari sini, kami mendapatkan inspirasi untuk membuat karya inovasi teknologi tepat guna, khususnya yang dapat mendukung praktik budidaya pertanian. Kami juga berharap dapat mengikuti Innovation Challenge pada November 2026 agar ide yang kami miliki bisa dikembangkan lebih lanjut. Siapa tahu tim saya juaranya.,” ungkapnya.
Harapan tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan untuk menumbuhkan minat masyarakat terhadap pengembangan teknologi yang aplikatif. Ketika pelajar dan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal inovasi sejak dini, mereka dapat mulai memahami bahwa ilmu yang dipelajari memiliki hubungan erat dengan persoalan nyata di masyarakat.
Kegiatan seperti STEM Corner juga dapat mempertemukan minat dan perspektif yang beragam. Pelajar dapat membawa rasa ingin tahu, guru dapat menghubungkan pengalaman tersebut dengan proses pembelajaran, sedangkan mahasiswa dan masyarakat umum dapat melihat peluang pengembangan teknologi dari sudut pandang yang berbeda.
Interaksi semacam ini menjadi modal awal untuk membangun ekosistem inovasi yang lebih terbuka. Gagasan baru dapat muncul ketika pengetahuan dipertemukan dengan pengalaman, kebutuhan, dan keberanian untuk mencoba.
Kolaborasi untuk Membumikan Sains secara Berkelanjutan
Bagi PUI-START Universitas Gunadarma, penyelenggaraan STEM Corner Seri 3 bukan hanya tentang menghadirkan pameran atau pengenalan teknologi selama dua hari. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperluas akses masyarakat terhadap sains, menumbuhkan budaya inovasi, dan membangun hubungan yang lebih erat antara perguruan tinggi dengan masyarakat.
Keberlanjutan menjadi aspek penting karena pengembangan inovasi membutuhkan proses. Ketertarikan terhadap teknologi perlu diikuti dengan kesempatan belajar, pendampingan, pengembangan ide, dan evaluasi agar gagasan dapat berkembang menjadi solusi yang bermanfaat.
Dalam konteks pertanian cerdas berkelanjutan dan energi terbarukan, ruang pengembangan inovasi masih terbuka luas. Berbagai tantangan di bidang produksi pertanian, pengelolaan sumber daya, dan efisiensi energi dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk merancang teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui rangkaian Gunadarma Smart Communitypreneur Hub, PUI-START Universitas Gunadarma berupaya menghadirkan ruang yang menghubungkan pengenalan sains dengan peluang pengembangan inovasi. STEM Corner Seri 3 menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan peluang tersebut kepada masyarakat, sementara Innovation Challenge di akhir November 2026 diharapkan menjadi tahapan lanjutan bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan gagasan mereka.
PUI-START Universitas Gunadarma menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas pendanaan melalui Program Semesta Saintek–InSaintek 2026 yang mendukung pelaksanaan program ini. Apresiasi juga disampaikan kepada Universitas Gunadarma atas dukungan institusi terhadap penyelenggaraan kegiatan dan pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sains dan teknologi secara lebih dekat. Ke depan, PUI-START berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang memperoleh ruang untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan inovasi.
Dengan jumlah pengunjung mencapai 1.018 orang, STEM Corner Seri 3 menjadi momentum untuk memperluas ketertarikan masyarakat terhadap sains dan teknologi. Lebih dari sekadar mengenalkan inovasi, kegiatan ini membawa pesan bahwa generasi muda memiliki peluang untuk mengambil bagian dalam pengembangan teknologi yang bermanfaat.
Melalui pembelajaran, kolaborasi, dan tantangan inovasi yang berkelanjutan, sains diharapkan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga diwujudkan menjadi karya yang menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung masa depan pertanian yang cerdas serta berkelanjutan.

Berita Terkait